Rufina Nenitryana S. Bete
Program Studi Keperawatan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KESIAPAN MAHASISWA SEMESTER II PRODI KEPERAWATAN UNIVERSITAS TIMOR DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI PRAKTIK KLINIK PERDANA SELAMA PANDEMI COVID-19 Sefrina Maria Seuk Asa; Maria Julieta Esperanca Naibili; Rufina Nenitryana S. Bete
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 4 No 02 (2022): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v4i02.3227

Abstract

Latar Belakang Pandemi COVID-19 telah berdampak pada berbagai hal termasuk pendidikan keperawatan baik di negara berkembang maupun negara maju. COVID-19 telah mendorong perubahan mendadak dalam pendidikan keperawatan bahkan memengaruhi persyaratan program pendidikan keperawatan secara keseluruhan termasuk penyampaian jam teori di kelas, serta peluang pembelajaran klinik dan laboratorium bagi mahasiswa. Tujuan untuk Mengetahui Hubungan antara Kesiapan Mahasiswa Semester II Program Studi Keperawatan Universitas Timor dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Praktik Klinik Perdana Selama Pandemi COVID-19. Metode Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa keperawatan semester II (dua) sebanyak 12 orang. Teknik pengambilan sampel secara total sampling dengan sampel berjumlah 12 orang. Pengumpulan data dengan kuesioner online menggunakan google form. Analisis data menggunakan uji korelasi chi square. Hasil Uji statistik univariat menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kecemasan ringan (75%) dan siap menjalani praktik klinik (83,3%). Hasil Chi Square menunjukan adanya hubungan antara kesiapan dengan kecemasan menghadapi praktik klinik perdana (p value 0.015 < 0,05). Kesimpulan Membangun dan meningkatkan kompetensi klinik dan kepercayaan diri mahasiswa untuk bekerja di bidang penyakit menular seperti virus corona sangat diperlukan persiapan diri yang matang baik Kesiapan Fisik, Kesiapan Emosional, Kesiapan Pengalaman maupun Kesiapan Pengetahuan
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PENYAKIT DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA ATAMBUA KABUPATEN BELU Rufina Nenitryana S. Bete; Anatul Fajriani Umar; Yusfina Modesta Rua
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 4 No 02 (2022): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v4i02.3233

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus adalah suatu penyakit kronis di mana organ pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau ketika tubuh tidak efektif dalam menggunakanya. Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit yang diturunkan secara genetik kepada keturunan berikutnya dengan mengikuti pola pewarisan penyakit berdasarkan hukum mendel, yang berarti bahwa setiap anak yang lahir baik laki-laki maupun perempuan memiliki reccurent risk yang sama sebesar 50%, Oleh karena itu untuk mencegah keturunan dalam keluarga terhindar dari faktor risiko penyakit Diabetes Melitus keluarga berperan penting dalam menentukan peneriman pelayanan kesehatan, karena peran keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, oleh karena itu untuk membantu menurunkan angka kejadian penyakit Diabetes Melitus maka keluarga perlu dibekali dengan pengetahuan. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan, terhadap objek tertentu. Tujuan untuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Penyakit Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Atambua Kabupaten Belu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel 56 responden, menggunakan metode cluster sampling. Hasil penelitian Menunjukkan dari 56 responden yang diteliti, dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan keluarga tentang penyakit diabetes melitus yaitu, kategori baik berjumlah 25 responden (44,6 %), kategori cukup berjumlah 18 responden (32,1 %) dan kategori kurang berjumlah 13 responden (23,2 %). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan keluarga tentang penyakit diabetes melitus baik.