Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Metode Permainan Edukatif Dalam Sciantific Approach Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa MI Nori Saswita Hebri; Nurul Julaifah
Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Vol 2, No 1: JANUARI 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.888 KB) | DOI: 10.31764/elementary.v2i1.1292

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode Permainan Edukatif dalam Scientific  Approach untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI di MI Al-Fatih NW Prentek. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan empat pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelas VI dengan jumlah siswa 7 orang. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan pada keterlaksanaan pembelajaran dengan persentase 3,25%, sedangkan pada hasil belajar siswa terjadi peningkatan sebesar 14,28%. Selain itu, siswa memberikan respon yang baik terhadap pembelajaran dengan menggunakan metode Permainan Edukatif.Abstract:This study aims to describe implementation of Educational Play Methods in Scientific Approach to improve student learning outcomes of class VI students at MI Al-Fatih NW of Prentek. The type of research is Classroom Action Research (CAR). This research consisted of two cycles with four meetings. The subjects in this study were students of class VI with a total of 7 students. The results showed that an increase in the feasibility of learning with a percentage of 3.25%, while in student learning outcomes, there is an increase of 14.28%. In addition,students give a good response toward learning by using Educational Play methods.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode Permainan Edukatif dalam Scientific  Approach untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI di MI Al-Fatih NW Prentek. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan empat pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelas VI dengan jumlah siswa 7 orang. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan pada keterlaksanaan pembelajaran dengan persentase 3,25%, sedangkan pada hasil belajar siswa terjadi peningkatan sebesar 14,28%. Selain itu, siswa memberikan respon yang baik terhadap pembelajaran dengan menggunakan metode Permainan Edukatif.Abstract:This study aims to describe implementation of Educational Play Methods in Scientific Approach to improve student learning outcomes of class VI students at MI Al-Fatih NW of Prentek. The type of research is Classroom Action Research (CAR). This research consisted of two cycles with four meetings. The subjects in this study were students of class VI with a total of 7 students. The results showed that an increase in the feasibility of learning with a percentage of 3.25%, while in student learning outcomes, there is an increase of 14.28%. In addition,students give a good response toward learning by using Educational Play methods.  
Pengaruh Model Pembelajaran Carousel Feedback Terhadap Higher Order Thinking Skills (HOTS) Siswa Sekolah Dasar Nurul Julaifah; Haifaturrahmah Haifaturrahmah
Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Vol 2, No 2: JUNI 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.472 KB) | DOI: 10.31764/elementary.v2i2.1300

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Carousel Feedback terhadap Higher Order Thinking Skills (HOTS)Siswa Kelas IV SDN 2 Suntu Kota Bima. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV di SDN 2 Suntu Kota Bima. Adapun sampel yang diambil yaitu kelas IVa sebagai kelas eksperimen dan IVb sebagai kelas control. Kelas eksperimen diajarkan dengan menggunakanmodel pembelajaran Carousel Feedback, sedangkan kelas kontrol diajarkan menggunakan pendekatan Saintifik.Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan Higher Order Thinking Skills (HOTS) antara siswa yang diajarkan model pembelajaran Carousel Feedback dengan pendekatakan saintifik. HOTS siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Carousel Feedback(x ̅ = 74,60) lebih tinggi daripada  siswa yang diajarkan dengan pendekatan saintifik (x ̅ = 53,57).Abstrak:This study aims to determine the effect of Carousel Feedback Learning Model on Higher Order Thinking Skills (HOTS) for class IV students of SDN 2 of Suntu, City Bima. This type of research is a quasi experiment using nonequivalent control group design. The study population was grade IV students at SDN 2 Suntu Kota Bima. The sample taken was class IVa as the experimental class and IVb as the control class. The experimental class was taught using the Carousel Feedback Learning Model, while the control class was taught using the Scientific Approach. The data in this study were analyzed using MANOVA. The results showed that there were significant differences in Higher Order Thinking Skills (HOTS) between students who were taught using Carousel Feedback Learning Model and Scientific Approach. HOTS students who are taught with the Carousel Feedback Learning Model (x ̅ = 74.60) are higher than students who are taught with a Scientific Approach (x ̅ = 53.57).
Aktivitas Belajar Melalui Pembelajaran Kooperatif Round Table Padalesson Study di Sekolah Dasar Nurul Julaifah; Nori Saswita Hebri; Sarif Hidayat
Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Vol 1, No 2: JUNI 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.88 KB) | DOI: 10.31764/elementary.v1i2.1286

Abstract

Abstrak: Lesson Study yang dilaksanakan di SDN Blimbing 01 Malang bertujuan untuk mewujudkan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa. Pelaksanaan kegiatan Lesson Study dimulai dengan tahap Plan, Do, dan See. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan tiap tahap dalam kegiatan Lesson Study. Data hasil penelitian diperoleh berdasarkan hasil obserVasi selama pelaksanaan kegiatan Lesson Study. Observer dalam penelitan ini yaitu teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Penggunaan Pembelajaran Kooperatif Round Tablejuga dapat memudahkan siswa dalam memahami dan mengingat materi lebih lama, karena setiap siswa dituntut dapat menyampaikan pendapatnya baik secara tertulis maupun lisan. Abstract: Lesson Study conducted at SDN Blimbing 01 of Malang aims to realize learning that can actiVate students. Lesson Study activity starts with the Plan, Do, and See stages. The method used in this research is descriptive qualitative, which describes each stage in the Lesson Study activities. The research data were obtained based on obserVations during the Lesson Study. Observer in this research was a colleague. The results showed that students could more actively participate in classroom learning activities. The use of the Round Table Cooperative Learning could also make it easier for students to understand and remember material longer, because each student was required to be able to express his opinion both in writing and orally.
The Potential of Geoparks for Sustainability Learning Resources in Elementary Schools: A Review Styo Mahendra Wasita Aji; Herti Prastitasari; Miftha Huljannah; Nurul Julaifah
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 35 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v35i12026p164-176

