Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan pengenalan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kompetensi guru pada transformasi digital Inang Irma Rezkillah; Baiq Yuliati Ihsan; Nurul Julaifah; Saidah Ramadhan; Kasturi Kasturi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39560

Abstract

Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru MI NW Montong Daye dalam menggunakan AI, khususnya aplikasi seperti ChatGPT dan Educaplay, untuk pembuatan media pembelajaran, modul ajar, dan asesmen di kelas. Mitra sasaran adalah 14 guru MI NW Montong Daye yang terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan pada bulan oktober.  Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap utama: (1) pendahuluan berupa pretest dengan 20 butir pertanyaan untuk mengukur pengetahuan awal guru tentang AI dan penerapannya dalam pembelajaran; (2) kegiatan inti berupa pemaparan materi oleh narasumber tentang definisi, manfaat, dan contoh aplikasi AI yang relevan, dilanjutkan praktik langsung pembuatan modul ajar berbasis AI dengan pendampingan mahasiswa; (3) penutup berupa posttest dengan instrumen yang sama untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta diskusi reflektif. Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki pengetahuan yang lemah pada aspek pemanfaatan AI untuk pembuatan media pembelajaran dan asesmen. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan skor posttest secara signifikan, dengan rata-rata kenaikan sebesar 22% dibandingkan pretest. Secara kualitatif, guru menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, antusiasme, dan kemampuan dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses pembelajaran.  Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan efektif dalam meningkatkan literasi digital dan kompetensi AI guru sekolah dasar, serta mendorong kesiapan mereka menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan. Kata kunci:. artificial intelligence; sekolah dasar; transformasi digital. Abstract The objective of this community service activity is to enhance the understanding and abilities of teachers at MI NW Montong Daye in utilizing artificial intelligence (AI), particularly applications such as ChatGPT and Educaplay, for the development of learning media, teaching modules, and classroom assessments. The target partners consisted of 14 teachers from MI NW Montong Daye who actively participated in all stages of the program. The implementation method comprised three main phases: (1) an initial phase involving a pretest with 20 questions to assess the teachers’ baseline knowledge of AI and its application in education; (2) a core phase featuring material delivery by a resource person on the definition, benefits, and relevant AI applications, followed by hands-on practice in creating AI-based teaching modules with guidance from university students; and (3) a closing phase involving a posttest using the same instrument to measure knowledge improvement, as well as a reflective discussion session. The pretest results indicated that most teachers demonstrated limited knowledge, particularly regarding the use of AI for developing learning media and assessments. Following the training, there was a significant increase in posttest scores, with an average improvement of 22% compared to the pretest. Qualitatively, teachers exhibited enhanced confidence, enthusiasm, and ability to integrate AI into the learning process. This activity demonstrates that practice-based training and mentoring are effective in improving digital literacy and AI competence among elementary school teachers, as well as in fostering their readiness to face digital transformation in the field of education. Keywords: artificial intelligence; elementary; digital transformation.
Gaslighting Dalam Tindak Pidana Kekerasan Seksual : (Studi Kasus di Lombok) Nunung Rahmania; Atika Zahra Nirmala; Saidah Ramadhan
Journal Kompilasi Hukum Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Kompilasi Hukum
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkh.v10i1.245

Abstract

Fenomena kekerasan seksual tidak selalu hadir dalam bentuk fisik yang kasat mata, tetapi juga dapat terjadi melalui manipulasi psikologis yang sistematis, salah satunya adalah gaslighting. Penelitian ini mengulas bagaimana gaslighting digunakan oleh pelaku kekerasan seksual untuk mengendalikan korban melalui penyesatan realitas dan pelemahan daya kritis, khususnya dalam hubungan kekuasaan yang timpang serta menelaah relevansi konsep gaslighting dalam kerangka Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Metode penelitian menggunakan jenis penelitian normatif dan psikologis, pendekatan yang digunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaslighting adalah bentuk paksaan psikologis yang tidak sah menurut hukum karena persetujuan korban diperoleh dari manipulasi psikologis. Walaupun dalam UU TPKS tidak menyebutkan secara eksplisit istilah gaslighting, namun terbuka ruang untuk menginterpretasi bahwa manipulasi psikologis termasuk dalam kategori jenis kekerasan seksual nonfisik. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan interdisipliner dengan melibatkan psikolog forensik dalam pembuktian menjadi penting untuk memberikan perlindungan yang komperhensif terhadap korban kekerasan seksual yang berbasis kekuasaan dan penyesatan (gaslighting).