Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kolaborasi Pentahelix Dalam Pengelolaan Sumber Data Air Kawasan Gunung Tilu Kabupaten Kuningan Rifaldy Rizkianto; Moh. Taufik Hidayat; Sri Wulandari
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3083

Abstract

Sumber daya air Gunung Tilu, yang vital bagi 15 desa rawan kekeringan di Kuningan, memerlukan pengelolaan terintegrasi melalui kolaborasi pentahelix (pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, media). Namun, kerusakan infrastruktur pascalongsor (2018) dan lemahnya koordinasi aktor menghambat kemajuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kolaborasi pentahelix dan mengusulkan kearifan lokal sebagai dimensi baru untuk meningkatkan pengelolaan air. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui wawancara (13 informan), observasi, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Kolaborasi belum optimal akibat keterbatasan anggaran, ambiguitas kepemimpinan (DPUTR & BBWS Cimanuk-Cisanggarung), dan keterlibatan akademisi/media yang minimal. Kearifan lokal terbukti krusial, misalnya penolakan masyarakat terhadap proyek pipa yang mengabaikan norma adat. Studi ini merekomendasikan pelembagaan nilai lokal dalam kerangka kolaborasi dan penguatan komunikasi multiaktor untuk mitigasi kekeringan.
Implementasi Kebijakan Kredit Usaha Rakyat Dalam Program Kemitraan Tebu di PT PG Rajawali II Cirebon Wahyu Sakti Priyonggo; Ipik Permana; Moh. Taufik Hidayat
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3086

Abstract

Tujuan   penelitian   ini   adalah  untuk mengetahui Implementasi Kebijakan  Kredit Usaha Rakyat di PT PG Rajawali II Cirebon, termasuk mengetahui hambatan yang dihadapi dalam implementasi kebijakan dan mengetahui upaya apa yang telah dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Teori  yang  digunakan  untuk mengkaji Implementasi Kebijakan adalah teori Edward III,  yaitu dengan melakukan analisa aspek  komunikasi,  sumber  daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian dilakukan  dengan menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan dalam penelitian dilakukan secara  purposive  sampling, meliputi Ketua DPD, DPC APTRI Jawa Barat, General Manager Pabrik Gula, Kepala Bidang Tanaman dan Akuntansi Keuangan, Staf Tanaman dan Petugas Perbankan.  Analisa data dilakukan dengan analisa deskriptif dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil Penelitian   ini   menunjukkan   Implementasi kebijakan Kredit Usaha Rakyat di PT PG Rajawali II Cirebon belum berjalan secara optimal sebagaimana terlihat dari empat aspek dimensi utama masih terdapat dua aspek dimensi tidak efektif yaitu pada aspek sumber daya anggaran dan Struktur Birokrasi. Petani mitra masih kesulitan dalam hal pemenuhan pembiayaan budidaya tebu di awal waktu musim tanam dan SOP PT PG Rajawali II tentang pengajuan kredit petani belum dilakukan pembaharuan. Hambatan terkait anggaran dan upaya yang dilakukan PT PG Rajawali II harus diperbaiki agar program kemitraan tebu berjalan dengan optimal.  
Implementation of Household Waste Management Policy in Cirebon Regency Jihan Nur Azizah; Afini Afriliza Putri; Moh. Taufik Hidayat; Mahendra Haryo Bharoto
Interdisciplinary Social Studies Vol. 4 No. 3 (2025): Regular Issue: April-June 2025
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v4i3.856

Abstract

This research is motivated by the problem of household waste management problems that continue to be a challenge in various regions, especially Cirebon Regency. This study aims to examine the implementation of household waste management policies in Cirebon Regency using Edward III's policy implementation theory with a focus on analyzing policy implementation and identifying indicators that encourage and hinder the process. This research uses a descriptive qualitative approach. Data sources were collected through a series of in-depth interviews, field observations, and documentation. The results showed that the implementation of the household waste management policy in Cirebon Regency had not reached the optimal level. Some of the obstacles found include low public awareness in waste segregation and disposal, limited waste management infrastructure, and lack of government awareness regarding household waste management. This study recommends the need to strengthen waste management infrastructure, improve the household waste management system, improve household waste management education programs to the community, and improve a more effective coordination system between stakeholders to determine the extent of the policy implementation and determine the aspects that contribute to the success of household waste management policies in Kedawung District, Cirebon Regency.
Hexahelix Collaboration: Street Vendor Arrangement To Achieve Cleanliness, Order And Beauty Beby Thaharah; Aprilianti Noer Indah Suci; Moh. Taufik Hidayat; Aghnia Dian Lestari
Jurnal Ekonomi Teknologi dan Bisnis (JETBIS) Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/jetbis.v3i7.118

Abstract

Hexahelix Collaboration on Street Vendor Arrangement for Occupying K3 (kebersihan, ketertiban, keindahan). Street vendors are often considered to interfere with urban K3 (kebersihan, ketertiban, keindahan) because there are still many street vendors who sell on the shoulder of the road which causes congestion on the road and disrupts road order, there are still many street vendors who pay less attention to cleanliness in the environment they sell which causes a lot of piles of garbage on the side of the road. This makes the beauty value of the urban area go down. The problem of street vendors is a problem that must be solved together and requires hexahelix collaboration between Government, Academics, Media, Business, Community, and Financial Institutions. The purpose of this research is to find out the collaboration process between stakeholders involved in the hexahelix collaboration of street vendors' arrangement to realize K3 (kebersihan, ketertiban, keindahan). This research uses a descriptive qualitative approach method with field studies, observation, documentation, and interviews. The results of this research show that there is no direct collaboration between the actors contained in the Hexahelix concept.