Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Between Profitability, Managerial and Institutional Ownership on Carbon Emission Disclosure Agung Rizki Dwi Putra; Enggar Diah Puspa Arum; Rico Wijaya Z
Greenation International Journal of Economics and Accounting Vol. 3 No. 2 (2025): Greenation International Journal of Economics and Accounting (June - August 202
Publisher : Greenation Research & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/gijea.v3i2.457

Abstract

This study examines the relationship between profitability, managerial ownership, and institutional ownership with carbon emission disclosure in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2021 to 2023. Carbon emission disclosure is a form of corporate environmental accountability that reflects transparency and commitment to sustainability. Using stakeholder theory as the theoretical framework, this study employs purposive sampling and obtains a sample of 20 companies with 60 firm-year observations. The data is collected from secondary sources, such as annual and sustainability reports, and analyzed using panel data regression with the EViews 12 software. The results show that profitability and managerial ownership are positively associated with carbon emission disclosure, while institutional ownership shows no significant relationship. These findings suggest that internal financial performance and ownership by management contribute to increased environmental transparency, whereas institutional investors may not consistently influence disclosure practices in the energy sector.
Implementasi Metode Hidroponik dalam Kemandirian Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi (Studi Indonesia - Malaysia) Rico Wijaya; Ilham Wahyudi; Enggar Diah Puspa Arum; Wiralestari; Aulia Beatrice Brilliant
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (Januari - Maret 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v4i1.1918

Abstract

Wilayah Terengganu di Malaysia terletak di Pantai Timur Semenanjung Malaysia. Daerah pesisir ini sulit untuk bercocok tanam dengan metode penanaman tradisional, tidak hanya karena kondisi lingkungan yang keras tetapi juga karena kualitas tanah yang kurang subur untuk menanam tanaman seperti sayuran. Kondisi geografis Kuala Terengganu yang demikian membuat sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Wilayah Kuala Terengganu juga mengedepankan sektor pariwisata sebagai penggerak perekonomian negara. Sehingga sedikit penduduk Kuala Terengganu yang mengerti tentang cara bercocok tanam. Hal ini tentu membuat kebutuhan akan sayuran dan bahan pangan lainnya yang bersumber dari bercocok tanam sulit terpenuhi. Oleh karena itu, budidaya tanaman berbasis Hidroponik sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengatasi kesulitan bercocok tanam di daerah pesisir, sehingga akan berdampak pada ketersediaan sumber daya pangan khususnya sayuran dan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Untuk mencapai hal tersebut perlu dilakukan penyuluhan dan pendampingan mengenai metode penanaman berbasis hidroponik, manajemen usaha dan pemasaran sayuran yang dibudidayakan pada saat sudah berjalan dan tentunya perlu dukungan dari Pemerintah Daerah agar dapat memperluas pengembangan metode Hidroponik yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar Kuala Terengganu.