Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Kemampuan Manajemen Keuangan pada Petani Lokal untuk Meningkatkan Akses dan Efisiensi Sumber Daya Alfiana Alfiana; Muhammad Azizi; Klemens Mere; Muhammad Asir; Hariandy Hasbi
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 1 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v5i1.6670

Abstract

Pengelolaan keuangan yang baik sangat penting bagi petani lokal untuk memastikan efisiensi penggunaan sumber daya yang terbatas serta meningkatkan akses ke berbagai bentuk dukungan finansial guna menunjang produktivitas mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pentingnya penguatan kemampuan manajemen keuangan pada petani lokal dalam meningkatkan efisiensi sumber daya dan akses terhadap pembiayaan, sekaligus mengintegrasikan pendekatan pengabdian kepada masyarakat sebagai solusi praktis. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah identifikasi kebutuhan dan analisis situasi, penyusunan dan penyampaian materi pelatihan, implementasi dan pendampingan, evaluasi dan monitoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi keuangan, pengelolaan utang yang bijak, serta pemanfaatan teknologi untuk mengakses pembiayaan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi petani dan meminimalisir risiko keuangan. Dengan adanya intervensi berbasis pengabdian kepada masyarakat, penguatan kemampuan manajemen keuangan diharapkan dapat mempercepat keberlanjutan usaha pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Quantum Learning in a Sufism Perspective: Integration of Tajalli Concepts and Holistic Learning Theory Hamzah Hamzah; Firdaus Firdaus; Siti Robiah; Muhammad Luthfi Hamzah; Klemens Mere
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Progressive Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/munaddhomah.v7i1.2301

Abstract

This study critically addresses the persistent gap in Islamic Religious Education (IRE) between cognitive-oriented instructional practices and the need for transformative learning that meaningfully integrates spiritual experience. Existing applications of Quantum Learning (QL) within religious education largely remain technical and methodological. At the same time, Sufi epistemology, particularly the concept of tajalli, has rarely been theorized as a foundational learning paradigm. This theoretical disjunction limits IRE’s capacity to foster holistic transformation encompassing intellectual, emotional, and spiritual dimensions. Employing a philosophical-analytical approach, this study conducts a hermeneutic analysis of classical Sufi texts, systematically deconstructs the core principles of QL, and synthesizes them with transformative learning theory to formulate an integrative conceptual framework, Quantum Sufic Learning (QSL). The findings argue that learning can be reconceptualized as a process of tajalli, in which meaning is unveiled through the dynamic interaction of rational cognition (‘aql), spiritual-emotional awareness (qalb), and transcendental consciousness (ruh). The study’s primary theoretical contribution lies in advancing a spiritually grounded extension of holistic and transformative learning theory by embedding Sufi epistemology into contemporary educational discourse. Conceptually, QSL offers a transferable pedagogical model that transcends specific cultural or institutional settings, providing a new framework for integrating spirituality and modern learning theory without dichotomizing tradition and innovation. This study contributes to the theoretical development of Islamic education and transformative pedagogy, while inviting future empirical research to examine the effectiveness of QSL across diverse educational contexts.