Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN KETIDAKLENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP PADA POLI BEDAH DI RUMAH SAKIT WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO Fiana Nur Andriani; Khusnul Khotimah Arum Nur Cahyanti; Ilham Rahmansyah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.467

Abstract

Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto dari hasil survei terdapat permasalahan terutama pada ketidaklengkapan dokumen rekam medis pasien rawat inap di poli bedah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketidaklengkapan dokumen rekam medis pasien rawat inap di poli bedah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di unit poli bedah umum Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto pada bulan Mei sampai dengan Juni 2024. Populasi penelitian ini adalah kelengkapan dokumen rekam medis pasien rawat inap di poli bedah tahun 2023 dan sampel sebanyak 160 berkas. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencatat berkas rekam medis yang tidak lengkap menggunakan lembar checklist. Berdasarkan penelitian diketahui presentase kelengkapan pengisian berkas pasien rawat inap di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto pada komponen identifikasi sebesar 83,95% lengkap dan 18,75% tidak lengkap. Pada komponen autentikasi sebesar 81,25% lengkap dan 18,75% tidak lengkap. Pada komponen laporan penting, 96,77% lengkap dan 3,23% tidak lengkap. Pada komponen pencatatan, 100% lengkap dan 0% tidak lengkap. Persentase kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap di poliklinik bedah RS Wijayakusuma Purwokerto pada item identifikasi, autentikasi dan laporan penting belum mencapai 100%. Kata Kunci : Kelengkapan Dokumen, Rekam Medis, Rumah Sakit
TINJAUAN WAKTU PENYEDIAAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT JALAN BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI RS X KOTA PURBALINGGA Khiqmatun Nazilah; Khusnul Khotimah Arum Nur Cahyanti; Ilham Rahmansyah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.480

Abstract

Waktu penyediaan rekam medis rawat jalan sangat penting untuk mempercepat pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien agar tidak terjadi antrian yang panjang pada saat penerimaan pasien rawat jalan. waktu penyediaan rekam medis rawat jalans esuai dengan SPM yaitu ≤ 10 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu penyediaan rekam medis rawat jalan dan rata-rata lama waktu nya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. sampel penelitian ini adalah 44 berkas rekam medis pasien rawat jalan pada bulan Mei 2024. Dari 44 berkas rekam penyediaan 10 menit yaitu berjumlah 13 berkas rekam medis (30%) dan 10 menit yaitu berjumlah 31 berkas rekam medis (70%). Dan rata-rata lama waktu penyediaannya yaitu 13 menit atau 10 menit. Kesimpulan: Lama waktu penyediaan berkas rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit X di Purbalingga bervariasi antara ≤10 hingga 10 menit. Kata Kunci : Kelengkapan Dokumen, Rekam Medis, Rumah Sakit
Development of the Ni-Kshay Portal as An Integrated Digital System for Effective Tuberculosis (TB) Management in Indonesia Khusnul Khotimah Arum Nurcahyanti; Oksita Asri Widyayanti; Ilham Rahmansyah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.841

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health burden in Indonesia, with reported cases increasing from 724,309 in 2022 to approximately 889,000 by early 2025. The current Tuberculosis Information System (SITB) has not fully supported rapid and accurate reporting due to delays, duplicated records, limited interoperability with other health information systems, and insufficient data quality controls. In contrast, India has successfully improved TB management efficiency through the Ni-kshay Portal, an integrated digital platform that enhances case notification and service coordination. This study aimed to conduct a needs analysis as the foundational step in developing and adapting the Ni-kshay Portal for implementation in Indonesia to ensure that the system is relevant, efficient, and aligned with national TB elimination goals. A qualitative approach was applied using the Waterfall system development model and the PIECES framework. The study involved 24 participants, consisting of 20 users and persons in charge of the Tuberculosis Information System (SITB) from primary health centers and 4 respondents from referral hospitals who were directly engaged in the implementation and operational use of the system. Data were collected through in-depth interviews, field observations, document reviews, and stakeholder validation sessions. A total of 20 primary health centers, four referral hospitals, and the Banyumas District Health Office participated in identifying functional and non-functional system requirements. Results revealed significant challenges in the current reporting system, including 2–4-week delays, server overload, duplicate patient records, weak SITB–SIMRS–BPJS synchronization, and high manual data-entry workload. The PIECES analysis identified essential requirements for the upgraded system, including real-time reporting, automated national ID (NIK) validation, cross-system API integration, centralized dashboards, streamlined digital workflows, activity logs, automated reminders, and digital referral-back features. The study concludes that an integrated digital TB reporting platform is urgently needed to improve timeliness, data quality, and case monitoring. Subsequent research stages will focus on prototype development and field testing to assess technical feasibility and potential system impact.
Evaluasi Keamanan Data Dalam Sistem Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas Duanda Cesar Palupi Palupi; Ilham Rahmansyah; Khusnul Khotimah Arum
Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rmik.v5i1.1897

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keamanan data dalam Sistem Rekam Medis Elektronik (RME) di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas berdasarkan tiga aspek utama, yaitu kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas pendaftaran, kesmik, dan bagian IT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek kerahasiaan, RSUD Banyumas telah menerapkan penggunaan username dan password personal serta fitur automatic logout, namun kebijakan pembaruan kata sandi secara berkala belum diterapkan sehingga meningkatkan risiko akses tidak sah. Pada aspek integritas, pengelolaan data sudah didukung dengan pembatasan hak akses sesuai tupoksi dan pencatatan aktivitas pengguna melalui user log, meskipun pengawasan rutin dan audit data masih perlu diperkuat. Dari aspek ketersediaan, sistem RME telah memiliki mekanisme backup otomatis tiga kali sehari serta akses data yang cepat, namun belum terdapat SOP tertulis mengenai penanganan insiden kebocoran data. Selain itu, SOP umum terkait penyelenggaraan RME telah tersedia, tetapi implementasi pelatihan keamanan data dan evaluasi berkala masih terbatas. Secara keseluruhan, keamanan data dalam RME di RSUD Banyumas sudah berjalan cukup baik, namun peningkatan kebijakan, edukasi, serta pengawasan perlu dilakukan agar perlindungan data pasien lebih optimal dan sesuai standar keamanan informasi.