Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Infrastruktur Iot Berbasis Wireless Sensor Network Rahmi Safitri; Husein; Muhammad Anas; Kasman
Resistor: Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Vol 2 No 1 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/resistor.v2i1.26

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakagi dengan permasalahan utama yang terjadi dalam penggunaan wifi yaitu keterbatasan jangkauan jaringan, ketidakmampuan server membaca dan atau menerima data, dan keterbatasan jaringan menampung node. Dengan kata lain performansi jaringan wifi sampai saat ini belum berjalan secara optimal terutama dalam komunikasi data. Model penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Model ADDIE merupakan model yang digunakan untuk pengembangan sistem dimana terdiri dari 5 hal utama yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Hasil penelitian ini adalah nilai yang diperoleh hampir sama antara jarak 10, 20, 30, 40 dan 50. Dimana semakin jauh jarak antar base dengan node lainnya maka kinerjanya semakin menurun yang ditandai dengan rangkaian lambat menerima respon yang dilakukan pada rangkaian base. Hasil pengujian berikutnya adalah dengan menguji coba jaringan setiap node.. Berdasarkan hasil uji topologi Wireless Sensor Network terhadap NRF24L01 diperoleh kesimpulan bahwa kinerja pengiriman dipengaruhi oleh jarak antar node. Dan ketika salah satu node tidak berfungsi akan memengaruhi node lainnya. Sementara jarak ikut mempengaruhi kinerja pengiriman data dengan batas jarak maksimal 100 meter imana semakin jauh jarak antara node kinerja pengiriman data juga semakin menurun. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tipe jaringan adalah topologi jaringan tree dengan 5 node menunjukkan keberhasilan dalam pertukaran data efisien antar node.
PARADOKS PELAYANAN PUBLIK: Standar Tinggi Versus Realita Lapangan dalam Persetujuan Bangunan Gedung di Kota Kendari La Ode Muhammad Elwan; Taufik; Marni; Kasman
Journal Publicuho Vol. 8 No. 3 (2025): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v8i3.904

Abstract

This study aims to determine the Paradox of Public Service by criticising High Standards Versus Field Reality in Building Approval in Kendari City. The data sources used are primary data and secondary data. Primary data is data created by researchers for the specific purpose of solving the problems they are handling. Secondary data is data that has been collected for purposes other than solving the problems being faced. This data can be found quickly. The informants in this study were 1 Head of Spatial Planning Section, 1 Spatial Planning Staff, and 4 PBG applicants. The research findings show that the Building Approval Service (PBG) at the PUPR Office of Kendari City has used a one-stop model according to its duties and authorities, but has not fully met public service standards. Complicated procedures, long completion times, and unclear costs hinder the effectiveness of services and open up opportunities for practices outside the provisions. For this reason, it is necessary to simplify procedures, accelerate service times, transparent costs, improve facilities, and strengthen the competence of officers so that PBG services can run more effectively, efficiently, and accountably.