p-Index From 2021 - 2026
9.994
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA MELALUI KONSELING INDIVIDU DENGAN TEKNIK BEHAVIORAL KONTRAK DI SMP NEGERI 6 KANDANGAN Khairunnisa, Khairunnisa; Madihah, Husnul; Nurmiati, Nurmiati
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.575 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v5i1.1827

Abstract

This study is linked up by a low- profile discipline of a low- tempered student of disorient students, which is market in the first class of education, not attending to the eye of the class, not to be held, not to be responsible, to be in the middle, of the class of no time, to be in the middle of the school, to be in the school, leaving the school without permission, and not to wear uniforms and attributes according to the terms. The behavior shows a student of students who conduct a student of the grave scientific violations that need to be done with the research of the dignity of the public class of the 2018/2019 years. Which is the purpose of the words resources, wich is the purpose of the world study of investigation of the student of the student of the worlds studies, which is the research of the investigative of the experimental  expert experimental with the decisive behavioral of the decisive one of the pretest theme of pretest-poststust. The sample that the guard was taken into this study was two students from a class of viku high school in six-time resources, the battlements of the imperial dealers were in the same book of the unexpected, the observation of the unearthorial contract (pretest-poststust), data technique using using interviews using interviews, the observation, observation and documentation, results of the discipline and the behavial dealer with the behavioral contract is 46,50 and after following the individual counsellors biology of the contract is 81,50. According to the test result thitung =22,136 by the degree of freedom (df) 1 then compered to ttabel 0.05 = 6,134 with the price povisions thitung bigger than ttabel ( 22,135 ≥ 6,314),then Ha roger that and Ho dropping.
BIMBINGAN KONSELING DAN PERILAKU SISWA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER (STUDI DI MTS MUHAMMADIYAH 3 AL-FURQAN BANJARMASIN) Husnul Madihah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 1, No 2 (2015): December, 2015
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v1i2.368

Abstract

Penelitian tentang bimbingan dan konseling dan perilaku siswa ( studi di Mts Muhammadiyah 3 Al-furqan Banjarmasin), bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi bimbingan dan konseling dan perilaku siswa dalam pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kualitatif yang bersifat deskriftif. Tempat penelitian ini di Mts Muhammadiyah 3 Al-furqan Banjarmasin. Objek penelitian ini adalah bimbingan dan konseling dan perilaku siswa dan pendidikan karakter. Penelitian ini digali menggunakan teknik observasi dan wawancara. Dari analisa hasil penelitian ini adalah pelaksanaan yang diberikan sudah berjalan sesuai dengan program harian yang direncanakan sebelum memberikan layanan kepada siswa. Faktor-Faktor yang mempengaruhi bimbingan dan konseling dan perilaku siswa dalam pendidikan karakter siswa  adalah faktor perkembangan dan pendidikan ditemukan pada kenyataan-kenyataan yang menunjukkan perlunya layanan bimbingan dan konseling dalam pendidikan.Demokratisasi pendidikan, Perubahan sistem pendidikan., Perluasan program pendidikan, Pendidikan karakter sangat penting diterapkan demi mengembalikan karakter bangsa Indonesia yang sudah mulai luntur. Dengan dilaksanakannya pendidikan karakter di sekolah dasar, diharapkan dapat menjadi solusi atas masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah dapat dilaksanakan pada ranah pembelajaran (kegiatan pembelajaran), pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar, kegiatan kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat.
STRATEGI PERENCANAAN ALUMNI DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PERGURUAN TINGGI (SUATU STUDI KASUS) Husnul Madihah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.645 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i3.6535

Abstract

Alumni sebagai bagian output tentunya memiliki peranan yang penting terhadap suatu lembaga pendidikan. Perguruan Tinggi mampu berperan dalam berbagai bidang lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Strategi Perencanaan Alumni ini berupa layanan bimbingan karir, pendataan alumni, perencanaan program. Layanan bimbingan karir dilaksanakan agar memudahkan alumni akses informasi layanan, sehingga terciptanya kerjasama dengan berbagai institusi seperti lembaga-lembaga perbankan dan institusi lainnya, mengkoordinasikan pelayanan jaringan kerja kepada alumni. Bimbingan karir juga dapat dipakai sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus dilihat sebagai bagaian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi. Perguruan tinggi telah melakukan pendataan alumni melalui tracer study dengan tujuan untuk mengevaluasi output atau outcome Perguruan Tinggi, memperoleh informasi kesuksesan lulusan dalam karir, status pendapatan, serta relevansi antara pengetahuan dan keterampilan lulusan dengan pekerjaannya, sebagai tanggungjawab perguruan tinggi dalam menyiapkan peserta didik untuk menghadapi dunia kerja pada masa yang akan datang, sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran. Perguruan Tinggi sudah melaksanakan perencanaan alumni  secara efektif dan efesien agar sesuai dengan kebutuhan lembaga dalam membantu terwujudnya suatu tujuan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING riska Aprilia; Husnul Madihah; Didi Susanto
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.735 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v3i3.1232

