Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan pola makan yang tepat untuk mengontrol kadar gula darah. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) diketahui memiliki kandungan gizi yang baik dan berpotensi sebagai makanan alternatif untuk pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan mengenai manfaat ubi jalar ungu dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pengelolaan DM. Metode yang digunakan adalah desain pre-test dan post-test dengan melibatkan 35 responden di Mulyorejo, Surabaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai pengetahuan dan sikap terhadap pemanfaatan ubi jalar ungu sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, 80% responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, dan 91,4% memiliki sikap buruk terhadap pemanfaatan ubi jalar ungu. Setelah penyuluhan, terdapat peningkatan signifikan, dengan 94,3% responden menunjukkan tingkat pengetahuan tinggi, dan 100% responden menunjukkan sikap positif terhadap pemanfaatan ubi jalar ungu. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap masyarakat, menjadikannya strategi yang efektif dalam pengelolaan DM. Edukasi berbasis makanan lokal seperti ubi jalar ungu dapat menjadi alternatif yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup pasien DM.