Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Lompat Jauh Melalui Penerapan Teams Games Tournament pada Anak Autis di Sekolah Luar Biasa Dharma Asih Pontianak Witri Suwanto; Ahmad Atiq; Bambang Prasetyo Subekti; Zurhan Zurhan; Petronila Trivion; Fredikus Tendy Arian; Ii Sumirat; Peri Gentari Putra; Damianusdarmo Damianusdarmo; Suri Dwi Nanda; Meliyana Karin; Rio Saputra; Yohanes Tomas Tongge
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v14i2.1606

Abstract

Peningkatan lompat jauh melalui penerapan tgt (teams games tournament) pada anak autis di sekolah luar biasa dharma asih pontianak Pembelajaran lompat jauh merupakan sebuah pembelajaran yang wajib di berikan kepada peserta didik guna untuk mencapai tujuan pembelajaran khususnya anak yang berkebutuhan khusus dalam hal ini adalah anak autis ya itu anak yang secara tidak normal atau mengalami ketidaksamaan pada oaring normal lainya dalam rangka proses pertumbuhan dan perkembangan motorik melalui olahraga atletik sebagai ibu olahraga dari semua cabang olahraga diantarnya nomor lompat jauh namun perjalanan proses pembelajaran lompat jauh sangat mengalami kendala pada saat pembelajaran di lakukan dimana peserta dididk kelas mengalami kesulitan yang mendasar belum adanya sebuah model atau pendekatan yang sesuai kemampuan yang dimiliki setiap individu Peningkatan Lompat Jauh Melalui Penerapan TGT (Teams Games Tournament) untuk mengetahui lompat jauh melalui penerapan TGT (teams games tournament) Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah diskriftip kuantitatif dengan penellitian tindakan kelas dimana subyek penelitian berjumlah 20 dengan hasil penelitian pada siklus I terdapat siswa yang sudah tuntas berjumlah 11 dengan persentasi 55 % dan siswa yang belum tuntas 9 dengan persentasi 45 % maka di lanjutkan ke tahap siklus II dan jumlah siswa 20 tuntas semua atau tuntas 100%, artinya bahwa setiap pembelajaran harus di berikan segala upaya yang inovatif dan kreatif salah satunya model pembelajaran TGT (teams games tournament) bahwa pembelajaran pendidikan jasmani yang di berikan sangat berhasil kepada anak yang memeiliki kebutuhan khusus. Peningkatan lompat jauh melalui penerapan tgt (teams games tournament) pada anak autis di sekolah luar biasa dharma asih pontianak.
Penerapan Pendekatan Deep Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Senam Irama pada Siswa Kelas VII C SMP Negeri 21 Pontianak: Penelitian Nurul Annisa; Ardian; Joni; Billy Ervandy; Syamsul Arifin; Yohanes Tomas Tongge; Wiwik Yunitaningrum; Pribowo Wahyu Adi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan senam irama melalui penerapan pendekatan deep learning pada siswa kelas VII C SMP Negeri 21 Pontianak Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa yang terdiri atas siswa laki-laki dan perempuan. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan senam irama, lembar observasi aktivitas siswa, serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan mengacu pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) PJOK sebesar 75. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan senam irama siswa setelah diterapkannya pendekatan deep learning. Ketuntasan belajar siswa pada prasiklus sebesar 42,86%, meningkat menjadi 71,43% pada siklus I, dan mencapai 94,29% pada siklus II. Nilai rata-rata siswa juga mengalami peningkatan dari 69,29 pada prasiklus menjadi 77,29 pada siklus I dan 83,57 pada siklus II.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan deep learning dapat meningkatkan keterampilan senam irama siswa kelas VII C SMP Negeri 21 Pontianak. Pendekatan ini mampu mendorong keterlibatan aktif siswa, memperkuat pemahaman gerak, serta meningkatkan kemampuan siswa dalam menampilkan rangkaian gerakan senam irama secara lebih baik.