Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Impact of Regional Original Income, Balancing Funds, and Fiscal Stress on Capital Expenditures and Regional Government Financial Performance Fergisa Rindang Primadi; Wirmie Eka Putra; Muhammad Gowon
Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/jetbis.v3i6.117

Abstract

Over the last few years, the financial performance of district/city governments in Jambi province has decreased. This condition can be seen from the regional financial independence which is still very low. Therefore, this research aims to analyze more deeply the influence of local revenue, balancing funds, and fiscal stress on regional government financial performance, both direct and indirect influences through capital expenditure. This research is quantitative descriptive. The research was conducted in all districts/cities in Jambi province and used secondary data. Data was obtained through the BPK-RI Jambi Province Representative page in the form of audited regional government financial reports with an observation period from 2017-2022. The data analysis method uses the path analysis method. The study's findings demonstrate that original revenue that is largely generated locally and balancing funds have a major and favorable impact on capital spending. Capital spending is not significantly impacted by fiscal stress. The financial performance of local governments is not significantly impacted by local revenue or fiscal strain. The financial performance of local governments is significantly and negatively impacted by partly balancing funds. The financial performance of local governments is positively and significantly impacted by capital expenditures. Additionally, it was shown that capital spending might moderate the impact of balancing budgets on the financial performance of local governments. But, capital spending does not mitigate the impact of local revenue and fiscal strain on the financial performance of local governments. This research has implications for formulating policies to increase local original income, determining the allocation of capital expenditure and improving the financial performance of regional governments in districts/cities in Jambi province.
Peran Audit Internal Perbankan dalam Mendeteksi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU): Perspektif Akuntansi dan Hukum Gevan Naufal Wala; Fergisa Rindang Primadi
Jurnal Greenation Ilmu Akuntansi Vol. 3 No. 3 (2025): (JGIA) Jurnal Greenation Ilmu Akuntansi (Agustus - Oktober 2025)
Publisher : Greenation Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgia.v3i3.831

Abstract

Pencucian uang masih menjadi salah satu ancaman paling serius terhadap integritas sistem perbankan Indonesia, sebab bank berposisi ganda sebagai penjaga gerbang sekaligus instrumen potensial kejahatan keuangan. Penelitian terdahulu cenderung mengkaji peran audit internal dalam pencegahan kecurangan secara umum, sementara kajian hukum mengenai penegakan tindak pidana pencucian uang jarang mengintegrasikan mekanisme operasional audit internal sebagai instrumen pengendalian berbasis akuntansi, sehingga terdapat kesenjangan pemahaman mengenai bagaimana perspektif akuntansi dan hukum berpadu dalam praktik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran audit internal perbankan dalam mendeteksi indikasi tindak pidana pencucian uang dengan memadukan perspektif akuntansi dan hukum, serta mengidentifikasi tantangan yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif-konseptual dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, didukung studi kepustakaan atas data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan literatur ilmiah mutakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal berfungsi sebagai mekanisme deteksi dini berbasis akuntansi melalui pemantauan transaksi, penelusuran jejak audit, dan identifikasi red flag, sekaligus beroperasi dalam kerangka hukum yang mengikat berupa prinsip mengenal nasabah, kewajiban pelaporan transaksi mencurigakan, dan akuntabilitas korporasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan audit internal sebagai jembatan integratif yang mengonversi bukti akuntansi menjadi dokumentasi kepatuhan yang bernilai hukum dalam rezim anti pencucian uang di Indonesia.
Peran Sustainability Reporting terhadap Reaksi Pasar Modal: Analisis Akuntansi Keuangan dan Kerangka Regulasi Pelaporan Keberlanjutan Gevan Naufal Wala; Fergisa Rindang Primadi
Jurnal Greenation Ilmu Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): (JGIA) Jurnal Greenation Ilmu Akuntansi (Februari - April 2026)
Publisher : Greenation Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgia.v4i1.832

Abstract

Meningkatnya perhatian global terhadap keberlanjutan perusahaan menempatkan pelaporan keberlanjutan sebagai sarana komunikasi strategis antara perusahaan dan pelaku pasar modal. Namun, bukti empiris mengenai reaksi pasar modal terhadap pengungkapan keberlanjutan masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten, mulai dari abnormal return positif dalam jangka panjang hingga reaksi harga yang tidak signifikan bahkan negatif dalam jangka pendek. Inkonsistensi ini menimbulkan kesenjangan penelitian mengenai mekanisme yang menjadikan informasi keberlanjutan bermakna secara finansial bagi investor, serta kecukupan kerangka regulasi yang mengatur pengungkapan tersebut di Indonesia dibandingkan dengan standar internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pelaporan keberlanjutan dan reaksi pasar modal melalui sudut pandang akuntansi keuangan, serta mengevaluasi kerangka regulasi pelaporan keberlanjutan di Indonesia terhadap standar pengungkapan keberlanjutan global. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang memadukan analisis regulasi normatif dengan sintesis naratif atas literatur akuntansi dan keuangan terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa reaksi pasar modal terhadap pengungkapan keberlanjutan bersifat kondisional, bergantung pada materialitas informasi, keberadaan asurans independen, dan kredibilitas pengungkapan, bukan semata-mata volume pengungkapan. Analisis regulasi menunjukkan bahwa regulasi pelaporan keberlanjutan Indonesia secara formal telah terpenuhi namun secara substansi masih terfragmentasi dibandingkan kerangka global yang tengah berkonvergensi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian reaksi pasar modal, relevansi nilai akuntansi keuangan, dan analisis regulasi komparatif dalam satu kerangka interpretatif.