Agustina Rahmi
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

STRATEGI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU DALAM MEMPERTAHANKAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DI SD HASBUNALLAH DAN SD PLUS KABUPATEN TABALONG Rahman A.; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2025): Mei - Oktober 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main focus of this research is to explore how school principals design strategies to maintain consistent academic quality, and how teachers’ motivation serves as an essential driving force in ensuring the learning process remains effective and meaningful. The study employed a qualitative method with a case study approach in two private primary schools in Tabalong Regency. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and then analyzed descriptively through processes of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that school principals act as transformational leaders who not only manage school administration but also foster a culture of quality, encourage teacher professionalism, and create a conducive learning environment. On the other hand, teachers’ motivation both intrinsic and extrinsic plays a decisive role in keeping the learning process engaging, innovative, and student-centered. The synergy between these two factors has been proven to sustain and even enhance students’ academic achievement over the years. This study emphasizes that leadership strategies and teacher motivation are inseparable in maintaining educational quality. The findings are expected to provide practical contributions for school principals, teachers, and policymakers in formulating sustainable strategies to preserve academic achievement in primary schools
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN BUDAYA RELIGIUS: STUDI KASUS DI SMP HASBUNALLAH DAN SMPIT ASHABUL KAHFI Akhmad Tabe’i; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4587

Abstract

Kepemimpinan transformasional, kepala sekolah, budaya religius, pendidikan Islam, studi kualitatif Penguatan budaya religius di lingkungan sekolah menjadi kebutuhan strategis dalam merespons tantangan kemerosotan nilai dan karakter peserta didik di tengah dinamika era modern. Dalam konteks ini, kepala sekolah memiliki posisi kunci dalam membangun dan menginternalisasikan nilai-nilai religius melalui pola kepemimpinan yang tidak terbatas pada fungsi administratif, melainkan bersifat transformatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam memperkuat budaya religius di SMP Hasbunallah dan SMPIT Ashabul Kahfi Tabalong, dengan menitikberatkan pada peran visi religius, keteladanan kepemimpinan, serta pengelolaan budaya religius yang dilakukan secara sistematis. Fokus pertanyaan penelitian diarahkan pada bagaimana kepemimpinan transformasional dijalankan oleh kepala sekolah serta sejauh mana kepemimpinan tersebut berkontribusi terhadap terbentuknya budaya religius dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, dilengkapi dengan observasi terhadap pelaksanaan kegiatan religius di lingkungan sekolah serta analisis terhadap dokumen kelembagaan yang relevan. Proses analisis data dilakukan dengan menerapkan analisis tematik yang meliputi tahap reduksi data, penyusunan dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berulang, sehingga memungkinkan pemahaman yang komprehensif dan mendalam terhadap fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berkontribusi secara signifikan terhadap penguatan budaya religius di lingkungan sekolah. Kepala sekolah berperan aktif dalam menggerakkan perubahan budaya melalui penyusunan visi religius yang disepakati bersama, penanaman nilai-nilai keagamaan melalui keteladanan pribadi, serta pembentukan sistem sekolah yang mendukung pembiasaan religius secara berkelanjutan. Budaya religius tidak hanya tampak dalam kegiatan yang bersifat formal dan seremonial, tetapi telah terintegrasi dalam praktik keseharian seluruh warga sekolah. Temuan ini memperkaya kajian kepemimpinan pendidikan Islam dengan menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional efektif dalam membangun budaya religius yang kuat dan berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi kepemimpinan transformasional bagi kepala sekolah serta mendorong pengembangan penelitian selanjutnya dengan pendekatan metodologis dan cakupan konteks yang lebih luas.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PELUANG KERJA LULUSAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI MELALUI ADAT BASOPAN DI SMK NEGERI 1 TANJUNG Enok Suci Hartini; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan peluang kerja lulusan di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui penguatan nilai adat basopan di SMK Negeri 1 Tanjung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tuntutan dunia kerja yang tidak hanya menekankan penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga kompetensi nonteknis berupa sikap, etika, dan karakter kerja yang selaras dengan budaya industri. Adat basopan sebagai kearifan lokal dipandang relevan untuk membentuk karakter lulusan yang beretika, disiplin, dan profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK), peserta didik, alumni, dan perwakilan DUDI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan peluang kerja lulusan diimplementasikan melalui Kepemimpinan Transformasional yang mengimplementasikan nilai Adat basopan ke dalam budaya sekolah, proses pembelajaran, serta kemitraan dengan DUDI. Kepala Sekolah berperan sebagai teladan (idealized influence), penggerak visi bersama (inspirational motivation), pendorong inovasi program sekolah (intellectual stimulation), dan pembina pengembangan individu peserta didik (individualized consideration). Implementasi strategi ini berdampak pada terbentuknya sikap kerja lulusan yang lebih disiplin, sopan, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap lingkungan kerja industri, sehingga meningkatkan kepercayaan DUDI dan memperluas peluang penyerapan lulusan ke dunia kerja. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional berbasis nilai kearifan lokal Adat basopan merupakan strategi efektif dalam meningkatkan daya saing dan peluang kerja lulusan SMK. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kepemimpinan pendidikan vokasi serta kontribusi praktis bagi kepala sekolah dalam merancang strategi peningkatan link and match antara SMK dan DUDI.
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL KAYUH BAIMBAI UNTUK PENGUATAN KARAKTER ISLAMI DI TK ISLAM TERPADU AZ ZAHRA MURUNG PUDAK Ernia Novianty; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4591