Abstract

Menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa adalah penting, hal ini dikarenakan kemampuan komunikasi interpersonal merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap diri siswa. Oleh sebab itu, siswa harus memiliki kemampuan berkomunikasi interpersonal yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas XI SMA Korpri Banjarmasin sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik assertive training, (2) mengetahui mengetahui layanan bimbingan kelompok dengan teknik assertive training efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas XI SMA Korpri Banjarmasin. Penelitin ini merupakan penelitian pre eksperimen design dengan jenis rancangan one group pretest and posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI SMA Korpri Banjarmasin. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 8 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase dan uji wilcoxon. Dari perhitungan diperoleh deskripsi tingkat kemampuan komunikasi interpersonal siswa sebelum mendapatkan layanan bimbingan kelompok teknik assertive training memperoleh skor rata-rata 198,37 dengan persentase 51% dan setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok teknik assertive training memperoleh skor 285,37 dengan persentase 73%. Jadi ada peningkatan sebesar 22%. Dari hasil perhitungan Uji Wilcoxon berbantuan SPSS 24 diperoleh data nilai Zhitung (2.524) > Ztabel (1.654) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal siswa melalai layanan bimbingan kelompok dengan teknik assertive training pada siswa kelas XI SMA Korpri Banjarmasin.
Strategi Guru Bimbingan Dan Konseling Mengatasi Masalah Siswa Merokok di SMA Negeri 1 Anjir Muara Rohani Rohani; Husnul Madihah; Aminah Aminah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.577 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6449

Abstract

Adanya larangan merokok bagi siswa yakni wujud kebijakan berwawasan kesehatan yang ditetapkan oleh sekolah. Pemasangan poster larangan merokok yang di lakukan pihak sekolah SMA Negeri 1 Anjir Muara yakni bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung dari segi fisik, segi non fisik diupayakan melalui konseling oleh guru BK serta pengawasan oleh guru mata pelajaraan juga.Metode penelitian kualitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, dipakai untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah Berdasarkan penelitian yang telak dilaksanakan sebagai judul “ strategi guru bimbingan dan konseling mengatasi masalah siswa merokok di SMA Negeri 1 Anjir Muara”.dapat di ambil kesimpulan makasanya strategi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan kepada siswa yang bermasalah merokok di SMA Negeri 1 Anjir Muara guru bimbingan dan konseling telah mengatasi siswa merokok dengan memberikan strategi yaitu berupa layanan, baik itu layanan bimbingan kelompok, layanan individual maupun yang lain karena ini semua tergantung tingkat permasalahan siswa sendiri yang mana akan dipakai.Tidak hanya strategi saja tetapi faktor yang harus kita ketahui sebagai guru bimbingan dan konseling karena timbulnya permasalahan siswa di akibatkan dari segi faktor, faktor sendiri banyak tetapi faktor berasalkan dari lingkungan, karena dari lingkungan lah terbentuknya. Ada beberapa faktor siswa merokok yang pertama dari lingkungan keluarga kenapa dari lingkungan keluarga karena dari dia melihat bagian dari keluarganya merokok maka menurut pemikiran siswa maka dia berani mencontoh bagian dari bagian keluarganya untuk ikut merokok juga, kedua dari faktor iklan kebanyakan dari siswa yang penasaran akan iklan merokok maka dia berani untuk mencuba merokok dan akhirnya menjadi keterusan. Kemudian dari teman awalnya teman yang menawarkan rokok kepada yang lain kemudian siswa lain mencuba dan akhirnya juga keterusan dalam merokok karna merasa nyaman mengunakan rokok.
Pelatihan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (MSD) Bidang Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Formal Madrasah Aliyah Di Kota Banjarmasin husnul madihah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i2.2695

