Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING riska Aprilia; Husnul Madihah; Didi Susanto
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.735 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v3i3.1232

Abstract

Menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa adalah penting, hal ini dikarenakan kemampuan komunikasi interpersonal merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap diri siswa. Oleh sebab itu, siswa harus memiliki kemampuan berkomunikasi interpersonal yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas XI SMA Korpri Banjarmasin sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik assertive training, (2) mengetahui mengetahui layanan bimbingan kelompok dengan teknik assertive training efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas XI SMA Korpri Banjarmasin. Penelitin ini merupakan penelitian pre eksperimen design dengan jenis rancangan one group pretest and posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI SMA Korpri Banjarmasin. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 8 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase dan uji wilcoxon. Dari perhitungan diperoleh deskripsi tingkat kemampuan komunikasi interpersonal siswa sebelum mendapatkan layanan bimbingan kelompok teknik assertive training memperoleh skor rata-rata 198,37 dengan persentase 51% dan setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok teknik assertive training memperoleh skor 285,37 dengan persentase 73%. Jadi ada peningkatan sebesar 22%. Dari hasil perhitungan Uji Wilcoxon berbantuan SPSS 24 diperoleh data nilai Zhitung (2.524) > Ztabel (1.654) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal siswa melalai layanan bimbingan kelompok dengan teknik assertive training pada siswa kelas XI SMA Korpri Banjarmasin.
Strategi Guru Bimbingan Dan Konseling Mengatasi Masalah Siswa Merokok di SMA Negeri 1 Anjir Muara Rohani Rohani; Husnul Madihah; Aminah Aminah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.577 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6449

Abstract

Adanya larangan merokok bagi siswa yakni wujud kebijakan berwawasan kesehatan yang ditetapkan oleh sekolah. Pemasangan poster larangan merokok yang di lakukan pihak sekolah SMA Negeri 1 Anjir Muara yakni bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung dari segi fisik, segi non fisik diupayakan melalui konseling oleh guru BK serta pengawasan oleh guru mata pelajaraan juga.Metode penelitian kualitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, dipakai untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah Berdasarkan penelitian yang telak dilaksanakan sebagai judul “ strategi guru bimbingan dan konseling mengatasi masalah siswa merokok di SMA Negeri 1 Anjir Muara”.dapat di ambil kesimpulan makasanya strategi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan kepada siswa yang bermasalah merokok di SMA Negeri 1 Anjir Muara guru bimbingan dan konseling telah mengatasi siswa merokok dengan memberikan strategi yaitu berupa layanan, baik itu layanan bimbingan kelompok, layanan individual maupun yang lain karena ini semua tergantung tingkat permasalahan siswa sendiri yang mana akan dipakai.Tidak hanya strategi saja tetapi faktor yang harus kita ketahui sebagai guru bimbingan dan konseling karena timbulnya permasalahan siswa di akibatkan dari segi faktor, faktor sendiri banyak tetapi faktor berasalkan dari lingkungan, karena dari lingkungan lah terbentuknya. Ada beberapa faktor siswa merokok yang pertama dari lingkungan keluarga kenapa dari lingkungan keluarga karena dari dia melihat bagian dari keluarganya merokok maka menurut pemikiran siswa maka dia berani mencontoh bagian dari bagian keluarganya untuk ikut merokok juga, kedua dari faktor iklan kebanyakan dari siswa yang penasaran akan iklan merokok maka dia berani untuk mencuba merokok dan akhirnya menjadi keterusan. Kemudian dari teman awalnya teman yang menawarkan rokok kepada yang lain kemudian siswa lain mencuba dan akhirnya juga keterusan dalam merokok karna merasa nyaman mengunakan rokok.
Pelatihan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (MSD) Bidang Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Formal Madrasah Aliyah Di Kota Banjarmasin husnul madihah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i2.2695

