Rosa Lamria Mardiana Simbolon
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Filsafat Stoikisme Pada Tokoh Andy Dufresne dalam Film The Shawshank Redemption Rosa Lamria Mardiana Simbolon; Syihabuddin Syihabuddin
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5006

Abstract

This research aims to analyze the influence of Stoicism values ​​on the development of moral character, dynamics of social relationships, and acceptance of destiny in the film "The Shawshank Redemption". The research method used is a descriptive qualitative approach, by identifying and describing in depth the Stoicism values ​​reflected in the film narrative. Data were analyzed using content analysis techniques to explore the philosophical and social implications contained in the depiction of stoicism in the film. The research results show that stoicism values, such as loyalty, trust, cooperation, and acceptance of fate, have a significant impact on the moral character that develops in the prison context. The dynamics of social relationships between characters, especially between Andy Dufresne and Red, are reflected as clear evidence of how Stoicism values ​​enrich human interactions in difficult conditions. Acceptance of fate, as the essence of stoicism, is illustrated through the character of Andy, who is able to maintain his composure and even make a positive impact in the harsh prison environment. The results of this research provide in-depth insight into how the philosophy of Stoicism can be applied in everyday life and create positive values ​​amidst difficult life challenges.
Unsur Budaya Teks Cerita Rakyat Danau Toba dalam Buku Bahan Ajar Bipa Sahabatku Indonesia untuk Pemelajar Bipa 4 Rosa Lamria Mardiana Simbolon; Yeti Mulyati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3894

Abstract

Pengajaran BIPA bagi pemelajar memiliki tujuan bukan hanya untuk memperlancar berbahasa Indonesia tapi juga memperkenalkan budaya Indonesia. Pemerolehan pengenalan budaya Indonesia dalam proses pembelajaran BIPA dapat ditemukan dalam suatu teks narasi, salah satunya adalah cerita rakyat. Salah satu cerita rakyat Indonesia yang dapat ditemukan yakni Legenda Danau Toba seperti yang disajikan dalam buku Sahabatku Indonesia bagi Pemelajar BIPA level 4 yang diterbitkan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Teks cerita rakyat menjadi sarana yang efektif dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada pemelajar bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana unsur budaya terkandung dalam cerita rakyat Danau Toba dan bagaimana pemanfaatannya dalam buku bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia untuk pemelajar BIPA 4. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan melakukan analisis terhadap teks cerita rakyat Danau Toba yang terdapat dalam buku bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia untuk pemelajar BIPA 4. Data dikumpulkan melalui pencermatan teks dan interpretasi terhadap unsur budaya yang terdapat dalam cerita rakyat tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teks cerita rakyat Danau Toba dalam buku bahan ajar tersebut mengandung berbagai unsur budaya, termasuk bahasa daerah, pengetahuan lokal, mata pencaharian masyarakat setempat, dan aspek religi. Pemanfaatan cerita rakyat ini dalam buku bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia untuk pemelajar BIPA 4 dapat memberikan pengalaman belajar yang holistik, menggabungkan aspek linguistik dengan pemahaman mendalam tentang konteks budaya Indonesia.
Implementasi Metode PPP (Presentation, Practice, dan Production) dalam Pembelajaran Berbicara BIPA Level Pemula Rosa Lamria Mardiana Simbolon; Suci Sundusiah; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2859

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan metode Presentation, Practice, and Production (PPP) dalam pengajaran keterampilan berbicara bagi pelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat pemula. Penelitian ini menggunakan desain single subject research (SSR) dengan pola A-B-A yang merupakan pola eksperimen tunggal, melibatkan tiga mahasiswa asal Uzbekistan sebagai partisipan. Metode PPP diterapkan melalui tiga tahapan sistematis: tahap presentasi untuk menyampaikan input yang mudah dipahami, tahap praktik untuk membiasakan pola bahasa, dan tahap produksi untuk menerapkan kemampuan secara komunikatif dan autentik. Alat ukur dalam penelitian meliputi tes kemampuan berbicara terstruktur, lembar observasi partisipasi, serta dokumentasi dalam bentuk audio dan video. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan perubahan performa berbicara masing-masing subjek pada setiap fase (A1–B–A2) melalui teknik analisis visual grafik untuk menelaah tren perkembangan, tingkat capaian, dan kestabilan respons pembelajaran selama penerapan metode PPP. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan yang signifikan dalam seluruh aspek kompetensi komunikasi lisan para subjek. Tingkat kefasihan meningkat dari 35 menjadi 58 kata per menit (kenaikan 65,7%), tingkat akurasi bahasa dari 60% menjadi 82%, dan kecocokan pragmatik dari 40% menjadi 75%. Analisis longitudinal menunjukkan bahwa setiap tahap dalam metode PPP efektif dalam mendukung proses pemerolehan bahasa Indonesia. Temuan ini memberikan bukti empiris tentang keunggulan metode PPP dibanding pendekatan tradisional dalam pengajaran berbicara untuk BIPA level pemula. Penerapan metode ini juga berkontribusi pada pengembangan kerangka pembelajaran yang sistematis dan fleksibel untuk diterapkan dalam berbagai konteks lintas budaya. Model ini mendorong pengembangan pembelajaran yang lebih komunikatif, adaptif terhadap perbedaan budaya peserta, serta relevan untuk diterapkan oleh pengajar BIPA di berbagai konteks internasional.