Abstract

Permasalahan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan permasalahan yang penting dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling pada lembaga pendidikan formal, karena permasalahan yang dihadapi bukan saja masalah sarana prasarana, metode, tehnik, dan media layanan, tetapi permasalahan sumber daya manusia sebagai tenaga professional yang menjalankan pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling dalam rangka mengoptimalkan perkembangan peserta didik agar perkembangan peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangnya. Pada prinsipnya tidak ada satuan pendidikan yang tidak membutuhkan  pengelolaan sumber daya manusia yang bisa dikenal dengan istilah Human Resource (HR). Pada bidang Human Resource yang bertanggung jawab dalam mengurus berbagai kebutuhan satuan pendidikan berkaitan dengan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Metode: metode berupa modul, meliputi pembelajaraan: 1. Mulai diri sendiri, 2. Eksplorasi Konsep, 3. Diskusi, yaitu meliputi pelaksanaan pemetaan dan analisis permasalahan, perencanaan program, desain program pemberdayaan sumber daya manusia bidang bimbingan dan konseling pada satauan pendidikan Formal. Hasil: Guru Bimbingan dan Konseling mampu merefleksikan pengalamannya tentang program pemberdayaan di sekolah yang berdampak pada murid, GBK  memahami bentuk-bentuk program pemberdayaan SDM bidang Bimbingan dan Konseling di madrasyah/sekolah, GBK mengidentifikasi tahapan membuat program pemberdayaan SDM bidang Bimbingan dan Konseling di madrasyah/sekolah, GBK memahami proses perencanaan program sampai dengan pelaporan dengan menggunakan strategi Monitoring, Evaluasi, Learning dan Reporting (MELR) dan mengidentifikasi manajemen Pemberdayaan dari sebuah program pemberdayaan SDM bidang Bimbingan dan Konseling di madrasah/sekolah. Diskusi: GBK mengasah keterampilannya dalam menganalisis kasus dengan menggunakan manajemen Pemberdayaan SDM.
PELATIHAN MINDFULLNESS COUNSELING BAGI GURU BK UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PASCA PANDEMI BAGI REMAJA DI MTS MUHAMMADIYAH 3 AL FURQON Farial Farial; Eka Sri Handayani; Husnul Madihah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 2 (2022): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i2.7944

Abstract

Indonesia mulai perlahan-perlahan tapi pasti mencoba untuk menerapkan pembelajaran di dalam kelas seperti semula dengan protokol kesehatan. Keadaan ini membuat banyak peserta didik mengalami kecemasanKehadiran dan peran guru BK di sekolah sangat membantu dalam mengurangi tingkat kecemasanpeserta didik di sekolah.  Banyak hal yang dapat dilakukan oleh guru BK seperti memberikan bimbingan dan memberi bantuan konseling bagi siswa yang sedang mengalami stress maupun yang tidak. Dalam situasi seperti ini, peran guru BK sangat diperlukan dalam membantu siswa mengendalikan diri sendiri untuk mengurangi tingkat kecemasan.Cemas merupakan suatu kondisi psikologis yang wajar dirasakan oleh individu ketika merasa adanya ancaman pada hal belum jelas. Melalui rasa cemas, individu mampu bertahan duru, mengelola emosi negatif yang terjadi hingga berani mengatasi rasa cemasnya. Namun, kecemasan yang dirasakan secara terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari individu (tidak bersosialisasi dan merawat diri dengan baik) merupakan gejala dari terjadinya gangguan kecemmasan individu yang mengalami gangguan kecemasan tentu dapat menurunkan kondisi sehat mentalnya.Adanya pelatihan ini adalah sebagai salah satu penguatan agar para guru BK semakin menunjukkan kualitas bimbingan kepada para peserta didik, sehingga permasalahan apapun yang dialami dapat diatasi dan diselesaikan dengan baik.
Manajemen Sumber Daya (MSD) Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Formal Husnul Madihah; Jarkawi Jarkawi
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 4 No. 2 (2022): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bocp.v4i3.329

