Agus Nugroho
Program Studi Infrastruktur dan Lingkungan, Fakultas Teknik Transportasi dan Logistik, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pola Operasi dan Kebutuhan Sarana Light Rail Transit (LRT) Jakarta Lintas Pegangsaan Dua-Manggarai Agus Nugroho; Totok Suryono; Sohibul Ulum; Haniva Mulyani; Soemino Eko Saputro
Journal of Accounting and Finance Management Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Accounting and Finance Management (March - April 2026)
Publisher : DINASTI RESEARCH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jafm.v7i1.3133

Abstract

Pengembangan sistem transportasi berbasis rel di kawasan perkotaan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas serta meningkatkan mobilitas masyarakat. Penelitian ini menganalisis pola operasi, headway, jadwal perjalanan kereta api, kapasitas lintas, dan kebutuhan sarana Light Rail Transit (LRT) Jakarta lintas Pegangsaan Dua-Manggarai setelah perpanjangan fase 1B. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data observasi, waktu tempuh, jarak antarstasiun, spesifikasi sarana, dan proyeksi demand 107.986 penumpang per hari pada skenario moderat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario pertama dengan formasi 1 trainset 2 kereta menghasilkan headway 5 menit, 422 perjalanan per hari, kapasitas angkut 113.940 penumpang per hari, dan kebutuhan 12 trainset. Skenario kedua dengan formasi 1 trainset 4 kereta menghasilkan headway 11 menit, 200 perjalanan per hari, kapasitas angkut 108.000 penumpang per hari, dan kebutuhan 6 trainset. Penyusunan jadwal perjalanan dan visualisasi GAPEKA menunjukkan bahwa kedua skenario masih berada di bawah kapasitas lintas, tetapi skenario pertama lebih unggul dari sisi frekuensi layanan sedangkan skenario kedua lebih efisien dari sisi armada operasi.
Penanganan Keadaan Khusus pada Operasi Kereta Api Agus Nugroho; Totok Suryono; Indarto Wibisono; Euis Saribanon
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Januari - Februari 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/jemsi.v5i3.1833

Abstract

In organizing train operations in Indonesia, especially in Java, apart from planning, controlling and evaluating train operations under normal/ordinary conditions, based on existing data and experience, several planning and control scenarios are needed for special conditions/services, handling critical situations, also handling emergencies. In terms of regulations (determination & announcement) of train operations, in the form of GAPEKA for normal circumstances, MALKA, PPK and WAM scenarios are also prepared as alternative regulations outside GAPEKA (PT Kereta Api Indonesia Service Regulation No. 19 of 2011). In everyday life, apart from these scenarios, anticipation is also needed to provide guidelines for handling them, so that they support the train travel operation scenarios. In order to provide references, guidelines, flow and supporting resources on how to deal with several of these situations, both predictable, incidental and unexpected, then the plan for handling special situations must be formulated properly and completely and in accordance with various possible circumstances. The formulation of handling special situations is important. Handling these special situations is still different for special, critical or emergency situations/services