Dedek Nursiti Khodijah Nursiti Khodijah
IAIN LANGSA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan media sosial untuk menguatkan sikap tanggung jawab mahasiswa Wulandari, Febriyantika; Nursiti Khodijah, Dedek
azkiya Vol 8 No 1 (2023): Al-Azkiya: Jurnal Pendidikan MI/SD
Publisher : the Study Program of Education for Islamic Elementary School Teachers (Undergraduate)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/azkiya.v8i1.6095

Abstract

Abstrak Ketergantungan manusia terhadap media sosial semakin meningkat, media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk hiburan tetapi juga untuk komunikasi serta mengumpulkan informasi disegala bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan politik. Media sosial yang selama ini masih banyak dimanfaatkan mahasiswa untuk hiburan semata ternyata memiliki peranan dalam mempengaruhi sikap kepedulian seseorang. Kepedulian sosial yang coba dibangun melalui kegiatan membagikan sedekah jumat dan mengajar secara gratis bagi masyarakat selain memberikan manfaat kepada masyarakat terkait, namun juga memberikan dampak positif kepada mahasiswa yang melakukan kegiatan sosial tersebut. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui peran media sosial dalam membangun dan menguatkan sikap kepedulian sosial mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memberikan gambaran bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan untuk menguatkan sikap kepedulian sosial mahasiswa. Informan penelitian yaitu 10 orang mahasiswa semester 6 program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki dampak positif terhadap sikap kepedulian sosial mahasiswa. Pemanfaatan media sosial untuk menyebarluaskan kegiatan sosial mahasiswa memberikan pengaruh terhadap masyarakat yang melihat postingan tersebut, banyak masyarakat yang ikut berdonasi dalam kegiatan sosial tersebut. Kata kunci: Media sosial, Kepedulian sosial, Mahasiswa, Masyarakat
Integrating Religious Moderation into Education: A Qualitative Analysis of the ASSTA Curriculum in Madrasahs Mohamad Maulidin Alif Utama; Dirga Ayu Lestari; Dedek Nurisiti Khodijah; Sangkot Sirait; Karwadi Karwadi; Sa'adi Sa'adi; Mukh Nursikin; Mansur Mansur
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.6648

Abstract

The internalization of religious moderation is essential in fostering tolerance and harmony in Indonesia’s pluralistic society. This study explores how the ASSTA curriculum—comprising the Qur'an, Sunnah, Science, Technology, and Morals—is integrated into the learning process to instill religious moderation in students at Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary schools). This qualitative research employed a phenomenological approach to understand the lived experiences of teachers and students. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and questionnaires distributed to 20 purposively selected respondents from MI Asy-Syukriyyah in Tangerang. The data were analyzed iteratively using reduction, coding, and thematic analysis. Findings indicate that religious moderation is not explicitly taught as a standalone subject, but is embedded as a “hidden curriculum” throughout various learning activities. Teachers integrate moderation values contextually through discussions, collaborative projects, and real-life applications, aligning with the principles of contextual teaching and learning (CTL). The curriculum’s integration resulted in improved student engagement, enhanced understanding of moral values, and increased tolerance in classroom interactions. Quantitative indicators—collected through pre- and post-implementation surveys—show a significant improvement in students’ moral awareness and social behavior. The study concludes that the ASSTA-based curriculum offers a strategic framework for embedding religious moderation in early education. However, sustainable implementation requires continuous teacher training, community involvement, and curriculum evaluation. This research contributes to the discourse on Islamic education reform and provides a practical model for integrating moderate religious values within a competency-based curriculum.