Abstract

Riset ini difokuskan untuk mengkaji secara mendalam penerapan kepemimpinan kepala sekolah yang berlandaskan nilai kearifan lokal Kayuh Baimbai dalam upaya memperkuat pembentukan karakter Islami pada peserta didik di TK Islam Terpadu Az Zahra Murung Pudak dengan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam, pengamatan langsung, dan penelaahan dokumen yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Kerangka teoretis penelitian ini bertumpu pada teori kepemimpinan transformasional sebagai grand theory, teori kepemimpinan partisipatif dan teori internalisasi nilai sebagai middle theory, serta teori kepemimpinan berbasis kearifan lokal sebagai applied theory. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di TK Islam Terpadu Az Zahra Murung Pudak diwujudkan melalui pola kepemimpinan kolektif dan partisipatif yang menekankan teladan moral dan sosial, manajemen sekolah yang berlandaskan musyawarah, serta penguatan budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi antar warga sekolah. Nilai-nilai Kayuh Baimbai yang diterapkan meliputi kebersamaan dan gotong royong, musyawarah dan konsensus, tanggung jawab kolektif, harmoni dan kekeluargaan, serta keteguhan dalam menjaga nilai budaya lokal. Penerapan kepemimpinan tersebut berdampak positif terhadap penguatan karakter Islami anak, yang tercermin dalam pembiasaan nilai religius, pembentukan akhlak dan moral Islami, penguatan karakter sosial, kemandirian dan disiplin, serta terbentuknya budaya sekolah Islami. Faktor yang menunjang penerapan kepemimpinan Kayuh Baimbai mencakup komitmen serta loyalitas dari internal sekolah disertai dukungan dari orang tua dan masyarakat sekitar, sementara faktor penghambat muncul dari tuntutan adaptasi terhadap perubahan serta kebutuhan pengembangan inovasi secara berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan kepemimpinan transformasional dengan kearifan lokal Kayuh Baimbai dalam ranah pendidikan anak usia dini yang dirancang sebagai strategi kontekstual dan berkelanjutan untuk memperkuat pembentukan karakter Islam.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH MELALUI PERAN HUMAS DALAM MENDORONG KETERSERAPAN LULUSAN PADA DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI BERLANDASKAN NILAI SARABAKAWA DI SMKN 1 PUGAAN Fitria Mahriati; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4593

Abstract

Pendidikan menengah kejuruan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja. Namun demikian, tingkat keterserapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, terutama di wilayah nonperkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam strategi kepemimpinan kepala sekolah melalui optimalisasi peran hubungan masyarakat (humas) dalam mendorong keterserapan lulusan pada dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang berlandaskan nilai kearifan lokal Saraba Kawa di SMK Negeri 1 Pugaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap program kemitraan, tracer study lulusan, serta arsip kerja sama industri. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang menerapkan fungsi manajerial secara sistematis, meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan evaluasi, mampu mengoptimalkan peran humas sebagai jembatan strategis antara sekolah dan DUDI. Integrasi nilai Saraba Kawa memperkuat etos kerja, ketangguhan, dan semangat kolaboratif warga sekolah serta meningkatkan kepercayaan mitra industri terhadap kompetensi lulusan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model kepemimpinan sekolah vokasi berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan keterserapan lulusan.
STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL GAWI MANUNTUNG Huzalifah Liani; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4597