Abstract

Permasalahan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan permasalahan yang penting dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling pada lembaga pendidikan formal, karena permasalahan yang dihadapi bukan saja masalah sarana prasarana, metode, tehnik, dan media layanan, tetapi permasalahan sumber daya manusia sebagai tenaga professional yang menjalankan pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling dalam rangka mengoptimalkan perkembangan peserta didik agar perkembangan peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangnya. Pada prinsipnya tidak ada satuan pendidikan yang tidak membutuhkan  pengelolaan sumber daya manusia yang bisa dikenal dengan istilah Human Resource (HR). Pada bidang Human Resource yang bertanggung jawab dalam mengurus berbagai kebutuhan satuan pendidikan berkaitan dengan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Metode: metode berupa modul, meliputi pembelajaraan: 1. Mulai diri sendiri, 2. Eksplorasi Konsep, 3. Diskusi, yaitu meliputi pelaksanaan pemetaan dan analisis permasalahan, perencanaan program, desain program pemberdayaan sumber daya manusia bidang bimbingan dan konseling pada satauan pendidikan Formal. Hasil: Guru Bimbingan dan Konseling mampu merefleksikan pengalamannya tentang program pemberdayaan di sekolah yang berdampak pada murid, GBK  memahami bentuk-bentuk program pemberdayaan SDM bidang Bimbingan dan Konseling di madrasyah/sekolah, GBK mengidentifikasi tahapan membuat program pemberdayaan SDM bidang Bimbingan dan Konseling di madrasyah/sekolah, GBK memahami proses perencanaan program sampai dengan pelaporan dengan menggunakan strategi Monitoring, Evaluasi, Learning dan Reporting (MELR) dan mengidentifikasi manajemen Pemberdayaan dari sebuah program pemberdayaan SDM bidang Bimbingan dan Konseling di madrasah/sekolah. Diskusi: GBK mengasah keterampilannya dalam menganalisis kasus dengan menggunakan manajemen Pemberdayaan SDM.
PELATIHAN MINDFULLNESS COUNSELING BAGI GURU BK UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PASCA PANDEMI BAGI REMAJA DI MTS MUHAMMADIYAH 3 AL FURQON Farial Farial; Eka Sri Handayani; Husnul Madihah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 2 (2022): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i2.7944

Abstract

Indonesia mulai perlahan-perlahan tapi pasti mencoba untuk menerapkan pembelajaran di dalam kelas seperti semula dengan protokol kesehatan. Keadaan ini membuat banyak peserta didik mengalami kecemasanKehadiran dan peran guru BK di sekolah sangat membantu dalam mengurangi tingkat kecemasanpeserta didik di sekolah.  Banyak hal yang dapat dilakukan oleh guru BK seperti memberikan bimbingan dan memberi bantuan konseling bagi siswa yang sedang mengalami stress maupun yang tidak. Dalam situasi seperti ini, peran guru BK sangat diperlukan dalam membantu siswa mengendalikan diri sendiri untuk mengurangi tingkat kecemasan.Cemas merupakan suatu kondisi psikologis yang wajar dirasakan oleh individu ketika merasa adanya ancaman pada hal belum jelas. Melalui rasa cemas, individu mampu bertahan duru, mengelola emosi negatif yang terjadi hingga berani mengatasi rasa cemasnya. Namun, kecemasan yang dirasakan secara terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari individu (tidak bersosialisasi dan merawat diri dengan baik) merupakan gejala dari terjadinya gangguan kecemmasan individu yang mengalami gangguan kecemasan tentu dapat menurunkan kondisi sehat mentalnya.Adanya pelatihan ini adalah sebagai salah satu penguatan agar para guru BK semakin menunjukkan kualitas bimbingan kepada para peserta didik, sehingga permasalahan apapun yang dialami dapat diatasi dan diselesaikan dengan baik.
Manajemen Sumber Daya (MSD) Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Formal Husnul Madihah; Jarkawi Jarkawi
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 4 No. 2 (2022): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bocp.v4i3.329