Abstract

Abstract: The environment can be a source of learning that is relevant to elementary school students according to their developmental stages. The purpose of this study is to describe the role of geoparks for education so far, to describe geopark opportunities as a learning resource in elementary schools, and to describe the challenges of geoparks as a learning resource in elementary schools. The research is based on a systematic method of literature review that refers to the PRISMA flow. Systematic literature review consists of identification, screening, and included steps. The reviewed articles went through the screening and study of the PRISMA pipeline with the Scopus database between 2020 until 2025. The results of the study show that there is a role that has been carried out by geoparks as a place that contains knowledge and values about sustainability, the potential of geoparks as a sustainability-based learning resource, and challenges as a learning resource in elementary schools with sustainability values that require regulatory certainty as a form of community involvement in preserving geoheritage heritage. The next recommendation is the potential for the development of teaching materials or a geopark-based learning model that can be carried out. Abstrak: Lingkungan dapat menjadi sumber pembelajaran yang relevan bagi siswa sekolah dasar sesuai dengan tahap perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan peran geopark dalam pendidikan hingga saat ini, mengidentifikasi potensi geopark sebagai sumber daya pembelajaran di sekolah dasar, serta mengidentifikasi tantangan geopark sebagai sumber daya pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini didasarkan pada metode tinjauan pustaka sistematis yang mengacu pada alur PRISMA. Tinjauan pustaka sistematis terdiri dari tahap identifikasi, penyaringan, dan inklusi. Artikel-artikel yang ditinjau telah melalui proses penyaringan dan analisis menggunakan alur kerja PRISMA dengan basis data Scopus dari tahun 2020 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geopark memiliki peran sebagai tempat yang menyimpan pengetahuan dan nilai-nilai tentang keberlanjutan, potensi geopark sebagai sumber belajar berbasis keberlanjutan, serta tantangan dalam penggunaannya sebagai sumber belajar di sekolah dasar yang mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan; hal ini memerlukan kepastian regulasi sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam melestarikan warisan geologi. Rekomendasi selanjutnya adalah potensi pengembangan bahan ajar atau model pembelajaran berbasis geopark yang dapat diimplementasikan.
Pelatihan pengenalan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kompetensi guru pada transformasi digital Inang Irma Rezkillah; Baiq Yuliati Ihsan; Nurul Julaifah; Saidah Ramadhan; Kasturi Kasturi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39560

Abstract

Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru MI NW Montong Daye dalam menggunakan AI, khususnya aplikasi seperti ChatGPT dan Educaplay, untuk pembuatan media pembelajaran, modul ajar, dan asesmen di kelas. Mitra sasaran adalah 14 guru MI NW Montong Daye yang terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan pada bulan oktober.  Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap utama: (1) pendahuluan berupa pretest dengan 20 butir pertanyaan untuk mengukur pengetahuan awal guru tentang AI dan penerapannya dalam pembelajaran; (2) kegiatan inti berupa pemaparan materi oleh narasumber tentang definisi, manfaat, dan contoh aplikasi AI yang relevan, dilanjutkan praktik langsung pembuatan modul ajar berbasis AI dengan pendampingan mahasiswa; (3) penutup berupa posttest dengan instrumen yang sama untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta diskusi reflektif. Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki pengetahuan yang lemah pada aspek pemanfaatan AI untuk pembuatan media pembelajaran dan asesmen. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan skor posttest secara signifikan, dengan rata-rata kenaikan sebesar 22% dibandingkan pretest. Secara kualitatif, guru menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, antusiasme, dan kemampuan dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses pembelajaran.  Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan efektif dalam meningkatkan literasi digital dan kompetensi AI guru sekolah dasar, serta mendorong kesiapan mereka menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan. Kata kunci:. artificial intelligence; sekolah dasar; transformasi digital. Abstract The objective of this community service activity is to enhance the understanding and abilities of teachers at MI NW Montong Daye in utilizing artificial intelligence (AI), particularly applications such as ChatGPT and Educaplay, for the development of learning media, teaching modules, and classroom assessments. The target partners consisted of 14 teachers from MI NW Montong Daye who actively participated in all stages of the program. The implementation method comprised three main phases: (1) an initial phase involving a pretest with 20 questions to assess the teachers’ baseline knowledge of AI and its application in education; (2) a core phase featuring material delivery by a resource person on the definition, benefits, and relevant AI applications, followed by hands-on practice in creating AI-based teaching modules with guidance from university students; and (3) a closing phase involving a posttest using the same instrument to measure knowledge improvement, as well as a reflective discussion session. The pretest results indicated that most teachers demonstrated limited knowledge, particularly regarding the use of AI for developing learning media and assessments. Following the training, there was a significant increase in posttest scores, with an average improvement of 22% compared to the pretest. Qualitatively, teachers exhibited enhanced confidence, enthusiasm, and ability to integrate AI into the learning process. This activity demonstrates that practice-based training and mentoring are effective in improving digital literacy and AI competence among elementary school teachers, as well as in fostering their readiness to face digital transformation in the field of education. Keywords: artificial intelligence; elementary; digital transformation.