Asrin
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Survey Kemampuan Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di SDN Gugus I Kecamatan Mataram: Baiq Rufaida Agustina*, Asrin, Hasnawati Baiq Rufaida Agustina; Asrin; Hasnawati
JPGENUS: Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS)
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/jj4py832

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap siswa yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di SDN Gugus I Kecamatan Mataram. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Adapun jumlah sampel penelitian adalah empat sekolah yang terdiri dari guru kelas I dan guru kelas IV yang ada di SDN Gugus I Kecamatan Mataram. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah metode angket/kuesioner, wawancara dan dokumentasi yang bertujuan untuk mendapatkan data atau informasi tentang “Kemampuan Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di SDN Gugus I Kecamatan Mataram”. Uji validitas instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah uji validasi ahli. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh nilai rata-rata deskriptif persentase dari ketujuh indikator kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yaitu sebesar 83,75% dan termasuk dalam kriteria “Tinggi”. Nilai deskriptif persentase tertinggi diperoleh pada kemampuan guru dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan asesmen diagnostik serta kemampuan guru dalam melakukan penyesuaian pembelajaran dengan tahap capaian dan karakteristik siswa yang memiliki nilai deskriptif persentase sebesar 87,5% dan termasuk dalam kriteria “Tinggi”. Nilai deskriptif persentase terendah diperoleh pada kemampuan guru dalam melakukan pelaporan kemajuan belajar yang memiliki nilai deskriptif persentase sebesar 68,75% dan termasuk dalam kriteria “Sedang”.
Manajemen Model Mekar Pada Pendampingan Pelatihan Guru Dalam Meningkatkan Kompetensi Literasi Peserta Didik Di Kecamatan Labuapi Suartini Iklima; Fahrudin Fahrudin; Lalu Sumardi; Asrin; Mansur Hakim
Jurnal Profesi Dan Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Einstein

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/jpmp.v1i1.305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen model MEKAR dalam pendampingan pelatihan guru guna meningkatkan kompetensi literasi peserta didik di SDN 1 Bajur dan SDN 3 Merembu, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggambarkan secara mendalam proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian pelatihan literasi. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis secara induktif melalui pengkodean, kategorisasi, dan identifikasi tema, dengan triangulasi sumber dan teknik untuk meningkatkan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pelatihan didasarkan pada data Rapor Pendidikan dan asesmen awal, menghasilkan materi pelatihan yang kontekstual dan relevan. Pengorganisasian dilakukan melalui tim pelaksana yang melibatkan kepala sekolah, koordinator literasi, guru kelas, dan fasilitator eksternal, sehingga koordinasi dan kolaborasi berjalan efektif. Tahap pelaksanaan menunjukkan perubahan signifikan dari pelatihan teoritis menjadi praktik langsung, seperti pengembangan sudut baca, penggunaan teks multimodal, dan strategi literasi berbasis proyek yang meningkatkan partisipasi peserta didik dan membentuk lingkungan belajar yang kaya teks. Pengendalian dilakukan melalui supervisi dan refleksi rutin yang memperkuat keterlibatan guru dan berdampak positif pada hasil literasi peserta didik. Meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu dan variasi kompetensi guru, model MEKAR terbukti efektif membangun budaya literasi berkelanjutan di sekolah dasar, ditunjang oleh kepemimpinan partisipatif, pendampingan profesional, dan manajemen pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan kontekstual