Abstract

The focus of this research is Human Resource Management in the field of guidance and counseling in formal education units by studying about human resource planning, recruitment, career development of guidance and counseling teachers. Furthermore, it focuses more on obstacles and support in the management of human resources, both for education unit leaders and even more so for guidance and counseling teachers. The purpose of this research is to cover; 1) Describe the management of human resources in the field of guidance and counseling in the formal education unit, 2) Clarify the description of HR planning, recruitment, career development in the field of guidance and counseling in the formal education unit, 3) Sharpen an in-depth picture of the obstacles in the management of Human Resources in the field of guidance and counseling in formal education, 4) Sharpen the description of the supporting factors in the management of Human Resources in the field of guidance and counseling in formal education. This research method is descriptive qualitative, namely to obtain information about human resource management in the field of guidance and counseling in formal education units in Banjarmasin City. Data Reduction Analysis, namely the Conclusion Data Display. Research Results (1). There is no preparatory stage (2) There has been no data collection for BK teachers (3) There has been no determination of BK teacher positions that are not too urgent (4) There is no planning or program development that helps in meeting the needs and duties of BK teachers. (5) There has never been an implementation or implementation of the planning for the needs of BK teachers.
MANAJEMEN STRATEGI MENINGKATKAN MOTIVASI MELANJUTKAN STUDI KEPERGURUAN TINGGI DI MADRASAH ALIYAH (MA) KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN roslena roslena; husnul madihah; Didi Susanto
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v5i1.10575

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui : 1) Sejauhmana   proses yg dilakukan sekolah, 2) Bagaimana peran guru Bimbingan Konseling dam wali kelas dan 3) Bagaimana Strategi yang dilakukan kepala Sekolah dan lingkungan sekolah untuk meningkatkan motivasi siswa Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Metode Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan jumlah informan penelitian sebanyak 18 orang yang berasal dari kepala sekolah, Guru BKdan siswa di MAN 1 HSS, MAN 2 HSS dan MAN 3 HSS dengan dengan teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian 1) Proses yg dilakukan sekolah dalam meningkatkan motivasi siswa MAN oleh kepala sekolah adalah dengan mengadakan sosialisasi tentang pentingnya sebuah pendidikan terutama pendidikan Perguruan Tinggi kepada orang tua dalam pertemuan sosialisasi setelah ujian akhir semester di Madrasah Aliyah mengenai pentingnya pendidikan tinggi  untuk  masa  depan  anak,  kemudian  guru  BK  mengadakan  bimbingan  kelompok kepada siswa dengan cara mengundang perguruan tinggi yang ingin melakukan sosialisasi ke sekolah dengan memberikan informasi melalui brosur, spanduk maupun informasi secara online  seperti   yang  dilakukan   UIN   Antasari,   ULM   maupun   spanduk   dari   Uniska Banjarmasin dengan memberikan promosi potongan biaya kuliah ataupun beasiswa serta kemudahan waktu perkuliahan seperti di Universitas Terbuka yang kuliahnya bisa dilakukan secara online, 2) Peran guru Bimbingan Konseling dan wali kelas dalam meningkatkan motivasi  siswa dengan  membuat  program  layanan  terhadap  siswa  yang akan  lulus  dan melanjutkan dengan memancing rasa ingin tahu siswa mengenai pentingnya perkuliahan untuk  masa depan  untuk  mendapatkan pekerjaan  yang layak  dan  menjanjikan,  peluang beasiswa sehingga berkuliah tanpa mengeluarkan banyak biaya sedangkan wali kelas memberikan informasi beasiswa, lapangan pekerjaan memprioritaskan menerima yang sarjana. 3) Strategi yang dilakukan kepala Sekolah, lingkungan sekolah dan guru BK  adalah membangun kerjasama antara instansi terkait seperti pemerintah, BUMN atau perusahaan, kampus,  aktivitas  lingkungan  sekolah  memotivasi  siswa  dengan  memberikan  brosur, spanduk maupun melalui informasi lainnya, Operator sekolah membantu siswa dalam pendaftaran  calon  mahasiswa  baru  melalui  penerimaan  online/offline,  perguruan  tinggi untuk  memberikan  sosialisasi  tentang  penerimaan  mahasiswa  baru,  Guru  BK menyampaikan   Informasi tentang sistem seleksi masuk perguruan tinggi dan Wali kelas meneruskan informasi   dari kepala Sekolah dan guru BK tentang penerimaan mahasiswa baru kepada siswa.
MANAJEMEN IMPLEMENTASI LAYANAN ADVOKASI BIMBINGAN KONSELING DI PONDOK PESANTREN MODERN AL FURQON BANJARMASIN Rusliana Rusliana; husnul madihah; jarkawi jarkawi
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v5i1.10577

