Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Konstruksi Hukum Pidana terhadap Tindak Pidana Plagiarisme Karya Tulis Muhammad Maulani; Rini Apriyani; Ine Ventyrina
Referendum : Jurnal Hukum Perdata dan Pidana Vol. 2 No. 3 (2025): September : Referendum : Jurnal Hukum Perdata dan Pidana
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/referendum.v2i3.1128

Abstract

Plagiarism in scientific writing is a serious violation that not only harms the original creator but also undermines academic integrity, the development of scientific knowledge, and the credibility of educational institutions. This research aims to analyze the regulation of plagiarism acts based on the laws and regulations in Indonesia, as well as to build a firmer criminal law construction against acts of plagiarism within academic settings. This study employs a normative juridical method with a doctrinal approach, examining relevant laws and legal theories. The findings indicate that although plagiarism has been regulated in several legal instruments such as the Indonesian Penal Code (KUHP), Law Number 28 of 2014 on Copyright, Law Number 20 of 2003 on the National Education System, and the Regulation of the Minister of National Education Number 17 of 2010, the existing regulations tend to be administrative in nature and have not provided a sufficient deterrent effect. Therefore, a more comprehensive and implementable criminal law construction is needed to ensure the protection of scientific works and legal certainty in the enforcement of criminal sanctions against perpetrators of plagiarism. In addition, preventive efforts through academic ethics education, the implementation of plagiarism detection systems, and the strengthening of internal policies within universities are also important steps that must be optimized.
Peningkatan Kompetensi Digital Guru PAI Melalui Pemanfaatan Tools Artificial Intelligence Mustafa Kamal; Dwi Noviani; Muhammad Maulani; Aidillah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5714

Abstract

This study examines the potential use of Artificial Intelligence (AI) tools in improving the digital competence of Islamic Religious Education (PAI) teachers through a library research approach. Using systematic documentation techniques and content analysis, this study analyzes various literature, documents, and research results related to the implementation of AI in teacher professional development, especially in the context of Islamic education. Data were collected from reputable journals, reference books, and education policy documents in the period 2019-2024. The results of the analysis indicate that AI tools have significant potential in improving four aspects of PAI teachers' digital competence: digital literacy, learning content development, digital classroom management, and technology-based learning evaluation. The research findings also reveal challenges in implementing AI, such as the digital divide, resistance to change, and ethical considerations in the context of Islamic education. This study provides theoretical contributions to the development of an AI integration framework in improving the competence of PAI teachers, as well as providing practical implications for education policy makers and PAI practitioners in optimizing the use of AI technology for teacher professional development.
5. Analisis Lingkungan Strategis Pulau Miangas, Pulau Terluar Indonesia Bagian Utara Ice Fahmi; Tri Soelistyo; Muhammad Maulani; Dessy Natalia; Nugroho Adi Sasongko; Donny Yoesgiantoro
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 1 No 3 (2022): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v1i3.6

Abstract

Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, pulau-pulau di perbatasan memiliki peran yang sangat penting. Berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional (United Nations Convention on the Lawpof the Sea) 1982 pasal 47 ayat 1, negara kepulauan berhak menarik garis pangkal kepulauan (archipelagic baseline) sebagai dasar pengukuran wilayah perairannya dari titik-titik terluar pulau-pulau terluarnya. Dengan kata lain, pulau-pulau kecil ini turut menentukan batas-batas kedaulatan NKRI. Apabila Pulau Miangas lepas dari NKRI, maka Bangsa Indonesia akan kehilangan wilayah laut yang luas berikut sumber daya yang terkandung di dalamnya. Pemerintah juga telah melihat ancaman berupa kekhawatiran Indonesia akan perubahan orientasi warga Miangas, dan peluang berupa destinasi baru untuk pariwisata Indonesia. Oleh sebab itu Pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait pembangunan pulau terluar Indonesia sebagai beranda negara. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga melakukan pengembangan di wilayah perbatasan utara tersebut untuk melindungi dan menjaga lingkungan strategis Indonesia baik dalam aspek militer, politik, ekonomi dan sosial demi memenuhi kepentingan nasional Indonesia
6. Bahan Bakar Hayati Sebagai Pengganti Bahan Bakar Fosil (Biofuel : Biodiesel, Bioethanol, BioAvtur, Green Diesel, Green Gasoline, Green Avtur) Ice Fahmi; Tri Soelistyo; Muhammad Maulani; Nugroho Adi Sasongko; Donny Yoesgiantoro
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 1 No 3 (2022): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v1i3.7

