Penelitian ini didorong oleh peran kepemimpinan yang bukan hanya untuk administrasi tetapi lebih untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya lokal yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi kepemimpinan kepala sekolah, sesuai dengan pengetahuan lokal Gawi Manuntung, dapat meningkatkan efektivitas supervisi akademik di SMAN 3 Tanjung. Pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian kualitatif ini. Wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi partisipan digunakan untuk mengumpulkan data. Proses analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjamin validitas temuan, dilakukan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepala SMAN 3 Tanjung mengintegrasikan nilai Gawi Manuntung yang bermakna bekerja keras dengan semangat kebersamaan hingga tuntas ke dalam setiap tahapan supervisi akademik. (2) Kepemimpinan berbasis kearifan lokal ini berkontribusi positif  meningkatkan efektivitas supervisi, Hal ini dibuktikan oleh kualitas proses pengajaran dan pembelajaran di kelas serta meningkatnya kedisiplinan para pengajar dalam menciptakan sumber belajar. (3) Faktor kunci keberhasilan terletak pada pendekatan humanis dan kolaboratif yang menciptakan etos kerja profesional tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai kearifan lokal dalam manajemen sekolah mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan meningkatkan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini merekomendasikan agar para pemangku kebijakan pendidikan dapat mengadopsi model kepemimpinan berbasis budaya ini sebagai salah satu strategi dalam memperkuat fungsi supervisi akademik di sekolah.
Copyrights © 2026