Abstract

Penelitian ini adalah tentang Manajemen Implementasi Layanan Advokasi Bimbingan Konseling DiPondok Pesantren Modern Al Furqon Banjarmasin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajeman implementasi layanan advokasi bimbingan konseling di pondok pesantren modern Al Furqon Banjarmasin.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru bimbingan konseling, dan siswa. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa manajemen implementasi layanan advokasi bimbingan konseling di pondok pesantren modern Al Furqon Banjarmasin dilakukan dengan tahapan: (1)Perencanaan; (2)Pengorganisasian;  (3)Pelaksanaan layanan;  (4)Penilaian/evaluasi;  (5)Tindak lanjut  dan laporan. Peran serta guru BK adalah terlibat dalam seluruh proses layanan advokasi dengan merencanakan program layanan, kemudian melakukan identifikasi sebelum memberikan layanan, melakukan pengorganisasian unsur-unsur dan sarana layanan, melaksanakan pemberian layanan, melakukan evaluasi, menyusun strategi tindak lanjut dan menyusun laporan akhir keseluruhan layanan. Evaluasi yang dilakukan adalah dengan mengevaluasi tahapan-tahapan dalam layanan advokasi agar dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan penyesuaian proses pelayanan. Strategi tindak lanjut dalam manajemen implementasi layanan advokasi yakni dengan memanfaatkan hasil evaluasi dan kemudian dari analisis tersebut kemudian disusun rencana kegiatan tidak lanjut selanjutnya menyusun laporan. Kesulitan yang dialami oleh guru dalam manajemen implementasi layanan advokasi bimbingan konseling adalah minimnya informasi yang diberikan peserta didik terkait hal-hal yang diperlukan dalam penyelesaian masalah klien, belum tersedianya alat-alat instrumen evaluasi pelaksanaan program, belum banyak siswa yang meminta bantuan untuk menyelesaikan permasalahannya, keterbatasan jam pelajaran dan perlu manajemen waktu untuk menyusun, melaksanakan, menilai, menganalisis dan melakukan tindak lanjut..
PROGRAM PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENGAJAR / GURU DAN STAF TATA USAHA PADA YAYASAN PENDIDIKAN BINA ISLAMI BANJARMASIN Muhammad Amin; Husnul Madihah; Andie; Rizqi Elmuna Hidayah; Galih Mahalisa; Gita Ayu Syafarina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 3 No. 2 (2022): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.629 KB) | DOI: 10.35718/pikat.v3i2.393

Abstract

Pada Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) ini berfokus pada peningkatan keterampilan penggunaan teknologi informasi untuk para pengajar dan staf tata usaha pada Yayasan Pendidikan Bina Islami Banjarmasin. Yayasan tersebut menaungi sekolah Mts (Madrasah Tsanawiyah), MI ( Madrasah Ibtidaiyah) dan RA (Raudhatul Athfal). Permasalahan mitra yaitu sebagai yayasan yang menaungi sekolah yang berbasis islami mereka mengerjakan semua laporan, pengajaran dan administrasi masih secara manual, yaitu hanya menggunakan pencatatan menggunakan buku saja. Kegiatan memberikan Pelatihan-pelatihan berbasis komputer yaitu mengenai penerimaan siswa baru berbasis sistem Informasi, membuat media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan keterampilan para pengajar dan staf tata usaha sebagai pengabdian kepada masyarakat dosen UNISKA Banjarmasin. Dengan adanya Program ini, keterampilan penggunaan teknologi informasi  para pengajar dan staf tata usaha lebih meningkat dan lebih berkembang dari pada sebelumnya.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN SDM UNTUK MENINGKATKAN MUTU DAYA SAING SEKOLAH DI SDN ULU BENTENG 2 KECAMATAN MARABAHAN Monalisa Monalisa; Husnul Madihah; Jarkawi Jarkawi
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 4 No. 3 (2023): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 4 Nomor 3, September 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v4i3.1230

