Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai, Fungsi, Dan Makna Katangari Dalam Bahasa Muna Di Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat marni
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas nilai, fungsi, dan makna katangari dalam bahasa Muna di kecamatan Barangka kabupaten Muna Barat. Adapun tujuan dalam penelitian adalah untuk mendeskripsikan nilai, fungsi, dan makna katangari dalam bahasa Muna di kecamatan Barangka kabupaten Muna Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun jenis penelitianya adalah penelitian lapangan karena peneliti terlibat langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan objek dan masalah penelitian. Tehnik untuk mengumpulkan data menggunakan tehnik wawancara, rekam dan simak catat. Data dalam penelitian ini adalah data lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan di lapangan. Informan yang dimaksud adalah kamokula yang memiliki keahlian dalam meyampaikan katangari. Dalam pemeriksaan keabsahan data penulis menggunahkan tehnik trianggulasi sumber dan waktu. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik struktural. Dari hasil analisis data menunjukan bahwa katangari mempunyai nilai-nilai luhur dan makna tertentu yang terkandung didalamnya untuk menyadarkan manusia menjadi yang lebih baik serta untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Katangari adalah sejenis nasihat yang mengandung pesan nilai moral, keagamaan yang disampaikan secara turun temurun oleh kamokula terhadap anak agar tidak terjerumus ke hal-hal yang lebih buruk. Kata kunci : nilai, fungsi, makna, katangari.
PARADOKS PELAYANAN PUBLIK: Standar Tinggi Versus Realita Lapangan dalam Persetujuan Bangunan Gedung di Kota Kendari La Ode Muhammad Elwan; Taufik; Marni; Kasman
Journal Publicuho Vol. 8 No. 3 (2025): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v8i3.904

Abstract

This study aims to determine the Paradox of Public Service by criticising High Standards Versus Field Reality in Building Approval in Kendari City. The data sources used are primary data and secondary data. Primary data is data created by researchers for the specific purpose of solving the problems they are handling. Secondary data is data that has been collected for purposes other than solving the problems being faced. This data can be found quickly. The informants in this study were 1 Head of Spatial Planning Section, 1 Spatial Planning Staff, and 4 PBG applicants. The research findings show that the Building Approval Service (PBG) at the PUPR Office of Kendari City has used a one-stop model according to its duties and authorities, but has not fully met public service standards. Complicated procedures, long completion times, and unclear costs hinder the effectiveness of services and open up opportunities for practices outside the provisions. For this reason, it is necessary to simplify procedures, accelerate service times, transparent costs, improve facilities, and strengthen the competence of officers so that PBG services can run more effectively, efficiently, and accountably.