Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Penggunaan Tabung K2EDTA dan K3EDTA Terhadap Hasil Pemeriksaan Kadar Hemoglobin dan Jumlah Eritrosit pada Pasien Sebelum dan Sesudah Hemodialisis Ananda Putri Purwanti; Suci Indah Astuti; Siti Raudah; Khoirul Anam
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1175

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) patients undergoing hemodialysis are prone to anemia due to decreased erythropoietin production, making hemoglobin (Hb) level and erythrocyte count examinations important for monitoring patient condition. The accuracy of hematology results is influenced by pre-analytical factors, including the type of anticoagulant tube used, namely K2EDTA (dry spray) and K3EDTA (liquid). This study aimed to determine the difference in Hb level and erythrocyte count between K2EDTA and K3EDTA tubes in patients before and after hemodialysis at RSUD Kudungga, East Kutai. This quasi-experimental study used a pre-post test design involving 34 respondents selected through total sampling. Venous blood samples were collected before and after hemodialysis, placed into K2EDTA and K3EDTA tubes, and examined using a hematology analyzer. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Paired Samples t-Test. The results showed that mean Hb and erythrocyte count significantly increased after hemodialysis in both tube types (p < 0.001), presumably due to hemoconcentration from ultrafiltration. Comparison between tubes showed a significant difference before hemodialysis (p < 0.001) but no significant difference after hemodialysis (Hb p = 0.175; erythrocytes p = 0.463). It is concluded that K2EDTA and K3EDTA tubes produce relatively comparable results and both can be used for hematology examination in hemodialysis patients according to standard laboratory procedures.
HUBUNGAN HYGIENE DAN SANITASI TERHADAP KEBERADAAN CARRIER BAKTERI PATOGEN PADA PENJAMAH MAKANAN SATUAN PELAYANAN PEMENUHAN GIZI (SPPG) KABUPATEN BERAU Lidya Kartika; Siti Raudah; Huzaimah Huzaimah; Maya Tamara Mawardani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.61863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan higiene personal dan sanitasi lingkungan serta hasil pemeriksaan keberadaan bakteri patogen pada penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Berau. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 86 penjamah makanan dari 5 SPPG di Kabupaten Berau dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel yang diamati meliputi higiene personal, sanitasi lingkungan, serta keberadaan bakteri patogen berdasarkan hasil pemeriksaan rectal swab. Data higiene personal dan sanitasi lingkungan diperoleh melalui observasi menggunakan checklist, sedangkan pemeriksaan bakteri dilakukan melalui kultur rectal swab. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memiliki kategori higiene personal sangat baik dan seluruh lokasi penelitian (100%) memenuhi kategori sanitasi lingkungan sangat baik. Seluruh hasil pemeriksaan rectal swab juga menunjukkan tidak terdeteksi Salmonella spp. dan Escherichia coli. Analisis hubungan antara variabel tidak dapat dilakukan karena seluruh variabel memiliki distribusi yang homogen sehingga tidak memenuhi variasi data yang diperlukan untuk pengujian bivariat. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh penjamah makanan pada 5 SPPG Kabupaten Berau memiliki penerapan higiene personal dan sanitasi lingkungan dalam kategori sangat baik serta tidak terdeteksi Salmonella spp. dan Escherichia coli berdasarkan pemeriksaan rectal swab.