Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Isolation and Identification of Candida sp. in Vagina of Long-Tailed Macaque (Macaca fascicularis) Hanifa Zico; Erina Erina; Ummu Balqis; Erdiansyah Rahmi; Zuhrawaty NA
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 8 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i8.304

Abstract

Candida sp. are commonly found as normal flora in vagina and in certain conditions are opportunistic pathogen. This study aimed to isolation and identification Candida sp. in vagina of the long-tailed macaque (Macaca fascicularis). The sample used in the study was a vaginal swab from five long-tailed macaque (Macaca fascicularis) from Seulawah Forest Aceh Besar. Identification of Candida sp. observed macroscopically by looking at the differences in the color of the colonies grown on the CHROMagar-Candida media. The data obtained were analyzed descriptively. The results of the examination showed that in the vagina of the long-tailed macaque (Macaca fascicularis) there were six species of Candida sp. like C. albicans, C. krusei, C. tropicalis, C. glabrata, C. dubliniensis and C. parapsilosis. It can be concluded that there are several species of Candida sp. which was successfully isolated and identified in vagina of a long-tailed macaque (Macaca fascicularis).
Isolation and Identification of Candida sp. in Vagina of Long-Tailed Macaque (Macaca fascicularis) Hanifa Zico; Erina Erina; Ummu Balqis; Erdiansyah Rahmi; Zuhrawaty NA
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 8 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i8.304

Abstract

Candida sp. are commonly found as normal flora in vagina and in certain conditions are opportunistic pathogen. This study aimed to isolation and identification Candida sp. in vagina of the long-tailed macaque (Macaca fascicularis). The sample used in the study was a vaginal swab from five long-tailed macaque (Macaca fascicularis) from Seulawah Forest Aceh Besar. Identification of Candida sp. observed macroscopically by looking at the differences in the color of the colonies grown on the CHROMagar-Candida media. The data obtained were analyzed descriptively. The results of the examination showed that in the vagina of the long-tailed macaque (Macaca fascicularis) there were six species of Candida sp. like C. albicans, C. krusei, C. tropicalis, C. glabrata, C. dubliniensis and C. parapsilosis. It can be concluded that there are several species of Candida sp. which was successfully isolated and identified in vagina of a long-tailed macaque (Macaca fascicularis).
Perbandingan Rasio Albumin Kreatinin Urin Sebelum Dan Setelah Puasa Pada Penyakit Ginjal Diabetik: Comparison of Urinary Creatinine Albumin Ratio Before and After Fasting in Diabetic Kidney Disease Desi Salwani Hasan; Maimun Syukri; Ummu Balqis; Rachmad Suhanda
Journal of Medical Science Vol 6 No 2 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i2.246

Abstract

Pembatasan asupan kalori selama berpuasa dapat menurunkan berat badan, namun juga memiliki risiko perburukan fungsi ginjal pada pasien dengan penyakit ginjal diabetik. Rasio albumin kreatinin merupakan salah satu penanda perburukan fungsi ginjal.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan rasio albumin kreatinin urin sebelum dan setelah berpuasa pada pasien penyakit ginjal diabetik. Penelitian ini merupakan penelitian cohort prospektif yang dilakukan mulai 1 Maret 2024-31 Mei 2024 di Poliklinik Endokrin dan poliklinik ginjal Hipertensi Rumah sakit dr Zainoel Abidin, melibatkan subyek penyakit ginjal diabetik yang menjalani puasa Ramadhan minimal 7 hari berturut, usia > 18 tahun, proteinuria +1 atau lebih berdasarkan urinalisis dan kriteria ekslusi adalah sindroma nefrotik atau penyaki glomerulus dan lupus eritematosus sistemik. Perbandingan kadar albumin kreatinin rasio sebelum dan setelah puasa Ramadhan menggunakan uji T-test berpasangan bila distribusi data normal dan uji Wilcoxon bila distribusi data tidak normal dengan tingkat signifikansi pengambilan keputusan pada p<0.05. Penelitian melibat 37 subyek dengan penyakit ginjal diabetik, laki laki lebih banyak dari Perempuan (54,1 %) dengan rerata usia 51,41±9,39 tahun. Median Rasio Albumin kreatinin sebelum puasa Ramadhan adalah 1359(10,57-12442) mg dan 1015(7,89-9764) mg setelah 7 hari menjalani puasa. Perbandingan rasio albumin kreatinin urin pada pasien penyakit ginjal diabetik sebelum dan sesudah puasa Ramadhan tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik dengan nilai P 0,140. Simpulan: terdapat penurunan rasio albumin kreatinin namun tidak berbeda secara statistik.