Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBENTUKAN DESA WISATA PADA JALUR LINGKAR WILIS KABUPATEN TULUNGAGUNG ( Studi di desa Gambiran Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung) Nurhajati, Nunun
Jurnal PUBLICIANA Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Tulungagung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.73 KB)

Abstract

                                                ABSTRAKBerbagai potensi dan daya tarik wisata dikembangkan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah bahkan desa yang dikembangkan agar masyarakat mendapat manfaat terkait potensi desa yang ada dengan menjadikannya kawasan desa wisata. Desa wisata merupakan salah satu bentuk penerapan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.  Pengembangan desa wisata yang berbasis lokal memerlukan kepedulian dan partisipasi masyarakat sendiri untuk senantiasa berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan desanya.Masalah yang diteliti adalah tentang upaya pembentukan desa wisata dan faktor-faktor yang menjadi pendorong dan penghambat di dalam pembentukan desa wisata di desa Gambiran kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung.Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian deskriptif kualitatif karena peneliti ingin memberikan gambaran yang jelas tentang upaya pembentukan desa wisata.Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan partisipasi masyarakat di dalam pembentukan desa wisata sehingga masyarakat merasa memiliki. Meskipun partisipasi masyarakat masih sebatas partisipasi tenaga bukan pemikiran dan keterlibatan di dalam kepengurusan kelembagaan desa wisata.
DAMPAK PENGEMBANGAN DESA WISATA TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ( Studi di Desa Mulyosari Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung) Nurhajati, Nunun
Jurnal PUBLICIANA Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Tulungagung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.265 KB)

Abstract

ABSTRAKSektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah. Usaha memperbesar pendapatan asli daerah, maka program pengembangan dan pendayagunaan sumber daya dan potensi pariwisata daerah diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi. Dampak pengembangan pariwisata bagi kehidupan ekonomi di daerah tujuan wisata seperti di desa Mulyosari kecamatan Pagerwojo kabupaten Tulungagung, karena dengan adanya kegiatan wisata di wilayah tersebut membuka banyak peluang usaha. Dimana pembentukan desa wisata ini menawarkan kegiatan wisata yang menekankan pada unsur-unsur pengalaman adanya interaksi langsung antara wisatawan dengan masyarakat setempat.ABSTRACTThe tourism sector is a potential sector to be developed as a source of local revenue. Efforts to increase regional original income, the development and utilization of resources and the potential of regional tourism are expected to contribute to economic development. The impact of tourism development on economic life in tourist destinations such as in Mulyosari village, Pagerwojo sub-district, Tulungagung district, because the presence of tourism activities in the region opens up many business opportunities. Where the establishment of this tourist village offers tourist activities that emphasize the elements of experience of the direct interaction between tourists and the local community.
Implementasi Program Bank Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat Untuk Mengurangi Penumpukan Sampah Di Kabupaten Tulungagung nunun nurhajati
Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol 10, No 1 (2022): PUBLIKAUMA, JUNI 2022
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/publika.v10i1.6617

Abstract

Abstrak Tempat pembuangan sampah ( TPA ) Segawe merupakan satu-satunya tempat pembuangan sampah yang ada di Kabupaten Tulungagung sehingga dengan pesatnya pertumbuhan penduduk menjadikan TPA Segawe mengalami kelebihan kapasitas. Salah satu strategi untuk mengurangi penumpukan sampah di Kabupaten Tulungagung yang terus diupayakan oleh Dinas Lingkungan Hidup adalah menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat di dalam mengurangi penumpukan sampah tersebut. Untuk itulah penelitian ini dilakukan agar penumpukan sampah bisa dikelola melalui program bank sampah yang berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang dipakai adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode pengambilan data melalui observasi dan wawancara mendalam. Narasumber penelitian dicari berdasarkan model purposive sampling. Dari penelitian didapatkan bahwa implementasi program bank sampah efektif  memaksimalkan keikutsertaan masyarakat ditinjau dari keberhasilan program, keberhasilan sasaran, kepuasan terhadap program, tingkatan input dan output dan pencapaian tujuan menyeluruhnya meskipun pelaksanaannya belum maksimal.Kata Kunci : Implementasi Program, Bank Sampah,Partisipasi Masyarakat AbstractThe Segawe landfill (TPA) is the only garbage disposal site in Tulungagung Regency so that with the rapid population growth, the Segawe TPA is experiencing excess capacity. One of the strategies to reduce the accumulation of waste in Tulungagung Regency which is continuously being pursued by the Environmental Service is to raise public awareness and participation in reducing the accumulation of waste. For this reason, this research was conducted so that the accumulation of waste can be managed through a waste bank program based on community participation. The method used is a type of qualitative research with data collection methods through observation and in-depth interviews. Researchimpementation  resource persons were sought based on a purposive sampling model. From the research, it was found that the waste bank program is effective in maximizing community participation in terms of program success, target success, satisfaction with the program, input and output levels and the achievement of overall goals even though its implementation has not been maximized.Keyword: Progam Implementation, Waste Bank Community Participation  
Policy Analysis of Nature Tourism Management Based on Village Owned Enterprises (BUMDes) in Empowering the Community Economy in Taman Dadapan, Tulungagung Regency Nunun Nurhajati; Anang Sugeng Cahyono; Mohammadtahir Cheumar
Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol. 11 No. 1: April 2026
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/pjiap.v11i1.16539

