Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Terhadap Politik dan Demokrasi Pemilu Tahun 2024 di Desa Beringin Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan Paulus Robert Tuerah; Afrinal Afrinal; Kaksim Kaksim; Rus Yandi; Melvin Hariyanti Gea; Romi Mesra
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.9848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat Desa Beringin, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan terhadap politik dan demokrasi dalam konteks Pemilu 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipan. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk memastikan representasi berbagai kelompok dalam masyarakat. Temuan menunjukkan adanya sikap skeptis terhadap janji politik yang berlebihan, namun juga kesiapan menerima hasil pemilihan. Masyarakat menunjukkan kapasitas kritis dalam mengevaluasi program kampanye, dengan faktor religius dan nilai lokal masih berpengaruh signifikan. Terdapat potensi pasivitas dalam pengawasan pemerintah pasca pemilihan, mengindikasikan perlunya strategi untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi secara berkelanjutan
Persepsi Masyarakat Terhadap Politik dan Demokrasi Pemilu Tahun 2024 di Desa Beringin Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan Paulus Robert Tuerah; Afrinal Afrinal; Kaksim Kaksim; Rus Yandi; Melvin Hariyanti Gea; Romi Mesra
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.9848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat Desa Beringin, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan terhadap politik dan demokrasi dalam konteks Pemilu 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipan. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk memastikan representasi berbagai kelompok dalam masyarakat. Temuan menunjukkan adanya sikap skeptis terhadap janji politik yang berlebihan, namun juga kesiapan menerima hasil pemilihan. Masyarakat menunjukkan kapasitas kritis dalam mengevaluasi program kampanye, dengan faktor religius dan nilai lokal masih berpengaruh signifikan. Terdapat potensi pasivitas dalam pengawasan pemerintah pasca pemilihan, mengindikasikan perlunya strategi untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi secara berkelanjutan
Exploring Qibla Accuracy in Coffee Shops: A Study in Padang City Abdul Hafizh; Afrinal Afrinal
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 9 No. 2 (2024): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v9i2.852

Abstract

Determining the direction of the Qibla is essential before carrying out worship (prayer). This research, through a qualitative study, aims to determine and explore the accuracy of the Qibla direction in coffee shops in Padang City. Observations were carried out at ten coffee shops selected as research samples using several steps: firstly, the crowd of visitors; secondly, the existence of a prayer place in the coffeeshop; and thirdly, the direction or Qibla coordinates of the coffeeshop. The results of this research are as follows: First, coffee shop managers' understanding of the direction of Qibla varies, and more than half of the sample managers are unsure about the direction of Qibla. Second, calibration (recalculation) carried out at ten research locations indicated that the level of accuracy of the Qibla direction was still low. Calculating the Qibla direction at the coffee shop uses the Qibla azimuth (AK) method with coffee shop location coordinates and a GPS application to measure the accuracy of the Qibla direction and compare it with the Mizwala astronomical instrument. Third, Determining the Qibla direction in the coffee shop does not use accurate Qibla direction measurements. Coffee shop managers often rely on building developers or smartphone applications to determine the Qibla direction. Fourth, analysis of Qibla direction calibration in coffee shops shows two main factors: a lack of understanding and awareness of the importance of Qibla direction accuracy by coffee shop managers and the absence of a method for using accurate Qibla direction measurements.
Peran Regulasi di Nagari Dalam Kontek Adat: Nagari Sungai Talang Afrinal Afrinal; Supardi Dwimaputra; Faisal Efendi; Rani Rawisna; Nurlaila Nurlaila; Lili Suarni; Afrikal Candra
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/cmpwme29

Abstract

Aturan Nagari Sungai Talang yang berbasis lisan mengalami penurunan efektivitas akibat lemahnya penegakan sanksi dan perubahan norma sosial. Latar belakang masalah ini terlihat dari banyaknya pelanggaran aturan, seperti ketidakpatuhan terhadap larangan keluar malam bagi perempuan dan pelonggaran sanksi bagi pelaku zina (dari pengarakan menjadi denda material). Permasalahan ini diperparah oleh kurangnya dokumentasi tertulis dan minimnya pemahaman generasi muda terhadap nilai adat. Untuk mengatasi hal ini, diusulkan tiga langkah solutif: (1) kodifikasi aturan lisan menjadi dokumen resmi yang terstandarisasi, (2) revitalisasi sanksi adat dengan menyesuaikan tingkat pelanggaran, dan (3) sosialisasi intensif melalui forum musyawarah dan media digital. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat legitimasi aturan Nagari, meningkatkan kepatuhan warga, dan mengembalikan fungsi aturan sebagai penjaga ketertiban sosial. Metode pelaksanaannya meliputi: pendokumentasian aturan dengan Nagari,tokoh adat, Pemuda, Bundo Kanduang dan Bamus, penyusunan pedoman sanksi berjenjang, serta kampanye melalui kanal komunikasi pemuda. Hasil yang diharapkan mencakup terciptanya payung hukum tertulis, penurunan angka pelanggaran, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam penegakan aturan. Kesimpulannya, pendekatan multidimensi ini tidak hanya mengatasi kelemahan aturan lisan tetapi juga memperkuat ketahanan budaya Nagari terhadap dinamika perubahan sosial. Implementasi kegiatan diharapkan mampu menjadi model tata kelola adat berkelanjutan bagi nagari lainnya di Sumatera Barat.