Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Konsep Walkability Skala Manusia Berbasis Kegiatan Pelajar dalam Kawasan Pendidikan Fariz Ryadi; Sri Pare Eni; Ramos P. Pasaribu
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 7 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i7.1332

Abstract

Walkability is one part of realizing sustainable and livable city planning and design. The education area is one of the areas in urban areas that has a complex and dynamic level of problems. The attraction of the educational function in an area causes a high movement of people and goods so that in its development various commercial functions grow in it. The M.A Turungku road corridor is part of the education area in Buol City. In the corridor there are various educational functions starting from the elementary, secondary, to upper levels. The pull of the existence of the educational function in the M.A Turungku road corridor has resulted in the growth of commercial functions followed by its impact on the decline in environmental quality. The decline in the quality of the physical environment that occurs in the M.A Turungku road corridor has an impact on the comfort of walking activities, especially for students in the corridor. Therefore, in this study, the improvement of walkability in the M.A Turungku road corridor will be studied through a human-scale approach based on student activities. The research approach uses a rationalistic approach with data collection techniques through systematic observation. The results of this study show that the comfort level of human sensing when walking on the M.A Turungku road corridor gets an uncomfortable value. Meanwhile, in the results of the analysis of pedestrian movements and behavior, during the day in segment 2 of the M.A Turungku road corridor, outdoor activities occur very dynamically where main activities, additional activities, and follow-up activities of pedestrians are formed.
Desain Universal Pada Terminal Bus Giwangan Terhadap Bentuk Ruang dan Skala Bagi Penumpang Tuna Daksa David Setya Aji Wibawa; Sri Pare Eni; Ramos P. Pasaribu
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i12.2395

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan desain universal dalam bentuk ruang dan skala di Terminal Bus Giwangan Yogyakarta untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penumpang disabilitas tuna daksa. Dengan meningkatnya jumlah penyandang disabilitas di Indonesia, keberadaan infrastruktur yang ramah bagi mereka menjadi sangat urgent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis keterbatasan aksesibilitas di terminal serta memberikan pedoman desain yang lebih inklusif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan survei lapangan, observasi langsung, wawancara dengan penyandang disabilitas, dan studi literatur terkait standar aksesibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa keterbatasan aksesibilitas, termasuk akses masuk yang terbatas, sirkulasi yang bersinggungan dengan jalur bus, serta ketiadaan lift dan fasilitas khusus disabilitas seperti toilet dan parkir. Observasi juga mengindikasikan bahwa hanya satu dari empat akses masuk yang memiliki ramp yang terhubung ke seluruh area terminal, sehingga menghambat mobilitas penumpang. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pedoman desain dalam bentuk ruang dan skala terminal bus yang lebih inklusif, khususnya untuk infrastruktur transportasi di Indonesia.
The Visual Psychological Influence of Cadet Soldiers on Terracotta Materials on the Shape of the Facade of the Main Hall Building of Akmil Magelang Bambang Hermanto; Sri Pare Eni; Ramos P. Pasaribu
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i6.1768

Abstract

The Indonesian Army Military Academy (Akmil) in Magelang, established on October 31, 1945, plays a key role in the education and development of career officers for the Indonesian Army (TNI AD). This research aims to evaluate the design of a new Main Hall facility at Akmil, focusing on the use of terracotta materials for its façade. This study employs a quantitative research method with a descriptive approach, supported by qualitative insights from interviews. The primary objective is to empirically assess the psychological impact of terracotta materials on the façade of the Main Hall at Akmil. Data collection involves questionnaires and surveys targeting cadet soldiers to assess their visual perceptions, emotional responses, and preferences regarding the terracotta façade. The proposed design using terracotta materials for the façade is anticipated to enhance both the physical and emotional appeal of the Main Hall. The use of terracotta is expected to create a welcoming, symbolic landmark that reinforces Akmil’s institutional identity and the pride of its personnel. The new Main Hall, incorporating terracotta, promises to address the space limitations while enhancing the psychological and symbolic value of the building. This upgrade will strengthen Akmil’s role as a leading institution in military education. The findings provide insights into how architectural design can contribute to both functional efficiency and emotional well-being in military institutions. This research offers recommendations for future military building designs, emphasizing the importance of material selection for promoting institutional pride and identity.
Desain Universal Pada Terminal Bus Giwangan Terhadap Bentuk Ruang dan Skala Bagi Penumpang Tuna Daksa David Setya Aji Wibawa; Sri Pare Eni; Ramos P. Pasaribu
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i12.2395

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan desain universal dalam bentuk ruang dan skala di Terminal Bus Giwangan Yogyakarta untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penumpang disabilitas tuna daksa. Dengan meningkatnya jumlah penyandang disabilitas di Indonesia, keberadaan infrastruktur yang ramah bagi mereka menjadi sangat urgent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis keterbatasan aksesibilitas di terminal serta memberikan pedoman desain yang lebih inklusif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan survei lapangan, observasi langsung, wawancara dengan penyandang disabilitas, dan studi literatur terkait standar aksesibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa keterbatasan aksesibilitas, termasuk akses masuk yang terbatas, sirkulasi yang bersinggungan dengan jalur bus, serta ketiadaan lift dan fasilitas khusus disabilitas seperti toilet dan parkir. Observasi juga mengindikasikan bahwa hanya satu dari empat akses masuk yang memiliki ramp yang terhubung ke seluruh area terminal, sehingga menghambat mobilitas penumpang. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pedoman desain dalam bentuk ruang dan skala terminal bus yang lebih inklusif, khususnya untuk infrastruktur transportasi di Indonesia.
PENGARUH KONEKTIVITAS RUANG TERHADAP TINGKAT WALKABILITY DI KAWASAN PENDIDIKAN Aurel Maylana Azhar; Ramos P. Pasaribu; Sri Pare Eni
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 7 No. 1: June 2026
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v7i1.12146

Abstract

Penelitian ini memancarkan tingkat walkability di koridor Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, sebagai akses utama menuju UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Studi ini secara khusus menganalisis integrasi antara Konektivitas Ruang (aspek fisik-spasial) dan Konektivitas Waktu (aspek efisiensi-temporal) terhadap kualitas lingkungan pejalan kaki. Menggunakan metode campuran (mixed-methods), data dikumpulkan melalui observasi lapangan, time-motion study, serta kuesioner kepada 80 responden. Hasil penelitian menunjukkan Konektivitas Ruang berada pada kategori baik (74,45%) dengan kejelasan simpul (keterbacaan) sebagai kekuatan utama, meskipun kontinuitas jalur terhambat oleh okupansi PKL dan parkir liar. Konektivitas Waktu secara perseptual dinilai baik (73,05%), namun secara objektif ditemukan inefisiensi dengan kecepatan jalan (0,80–1,15 m/detik) di bawah standar akibat delay pada jam sibuk. Analisis regresi linier berganda membuktikan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap walkability dengan kontribusi 80,5%. Secara parsial, Konektivitas Ruang (koefisien 0,549) lebih dominan dibandingkan Konektivitas Waktu (koefisien 0,087), menunjukkan pengguna lebih mengutamakan kualitas fisik dan keamanan dibandingkan efisiensi waktu. Hambatan utama meliputi lemahnya regulasi dan letak JPO yang tidak strategis. Rekomendasi mencakup rekonstruksi lebar efektif jalur minimal 2 meter dan relokasi fasilitas penyeberangan ke simpul aktivitas utama.