Abstract

Village tourism management based on VillageOwned Enterprises (BUMDes) is one of the steps taken by village governments to maximize local potential in order to improve community welfare. This study aims to analyze the implementation of BUMDesbased natural tourism management policies in empowering the community’s economy at Dadapan Tourism Park, Tulungagung Regency. This study applies a qualitative method with a literature review approach and public policy analysis based on George C. Edward III’s policy implementation theory, which includes communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The research findings indicate that the management of Dadapan Tourism Park by BUMDes Raharja has successfully provided positive impacts on community economic empowerment, including the emergence of local business opportunities, increased community income, and the absorption of labor in the tourism area. However, tourism management still faces several challenges, such as limited human resources, less effective tourism promotion, and a lack supporting tourism facilities. Therefore, strengthening BUMDes management, improving tourism promotion, and providing infrastructure support are needed so that village tourism management can grow sustainably.
Social Interaction Patterns of Former Indonesian Female Migrant Workers: The Role of Cultural Adaptation and Social Conflict in Community Reintegration Nunun Nurhajati
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i2.3381

Abstract

The large population but not linear with the number of job opportunities and not accompanied by the level of education of the community gives rise to the phenomenon of the high number of migrant workers in Indonesia, especially female migrant workers. Social conflicts often arise when these migrant workers return to their homeland and interact with their environment. The existence of cultural differences and living habits makes changes in the lifestyle of migrant workers create friction of interests between communities when they interact. The purpose of this study is to analyze the impact of social interaction patterns of former female migrant workers who bring positive or even negative values to their environment and the differences with women who have never been migrant workers along with the factors that influence these social interaction patterns. The method used is a qualitative descriptive research method where researchers obtain data through observation, interviews and documentation. Data analysis uses data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on field research, it was found that these female former migrant workers have different interaction patterns from women who have never worked as migrant workers which can be seen from the way they behave and respond to a problem. Female former migrant workers have more open thinking even though they also become individualists which ultimately causes social conflict in their environment. There are several factors that influence including: communication, differences in perspective or mindset and also habits so that it takes time to re-adapt to the culture and interaction patterns with the local community so as not to cause social conflict in the community.Jumlah penduduk yang besar, namun tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan dan tidak diimbangi dengan tingkat pendidikan masyarakat, menimbulkan fenomena tingginya jumlah pekerja migran di Indonesia, terutama pekerja migran perempuan. Konflik sosial sering muncul ketika para pekerja migran ini kembali ke tanah air dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Perbedaan budaya dan kebiasaan hidup menyebabkan perubahan gaya hidup pekerja migran yang menimbulkan gesekan kepentingan antara masyarakat saat berinteraksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak pola interaksi sosial mantan pekerja migran perempuan yang membawa nilai positif maupun negatif bagi lingkungan mereka serta perbedaan dengan perempuan yang tidak pernah menjadi pekerja migran, beserta faktor-faktor yang mempengaruhi pola interaksi sosial ini. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, di mana peneliti memperoleh data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian lapangan, ditemukan bahwa mantan pekerja migran perempuan ini memiliki pola interaksi yang berbeda dari perempuan yang tidak pernah bekerja sebagai pekerja migran, yang terlihat dari cara mereka berperilaku dan merespons suatu masalah. Mantan pekerja migran perempuan cenderung memiliki pola pikir yang lebih terbuka meskipun juga menjadi individualis, yang pada akhirnya menyebabkan konflik sosial di lingkungan mereka. Beberapa faktor yang mempengaruhi termasuk komunikasi, perbedaan perspektif atau pola pikir, dan kebiasaan, sehingga dibutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dengan budaya dan pola interaksi di masyarakat lokal agar tidak menimbulkan konflik sosial di komunitas tersebut.
Looking Ahead to the Political Future: Voting Behavior of Generation Z in General Elections in Kediri Regency - East Java Laily Purnawati; Fathul Qorib; Nunun Nurhajati
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 10 No. 1 (2025): June 2025 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v10i1.1076

Abstract

General elections are a crucial component of the democratic system, involving the participation of all eligible citizens. Generation Z, as one of the significant voter groups, attracts the attention of political parties due to their large number of votes. However, this generation often exhibits apathy and a lack of political knowledge. This study aims to analyze the voting behavior of Generation Z and the factors influencing it. The study employs in-depth interviews with 14 informants consisting of students, university students, and private-sector workers, as well as Focus Group Discussions (FGD) with 7 university students. The results indicate that initial voter conditions, such as economic background and previous experiences, mass media, and the characteristics of parties or candidates, significantly shape the political preferences of Generation Z. Social media emerges as the primary source of information, while experiences and discussions in academic environments enhance political participation. Emotional and rational factors also influence voting decisions, with emotions toward certain parties or candidates and rational analysis of received information playing critical roles. These findings underscore the importance of political education and media literacy in shaping informed and critical voters, contributing to the strengthening of democracy and the development of a more inclusive society in line with the Sustainable Development Goals (SDGs).