Abstract

The purpose of this study was to determine the planning, organizing, implementing and supervising human resource development programs to improve the quality and competitiveness of schools at SDN Ulu Benteng 2, Marabahan District.The theory used in this research is George R Terry's theory. Methodology This research uses a qualitative approach and this type of research uses qualitative descriptive research. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Research Results: 1) planning the HR Development program, schools are able to formulate a strategy to develop quality teacher resources by involving teachers in professionalism development activities, and creating a planning document known as the School Work Plan (RKS). 2) Organizing the HR Development program, the principal has given clear job descriptions to teachers according to the abilities, skills and achievements of teachers in the form of a Principal's Decree which must be implemented by all teachers. 3) Implementation of the HR development program the head of SDN Ulu Benteng 2 involves teachers in professionalism development activities, such as KKG, workshops, IHT, seminars and conducting research, 4) Supervision of the HR development program is carried out through school supervision. The conclusion of this research is to develop human resources in accordance with planning, organizing, implementing and supervising, schools can provide training and professional development to their teachers. This can improve their competence and teaching skills, which in turn will improve the quality and competitiveness of their schools.
PELAKSANAAN MANAJEMEN KEUANGAN BERBASIS SEKOLAH PADA MI MUHAMMADIYAH 3 AL-FURQAN BANJARMASIN DAN MI ISTIQLAL Wiwit Rahmawati; Husnul Madihah; Jarkawi Jarkawi
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v5i2.10886

Abstract

Upaya mewujudkan sistem pendidikan yang baik, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan umum yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Pembiayaan merupakan salah satu kebutuhan pendidikan yang dapat menunjang segala kegiatan pendidikan. keuangan madrasah adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan atau diusahakan secara sengaja dan sungguh-sungguh, serta pembinaan secara continue terhadap biaya oprasional madrasah sehingga kegiatan pendidikan lebih efektif dan efisien serta membantu pencapaian tujuan pendidikan.Fokus penelitian adalah (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) hambatan dan (4) kendala. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi multisitus. Subjek penelitian adalah kepala sekolah. guru dan orang tua. Analisis data dalam dilakukan dengan reduksi data, display data dan verifikasi. Proses analisis lintas yaitu: 1) perumusan proposisi temuan, 2) membandingkan dan memadukan. 3) merumuskan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas.Berdasarkan hasil temuan perencanaan dengan analisis sumber dana di MI Muhammadiyah 3 Al Furqan yaitu Syahriah pondok, koperasi, infaq jumat dan dana BOS yang terpisah pengelolaannya, menyusun anggaran, menyusun program kerja dan pengesahan dana; MI Istiqlal perencanaan dengan analisis sumber dana dari infaq wajib, buku, sewa kantin, seragam dan BOS kemudian menyusunan anggaran dalam RKAM, menyusun program kerja dan pengesahan dana. Penggunaan dana di di MI Muhammadiyah 3 Al Furqan sesuai dengan peraturan dan mengelola dana BOS dan infaq jumat; pada MI Istiqlal dengan mengelola dana BOS dan seluruh sumber dana lainnya. Kendala yang dihadapi pada kedua madrasah yaitu keterlambatan pencairan dana BOS dan keterlambatan pembayaran sumber dana lain. Strategi di MI Muhammadiyah 3 Al Furqan dengan upaya peningkatan mutu pada rencana strategis madrasah, dan pada MI Istiqlal melalui peningkatan mutu melalui kualitas guru dan program sekolah.