Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Guru PAI dalam Mengatasi Kasus Juvenile Delinquency di MTS Muhammadiyah 6 Karanganyar Ummu Hani; Hafidz Hafidz
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i3.1943

Abstract

Masa remaja merupakan masa dalam kehidupan seseorang ketika ia mencari jati dirinya yang sebenarnya. Umumnya, mayoritas remaja ingin dan ingin bebas dari pengawasan orang dewasa lainnya dalam perilaku mereka , namun mereka sering kali tidak berani dalam mengambil sikap tanggung jawab dengan perbuatan yang sudah remaja lakukan sampai pada akhirnya mereka tidak mempercayai kemampuan mereka dalam menangani suatu permasalahan. Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan Remaja merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang. Penelitian ini memiliki maksud guna menganalisis usaha guru Agama Islam dalam menangani kasus (juvenile delinquency) di MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar. Studi kasus menggunakan metodologi kualitatif deskriptif adalah jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengumpulan data, reduksi, display, dan pengambilan kesimpulan data adalah langkah-langkah yang terlibat dalam metodologi analisis data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jenis kenakalan siswa remaja di MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar teridiri dari tiga kategori : (1). Kenakalan ringan yang dikatakan masih termasuk dalam kategori tingkat kenakalan yang rendah dan masih mudah diatasi, kenakalan sedang yang tidak melebihi ambang batas pidana , pelanggaran tingkat atas yang sudah sampai di tahap melanggar pidana  (2). Lingkungan keluarga (brokenhome) dan lingkungan luar sekolah (pergaulan bebas) merupakan faktor yang berkontribusi terhadap kenakalan siswa remaja di MTs Muhammadiyah 6  Karanganyar (3). Sebagai bentuk penanggulangan kasus Juvenile delinquency di MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar, tenaga pendidik  keislaman merekatkan jalinan dengan melakukan collab bersama dengan pendidik konseling yakni dengan melakukan usaha preventif, kuratif,dan rehabilitasi ( pengobatan) untuk mengatasi kenakalan.  
Implementation of behaviorism theory in the formation of positive behavior at muhammadiyah 1 middle school kartasura Hafidz Hafidz; Faizatul Maslahah; Nurul Latifatul Inayati; Muhammad Chafidz Ali Wafa
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 2 No. 4 November 2023: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v2i4.105

Abstract

This This study aims to: (1) find out the implementation of behaviorism theory in cultivating positive behavior at SMP Muhammadiyah 1 Kartasura.  (2) discover the inhibiting factors and supporting factors for implementing the theory of behaviorism in cultivating positive behavior at SMP Muhammadiyah 1 Kartasura.  The method used is field research.  With a phenomenological approach and using observation data collection techniques, documentation and interviews. Data analysis carried out namely data reduction, data presentation, and data verification or conclusions.  The findings show that: the application of the theory of behaviorism at Muhammadiyah 1 Kartasura Middle School is in the form of a stimulus given starting from habituation in the morning, application of smiles, greetings and salutation, as well as discipline exemplified by the teacher.  The theory of behaviorism is a theory that emphasizes changes in the behavior of an individual after getting a stimulus.  The use of behaviorism theory is quite efficient in cultivating positive behavior in students at SMP Muhammadiyah 1 Kartasura.  This can be seen from the number of students who show a positive response in line with expectations.  Habituation that is done before learning in class begins is a form of stimulus that is carried out by the teacher.  With the stimuli that have been given to students, many students experience changes in behavior in a positive direction.  In addition to habituation at school, parental attention is also very influential on student behavior.  Student psychology is one of the important things that influence the learning process, so special attention is needed in providing stimulus.