Erni Harijaty
Universitas Halu Oleo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI ISI TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 WAKORUMBA UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Sitti Hafshah; La Ode Adili; Erni Harijaty
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i3.421

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa siap pembekalan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara dalam mengenal substansi teks eksposisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara dan kemampuannya dalam mendeteksi substansi teks eksposisi. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik lapangan merupakan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara yang berjumlah 77 orang dijadikan populasi penelitian dan langsung terpilih sebagai sampel penelitian. Kapasitas mengenali isi teks ekspositori yang ditugaskan kepada siswa sebagai penilaian esai dijadikan sebagai instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, dari 77 siswa yang mengikuti penelitian, 27 (atau 35,06%) termasuk dalam kategori mampu mengenali isi teks eksplanasi, sedangkan 50 (64,93%) siswa tidak mampu. mengidentifikasi isi teks. penjelasan. secara konvensional. Siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara digambarkan belum mampu dalam kemampuan mengenali isi teks ekspositori. Hal ini menurut yang lain karena kemampuan siswa hanya mencapai 58,40, masih jauh dari kriteria ketuntasan tradisional yaitu 85. Kemampuan mengenali substansi teks ekspositori yang ditulis siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wakorumba Utara dapat disimpulkan dari tiga unsur evaluasi, yang meliputi identifikasi konsep, jika kita mengkaji masing-masing aspeknya. tidak satu pun komponen teks eksposisi konsep inti, pengidentifikasian fakta, atau indikasi pola pengembangan memenuhi standar kelengkapan tradisional yaitu 85.  
KETIDAKADILAN SOSIAL DALAM NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA) Ardiono; Haerun Ana; Erni Harijaty
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ketidakadilan sosial yang terdapat dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan data-data berupa ketidakadilan sosial dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori, kemudian disusul dengan analisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam hal ini, data dalam penelitian ini berupa kata-kata tertulis bukan berupa angka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi karya sastra, yaitu sosiologi yang mempermasalahkan karya sastra itu sendiri, termasuk di dalamnya, tujuan serta hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah sosial. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Stereotip atau pelabelan buruk pada keluarga anggota Partai Komunis Indonesia, simpatisan Partai Komunis Indonesia, dan garis keturunan anggota Partai Komunis Indonesia. 2) Marginalilasi atau peminggiran terhadap keluarga anggota Partai Komunis Indonesia, simpatisan Partai Komunis Indonesia, dan keturunan anggota Partai Komunis Indonesia. 3) Subordinasi pada kelompok etnis Tionghoa atau yang tinggal di Indonesia. 4) Dominasi pemerintah Orde Baru yang otoriter dan tindakan diskriminasi. 5) Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang berupa kekerasan dan pembunuhan secara massal.