Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kognitif matematika siswa kelas III SD Negeri 1 Rupe pada materi perkalian. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengandalkan hafalan hasil perkalian tanpa memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang. Selain itu, siswa mengalami kesulitan dalam menentukan nilai tempat, menyelesaikan operasi perkalian bersusun, serta menerapkan konsep perkalian pada berbagai bentuk permasalahan. Kondisi tersebut diperparah oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan minimnya penggunaan media pembelajaran konkret, sehingga keterlibatan siswa dalam proses belajar belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sempoa terhadap kemampuan kognitif matematika siswa kelas III SD Negeri 1 Rupe. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui rancangan One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan kognitif matematika yang mencakup aspek mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), dan menganalisis (C4). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 65,63 meningkat menjadi 82,75 pada posttest dengan selisih peningkatan sebesar 17,12 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -3,923 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,001, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan penggunaan media sempoa terhadap kemampuan kognitif matematika siswa. Dengan demikian, media sempoa terbukti efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif matematika siswa sekolah dasar melalui pembelajaran yang lebih konkret, aktif, interaktif, dan bermakna sehingga mampu membantu siswa memahami konsep perkalian secara lebih mendalam.