Abstract

The focus of this research is Human Resource Management in the field of guidance and counseling in formal education units by studying about human resource planning, recruitment, career development of guidance and counseling teachers. Furthermore, it focuses more on obstacles and support in the management of human resources, both for education unit leaders and even more so for guidance and counseling teachers. The purpose of this research is to cover; 1) Describe the management of human resources in the field of guidance and counseling in the formal education unit, 2) Clarify the description of HR planning, recruitment, career development in the field of guidance and counseling in the formal education unit, 3) Sharpen an in-depth picture of the obstacles in the management of Human Resources in the field of guidance and counseling in formal education, 4) Sharpen the description of the supporting factors in the management of Human Resources in the field of guidance and counseling in formal education. This research method is descriptive qualitative, namely to obtain information about human resource management in the field of guidance and counseling in formal education units in Banjarmasin City. Data Reduction Analysis, namely the Conclusion Data Display. Research Results (1). There is no preparatory stage (2) There has been no data collection for BK teachers (3) There has been no determination of BK teacher positions that are not too urgent (4) There is no planning or program development that helps in meeting the needs and duties of BK teachers. (5) There has never been an implementation or implementation of the planning for the needs of BK teachers.
MANAJEMEN STRATEGI MENINGKATKAN MOTIVASI MELANJUTKAN STUDI KEPERGURUAN TINGGI DI MADRASAH ALIYAH (MA) KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN roslena roslena; husnul madihah; Didi Susanto
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v5i1.10575

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui : 1) Sejauhmana   proses yg dilakukan sekolah, 2) Bagaimana peran guru Bimbingan Konseling dam wali kelas dan 3) Bagaimana Strategi yang dilakukan kepala Sekolah dan lingkungan sekolah untuk meningkatkan motivasi siswa Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Metode Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan jumlah informan penelitian sebanyak 18 orang yang berasal dari kepala sekolah, Guru BKdan siswa di MAN 1 HSS, MAN 2 HSS dan MAN 3 HSS dengan dengan teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian 1) Proses yg dilakukan sekolah dalam meningkatkan motivasi siswa MAN oleh kepala sekolah adalah dengan mengadakan sosialisasi tentang pentingnya sebuah pendidikan terutama pendidikan Perguruan Tinggi kepada orang tua dalam pertemuan sosialisasi setelah ujian akhir semester di Madrasah Aliyah mengenai pentingnya pendidikan tinggi  untuk  masa  depan  anak,  kemudian  guru  BK  mengadakan  bimbingan  kelompok kepada siswa dengan cara mengundang perguruan tinggi yang ingin melakukan sosialisasi ke sekolah dengan memberikan informasi melalui brosur, spanduk maupun informasi secara online  seperti   yang  dilakukan   UIN   Antasari,   ULM   maupun   spanduk   dari   Uniska Banjarmasin dengan memberikan promosi potongan biaya kuliah ataupun beasiswa serta kemudahan waktu perkuliahan seperti di Universitas Terbuka yang kuliahnya bisa dilakukan secara online, 2) Peran guru Bimbingan Konseling dan wali kelas dalam meningkatkan motivasi  siswa dengan  membuat  program  layanan  terhadap  siswa  yang akan  lulus  dan melanjutkan dengan memancing rasa ingin tahu siswa mengenai pentingnya perkuliahan untuk  masa depan  untuk  mendapatkan pekerjaan  yang layak  dan  menjanjikan,  peluang beasiswa sehingga berkuliah tanpa mengeluarkan banyak biaya sedangkan wali kelas memberikan informasi beasiswa, lapangan pekerjaan memprioritaskan menerima yang sarjana. 3) Strategi yang dilakukan kepala Sekolah, lingkungan sekolah dan guru BK  adalah membangun kerjasama antara instansi terkait seperti pemerintah, BUMN atau perusahaan, kampus,  aktivitas  lingkungan  sekolah  memotivasi  siswa  dengan  memberikan  brosur, spanduk maupun melalui informasi lainnya, Operator sekolah membantu siswa dalam pendaftaran  calon  mahasiswa  baru  melalui  penerimaan  online/offline,  perguruan  tinggi untuk  memberikan  sosialisasi  tentang  penerimaan  mahasiswa  baru,  Guru  BK menyampaikan   Informasi tentang sistem seleksi masuk perguruan tinggi dan Wali kelas meneruskan informasi   dari kepala Sekolah dan guru BK tentang penerimaan mahasiswa baru kepada siswa.
MANAJEMEN IMPLEMENTASI LAYANAN ADVOKASI BIMBINGAN KONSELING DI PONDOK PESANTREN MODERN AL FURQON BANJARMASIN Rusliana Rusliana; husnul madihah; jarkawi jarkawi
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v5i1.10577