Abstract

Pada saat ini kehidupan manusia tidak lepas dari penggunaan energi minyak bumi, dimana hampir setiap lini kehidupan tidak lepas dari penggunaan minyak bumi. Baik untuk sarana transportasi baik itu transportasi darat, laut maupun udara, namun kita telah menyadari bahwa ketersediaan bahan bakar dari bahan fosil semakin menipis, sehingga diperlukan bahan alternatif pengganti bahan bakar fosil, karena konsumsi bahan bakar minyak terus meningkat. meningkat dari waktu ke waktu. ketersediaan pasokan minyak dari fosil ketersediaan sisanya terbatas, kekurangan minyak Indonesia adalah kemungkinan nyata. Akibatnya, Indonesia harus mengimpor minyak mentah dan minyak bumi untuk bahan baku kilang. Produk yang memenuhi kebutuhan energi di masyarakat. Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi yang besar. Kemungkinan biomassa atau sumber daya terbarukan digunakan sebagai bahan bakar nabati untuk biodiesel dan bioetanol (etanol) dimana bahan baku produk bahan bakar tersebut tersedia dan dapat diperbaharui. Oleh karena itu, diversifikasi energi Untuk mengurangi minyak, biofuel perlu diperkenalkan sebagai alternatif konsumsi minyak, terutama di sektor transportasi. Akibatnya, dibutuhkan lahan untuk menanam kelapa sawit untuk pasokan bahan baku biodiesel dan sekitarnya. Kami menanam singkong dan menyediakan bahan baku bioetanol. Tujuannya adalah untuk menantang penggunaan biofuel sebagai pelopor bahan energi alternatif. Sehingga ke depan dimungkinkan penggunaan biofuel sebagai bahan bakar utama karena selain tingkat polusi CO2 yang minimal, perkebunan kelapa sawit dengan siklus peremajaan tanaman 30 tahun merupakan paru-paru dunia yang dapat menyerap CO2, sehingga dapat dipastikan bahwa penggunaan bahan bakar biofuel alternatif ini adalah bahan bakar yang tepat.
7. Pengaruh Kebijakan DMO Batubara Terhadap Ketahanan Energi Nasional dalam Mendukung Pertahanan dan Keamanan Negara Ice Fahmi; Tri Soelistyo; Muhammad Maulani; Fajar Gunawan Afandi; Nugroho Adi Sasongko; Donny Yoesgiantoro
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 1 No 3 (2022): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v1i3.8

Abstract

Indonesia saat ini masih mengandalkan batubara sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik pada skala nasional. Hal tersebut terjadi karena Indonesia masih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai pembangkit listrik utama. Dengan begitu peran batubara menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di Indonesia. Listrik merupakan aspek penting mengingat hampir seluruh kegiatan manusia saat ini membutuhkan sumber daya listrik. Kekurangan pasokan listrik dapat berakibat fatal seperti pemadaman listrik di beberapa wilayah sehingga menghambat kegiatan perdagangan maupun produktivitas perusahaan di wilayah tersebut. Kebijakan DMO berpengaruh pada tingkat ketahanan energi nasional. Kebijakan DMO batubara juga mendukung pertahanan dan keamanan nasional melalui terjaminnya pasokan listrik melalui pemenuhan kebutuhan pasokan batubara di pasar domestik. Oleh sebab itu kebijakan DMO batubara merupakan langkah strategis untuk mendukung ketahanan energi nasional dan pertahanan dan keamanan negara.
7. Sintesis Senyawa Turunan Aseton Peroksida Sebagai Material Energetik Yang Potensial Untuk Bahan Peledak/Bom Pada Lingkungan Berair Tri Soelistyo; Hengki Sudjatmoko; Muhammad Maulani; Tarya Risnandar; Ivan Septiana Ramadhan; Tati Setriawati; Ice Fahmi; Bagas Aji Bawono
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 1 No 2 (2022): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Kedua
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v1i2.22

Abstract

Senyawa turunan aseton peroksida (3,3-Dimethyl-1,2-dioxacyclopropane) didapatkan dengan mereaksikan aseton dan hidrogen peroksida memiliki spesifikasi dapat meledak dalam lingkungan berair sehingga menjadi material energetik yang potensial sebagai bahan peledak pada lingkunganberair. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang sintesis TCAP dan DCAP, dan sifat fisiko-kimia kedua bahan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan randemen produk sebesar 59,48% untuk senyawa DCAP dan 57,12% untuk senyawa TCAP. Pengujian uji ledak di lingkungan berair dapat terinisiasi dengan baik pada inisiasi elektrik dengan kondisi 9 Volt dan 0,21Ampere.
3. Formulasi Fire Extinguisher Agent Untuk Water Container Bombing Dan Tes Kemampuannya Pada Api Lahan Gambut Tri Soelistyo; Hengki Sudjatmoko; Muhammad Maulani; Tarya Risnandar; IvanSeptiana Ramadhan; Tati Setriawati; Ice Fahmi; Bagas Aji Bawono
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 1 No 1 (2022): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Pertama
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v1i1.45

Abstract

Penelitian ini memfokuskan untuk meningkatkan peforma dari watercontainer bombing, dengan menambahkan chemical agent sebagai isiannyasehingga kebakaran lahan gambut dapat diatasi tanpa munculnya re-ignitepada titik api. Dari penelitian ini didapatkan chemical agent berdasarkan metodepemadamannya yaitu sodium carbonate dan ammonium carbonate sebagai CO2agent, sodium dodecyl sulphate sebagai foaming agent serta air dan ammoniumcarbonate sebagai cooling agent. Didapatkan volume CO2teoritis yang dihasilkanformula standar sistem chemical agent melalui persamaan Van der Waals pendekatanpengulangan Newton-Raphson sebesar 24,361 Liter.