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi peningkatan mutu pendidikan melalui pengelolaan sumber daya manusia dengan kearifan lokal Gawi Manuntung di SMA Negeri 1 Haruai Kabupaten Tabalong. Fokus penelitian diarahkan pada tiga hal, yaitu pengelolaan sumber daya manusia, penerapan nilai-nilai Gawi Manuntung dalam lingkungan sekolah, serta integrasi antara pengelolaan sumber daya manusia dan nilai lokal dalam membentuk strategi peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru senior, guru junior, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di SMA Negeri 1 Haruai dilaksanakan melalui pembagian tugas yang jelas, pengembangan kompetensi guru, penilaian kinerja berbasis pembinaan, serta kolaborasi kerja yang konsisten. Penerapan nilai Gawi Manuntung terlihat dalam kebiasaan kerja tuntas, tanggung jawab, disiplin, dan kebersamaan yang dijalankan oleh seluruh warga sekolah melalui praktik kerja sehari-hari. Integrasi antara sistem pengelolaan sumber daya manusia dan nilai Gawi Manuntung membentuk pola kerja sekolah yang tertib, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian tugas hingga selesai. Analisis SWOT menunjukkan bahwa keselarasan nilai lokal dengan prinsip manajemen mutu Deming dan Juran menjadi kekuatan utama, sementara ketergantungan pada individu dan keterbatasan dokumentasi menjadi kelemahan yang perlu diperkuat secara sistemik. Kontribusi penelitian ini terletak pada temuan bahwa kearifan lokal Gawi Manuntung berfungsi sebagai praktik kerja kolektif yang memperkuat sistem manajemen mutu pendidikan, bukan sebagai simbol budaya atau muatan seremonial. Penelitian ini memperkaya kajian manajemen mutu pendidikan dengan menunjukkan bahwa integrasi pengelolaan sumber daya manusia dan nilai lokal mampu membentuk strategi peningkatan mutu pendidikan yang konsisten dan bermakna dalam kehidupan sekolah.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PENCAPAIAN KINERJA PENDIDIK MELALUI NILAI KAYUH BAIMBAI DI SMK NEGERI 2 TANJUNG KABUPATEN TABALONG Lamia Mahmudah; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4600

Abstract

Riset ini difokuskan guna mengidentifikasi serta menganalisis pengelolaan sumber daya manusia. Dalam upaya mewujudkan kinerja pendidik yang optimal melalui penginternalisasian nilai kearifan lokal Kayuh Baimbai di SMK Negeri 2 Tanjung, Kabupaten Tabalong. Dengan pendekatan kualitatif yang diklasifikasikan ke dalam jenis penelitian deskriptif. Proses penghimpunan data dilaksanakan melalui teknik wawancara secara mendalam, kegiatan observasi langsung, serta telaah dokumentasi, dengan melibatkan informan kunci yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta para tenaga pendidik. Kerangka teoritis penelitian ini bertumpu pada teori human capital sebagai grand theory, berikutnya sebagai middle theory yakni teori manajemen sumber daya manusia dan teori manajemen kinerja, serta teori kompetensi kinerja pendidik berbasis kearifan lokal sebagai applied theory. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perencanaan manajemen sumber daya manusia di SMK Negeri 2 Tanjung telah diimplementasikan melalui pendekatan yang bersifat partisipatif serta strategis, dengan memposisikan tenaga pendidik sebagai aset utama (human capital) dalam organisasi sekolah. Pengorganisasian sumber daya manusia dilakukan secara kolaboratif berbasis kompetensi dan nilai kebersamaan, sehingga pembagian tugas dan peran pendidik berjalan secara proporsional. Pelaksanaan manajemen sumber daya manusia diarahkan pada pengembangan kompetensi pendidik secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan pembinaan dan pengembangan profesional. Evaluasi kinerja pendidik dilaksanakan secara humanis dan berorientasi pada pembinaan melalui supervisi akademik, refleksi bersama, serta pemanfaatan sistem penilaian kinerja berbasis aplikasi. Nilai Kayuh Baimbai terinternalisasi dalam seluruh tahapan manajemen sumber daya manusia, tercermin dalam praktik kerja sama, gotong royong, musyawarah, dan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai Kayuh Baimbai dalam manajemen sumber daya manusia mampu mendukung pencapaian kinerja pendidik secara berkelanjutan serta memperkuat budaya kerja kolaboratif di lingkungan sekolah.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL GAWI MANUNTUNG DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS SUPERVISI AKADEMIK DI SMAN 3 TANJUNG Nining Setyaningsih; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4602