Abstract

Penelitian ini adalah tentang Manajemen Implementasi Layanan Advokasi Bimbingan Konseling DiPondok Pesantren Modern Al Furqon Banjarmasin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajeman implementasi layanan advokasi bimbingan konseling di pondok pesantren modern Al Furqon Banjarmasin.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru bimbingan konseling, dan siswa. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa manajemen implementasi layanan advokasi bimbingan konseling di pondok pesantren modern Al Furqon Banjarmasin dilakukan dengan tahapan: (1)Perencanaan; (2)Pengorganisasian;  (3)Pelaksanaan layanan;  (4)Penilaian/evaluasi;  (5)Tindak lanjut  dan laporan. Peran serta guru BK adalah terlibat dalam seluruh proses layanan advokasi dengan merencanakan program layanan, kemudian melakukan identifikasi sebelum memberikan layanan, melakukan pengorganisasian unsur-unsur dan sarana layanan, melaksanakan pemberian layanan, melakukan evaluasi, menyusun strategi tindak lanjut dan menyusun laporan akhir keseluruhan layanan. Evaluasi yang dilakukan adalah dengan mengevaluasi tahapan-tahapan dalam layanan advokasi agar dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan penyesuaian proses pelayanan. Strategi tindak lanjut dalam manajemen implementasi layanan advokasi yakni dengan memanfaatkan hasil evaluasi dan kemudian dari analisis tersebut kemudian disusun rencana kegiatan tidak lanjut selanjutnya menyusun laporan. Kesulitan yang dialami oleh guru dalam manajemen implementasi layanan advokasi bimbingan konseling adalah minimnya informasi yang diberikan peserta didik terkait hal-hal yang diperlukan dalam penyelesaian masalah klien, belum tersedianya alat-alat instrumen evaluasi pelaksanaan program, belum banyak siswa yang meminta bantuan untuk menyelesaikan permasalahannya, keterbatasan jam pelajaran dan perlu manajemen waktu untuk menyusun, melaksanakan, menilai, menganalisis dan melakukan tindak lanjut..
Co-Authors AAM GUNAWAN Abdul Haris ABDUL MUIN Agustina Rahmi Agustina Rahmi ahmad habibi Ahmad Nordin Alfisyah, Lailan Aminah Aminah Aminah Aminah Aminah Aminah Andie Angreany, Ririn Ani Wardah Annisa Zahra Asrini, Dwi Nopyanti Puji Asysyddiqi, Hamdan Ikrimah Aulasari, Eva Azizah, Laela Bardiansyah Bardiansyah Budiansyah, A Budiarso, Iwan Desi Fatmasari, Desi Didi Susanto Didi Susanto Didi Susanto, Didi Dwi Sogi Sri Redjeki Eka Sri Handayani erniyawati, nova Fahriani, Fahriani Fajrianti, Siti Fajrina Fajrina Farial Farial Fauzi, Muhammad Munib Fitriah, Rabiatul Galih Mahalisa Gita Ayu Syafarina Hairani Hairani Hariyanti, Mawar Hartini, Enok Suci Harto, Muhdi Hasannor, Rizal Heny Nelawati Heriani, Risna Hidayat, Tofan Husin, Gt. Muhammad Irhamna Husnul Khatimah Imam, Khotibul Iman Cahyanto Irawati Irawati Iswiyati Rahayu Jainah Jainah, Jainah Jarkawi Jarkawi Khairunnisa Khairunnisa Khuzaini Khuzaini Khuzaini Kifwanto, Ikhwanjuli Kustaniah, Kustaniah Liani, Huzalifah Lina Mailida Lusiana, Herlina Mahmudah, Lamia Mahriati, Fitria Maulana, Muhammad Ryan Mayasari Mega Fatimah Rosana Misda, Misda Mohammad Manan Monalisa Monalisa Muhammad Amin Muhammad Yuliansyah Muliyana, Sari Muliyani, Sari Mustanul Anwar Muthiah Fitriyati Nabila, Nisrina Nining Setyaningsih Novianty, Ernia Nurmiati Nurmiati Priyo Utomo Purwanti, Tuti Rafii Hamdi, Rafii Rahman A. Rahmi, Agustina Rahmiyati, Dwi Rasuna Rasuna Rasuna Rasuna Rasuna Rasuna, Rasuna Rico Rico Ririn Angreany riska Aprilia Rizqi Elmuna Hidayah Rohani Rohani roslena roslena Rusadi, Nani Rakhmaniah Rusliana Rusliana Sabariah Sabariah Satriya satriyatubagus Tubagus Soleha, Amelia Sudarningsih Sudarningsih Supiansyah, Supiansyah Susanti, Nur Aprilia Sutrisno, Andy Syarif Hidayat Tabe’i, Akhmad Totok Wianto Tubagus, Satriya Winarti Winarti Wiwit Rahmawati Yuliansyah Yuliansyah Yuliansyah, Muhammad Yustina, Sri Zakky Zamrudi