Abstract

Penelitian ini didorong oleh peran kepemimpinan yang bukan hanya untuk administrasi tetapi lebih untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya lokal yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi kepemimpinan kepala sekolah, sesuai dengan pengetahuan lokal Gawi Manuntung, dapat meningkatkan efektivitas supervisi akademik di SMAN 3 Tanjung. Pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian kualitatif ini. Wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi partisipan digunakan untuk mengumpulkan data. Proses analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjamin validitas temuan, dilakukan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepala SMAN 3 Tanjung mengintegrasikan nilai Gawi Manuntung yang bermakna bekerja keras dengan semangat kebersamaan hingga tuntas ke dalam setiap tahapan supervisi akademik. (2) Kepemimpinan berbasis kearifan lokal ini berkontribusi positif  meningkatkan efektivitas supervisi, Hal ini dibuktikan oleh kualitas proses pengajaran dan pembelajaran di kelas serta meningkatnya kedisiplinan para pengajar dalam menciptakan sumber belajar. (3) Faktor kunci keberhasilan terletak pada pendekatan humanis dan kolaboratif yang menciptakan etos kerja profesional tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai kearifan lokal dalam manajemen sekolah mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan meningkatkan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini merekomendasikan agar para pemangku kebijakan pendidikan dapat mengadopsi model kepemimpinan berbasis budaya ini sebagai salah satu strategi dalam memperkuat fungsi supervisi akademik di sekolah.
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL BADAMAI DI SMAN 3 TANJUNG Rabiatul Fitriah; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pendidikan karakter berbasis nilai kearifan lokal Badamai di SMA Negeri 3 Tanjung. Nilai Badamai merupakan kearifan lokal masyarakat Banjar yang menekankan prinsip musyawarah, toleransi, gotong royong, dan harmoni sosial, yang relevan dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Proses analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjamin validitas temuan, dilakukan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penelitian mengenai pendidikan karakter telah banyak dilakukan, sebagian besar masih berorientasi pada pendekatan normatif dan nilai universal tanpa mengintegrasikan kearifan lokal sebagai basis pengelolaan pendidikan secara sistematis. Kajian tentang kearifan lokal Badamai umumnya terbatas pada aspek sosial-budaya masyarakat Banjar dan belum banyak dieksplorasi dalam lingkup manajemen pendidikan karakter di sekolah menengah atas, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi. Selain itu, belum ditemukan model empiris yang secara komprehensif menggambarkan bagaimana nilai Badamai dapat diintegrasikan ke dalam fungsi manajemen pendidikan untuk membentuk karakter peserta didik secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang mengkaji manajemen pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Badamai sebagai strategi kontekstual dalam merespons dampak globalisasi di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Badamai di SMA Negeri 3 Tanjung telah dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Nilai-nilai Badamai terintegrasi ke dalam visi dan misi sekolah, kurikulum, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, budaya sekolah, serta kegiatan pembiasaan dan ekstrakurikuler. Faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang keluarga, pengaruh lingkungan luar sekolah, keterbatasan waktu pembinaan, dan variasi karakter siswa.  Implementasi pendidikan karakter dilakukan melalui internalisasi moral knowing, moral feeling, dan moral action dengan dukungan seluruh warga sekolah dan masyarakat. Evaluasi dan tindak lanjut dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pengamatan perilaku siswa dan refleksi bersama guru, komunikasi orang tua, dan penguatan kegiatan pembinaan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Badamai efektif dalam membentuk karakter peserta didik dan berpotensi dikembangkan sebagai inovasi pendidikan karakter berbasis budaya lokal.