Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tilawah Art Learning As Motivation Moves Moroccans in Tanjung Bonai District Tanah Datar Sekar Harum Pratiwi; Fitri Alrasi; Vini Wela Septiana; Nurul Fakhrin; Ismail Syakban
Jurma : Jurnal Program Mahasiswa Kreatif Vol 7 No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : LPPM UIKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jurma.v7i2.2108

Abstract

Community service activities carried out for students in the Jorong Gunuang Ledang and Jorong Piabuh environments have received great enthusiasm, both from the surrounding community and parents. From the beginning of operations to direct practice. Given the importance of Qur'anic education for childhood, it reminds us of the most fundamental stage in a child's personal development. Not only about the procedures for completing the learning stages, but also about the quality of reading according to the rules of memorization that will come, understanding the meaning of the Qur'an, and instilling the values of the Qur'an in the child's heart. The method used in participatory learning can essentially be understood as a learning method that involves students optimally in learning activities. This learning focuses on the involvement of students in learning activities, not on teacher dominance in the delivery of student material. In this PKM activity, the focus is on fostering interest in learning and reading the Quran students, by carrying out maghrib reciting activities every night in Jorong Gunuang Ledang and Jorong Piabuh. Understanding the Qur'an is the duty of every Muslim. Allah gives reason and mind to man whose sole purpose is to make man think of what Allah has sent down everything in the universe. One of them is the Qur'an which is used as a guideline for life by Muslims.
Inovasi Pembelajaran Kemuhammadiyahan Di Era Digital: Analisis Proses Keputusan, Implementasi, Dan Difusi Dalam Pendidikan Islam Berkemajuan Deri Putra; Ranti Firdaus; Peni Andesta; Ismail Syakban
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 11 (2025): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i11.1856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses inovasi pembelajaran Kemuhammadiyahan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) melalui empat dimensi utama: pengambilan keputusan inovasi, implementasi berbasis teknologi dan nilai Islam, difusi melalui kolaborasi akademik, serta diseminasi hasil inovasi dalam konteks pendidikan Islam berkemajuan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur ilmiah, panduan institusional, dan dokumen resmi Muhammadiyah untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan strategi penguatan inovasi pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan akademik yang kolaboratif, integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran, serta budaya berbagi pengetahuan antar dosen dan lembaga. Penerapan model student-centered learning dan pembelajaran berbasis proyek sosial memperkuat relevansi mata kuliah Kemuhammadiyahan terhadap kebutuhan mahasiswa era digital. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan, pelatihan berkelanjutan dan kebijakan kampus yang adaptif terbukti efektif dalam memperluas difusi dan diseminasi inovasi. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi pembelajaran Kemuhammadiyahan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pedagogis, tetapi juga sebagai strategi ideologis dan kultural untuk membentuk generasi Islam progresif yang berkarakter, kritis, dan berdaya saing global.
Kontribusi Dr. H. Abdul Karim Amrullah terhadap Pembaharuan Islam di Minangkabau Surya Afdal; Metsra Wirman; Ismail Syakban
Suluah: Journal of Insight Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : PT Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dr. H. Abdul Karim Amrullah (HAKA) merupakan salah satu tokoh pembaru Islam yang memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan pembaruan Islam di Minangkabau pada awal abad ke-20. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih menitikberatkan pada aspek pemikiran keagamaan atau pembaruan pendidikannya secara terpisah, sedangkan kajian yang mengkaji kontribusinya secara komprehensif terhadap gerakan pembaruan Islam di Minangkabau masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi Dr. H. Abdul Karim Amrullah terhadap pembaruan Islam di Minangkabau melalui kajian atas pemikiran, aktivitas dakwah, pembaruan pendidikan, dan perjuangannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tokoh (intellectual biography research). Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap karya-karya HAKA, dokumen sejarah, serta berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis historis untuk mengungkap bentuk, karakteristik, dan signifikansi kontribusi HAKA dalam konteks sosial, pendidikan, dan keagamaan Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi HAKA diwujudkan melalui pembaruan pemikiran Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah, penguatan semangat ijtihad, kritik terhadap praktik keagamaan yang tidak memiliki dasar syariat, modernisasi sistem pendidikan Islam melalui Sumatera Thawalib, pengembangan dakwah melalui tulisan dan pengajian, serta upaya mempertahankan eksistensi pendidikan Islam di tengah kebijakan kolonial. Kontribusi tersebut berpengaruh terhadap berkembangnya gerakan pembaruan Islam dan menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan pendidikan Islam modern di Minangkabau dan Indonesia.
Kontribusi Dr. H. Abdul Karim Amrullah terhadap Pembaharuan Islam di Minangkabau Surya Afdal; Metsra Wirman; Ismail Syakban
Suluah: Journal of Insight Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : PT Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dr. H. Abdul Karim Amrullah (HAKA) merupakan salah satu tokoh pembaru Islam yang memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan pembaruan Islam di Minangkabau pada awal abad ke-20. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih menitikberatkan pada aspek pemikiran keagamaan atau pembaruan pendidikannya secara terpisah, sedangkan kajian yang mengkaji kontribusinya secara komprehensif terhadap gerakan pembaruan Islam di Minangkabau masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi Dr. H. Abdul Karim Amrullah terhadap pembaruan Islam di Minangkabau melalui kajian atas pemikiran, aktivitas dakwah, pembaruan pendidikan, dan perjuangannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tokoh (intellectual biography research). Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap karya-karya HAKA, dokumen sejarah, serta berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis historis untuk mengungkap bentuk, karakteristik, dan signifikansi kontribusi HAKA dalam konteks sosial, pendidikan, dan keagamaan Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi HAKA diwujudkan melalui pembaruan pemikiran Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah, penguatan semangat ijtihad, kritik terhadap praktik keagamaan yang tidak memiliki dasar syariat, modernisasi sistem pendidikan Islam melalui Sumatera Thawalib, pengembangan dakwah melalui tulisan dan pengajian, serta upaya mempertahankan eksistensi pendidikan Islam di tengah kebijakan kolonial. Kontribusi tersebut berpengaruh terhadap berkembangnya gerakan pembaruan Islam dan menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan pendidikan Islam modern di Minangkabau dan Indonesia.
Implementation of Differentiated Learning Model in Independent Curriculum in PAI Subject For Grade Xi (F1) at SMAN 13 Padang Surya Afdal; Ismail Syakban; Kisnovita Kisnovita; Muchlis Muchlis
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 8, No 2 (2025):Vol. 8, No. 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v8i2.7408

Abstract

This study aims to describe the implementation of differentiated learning within the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) for Grade XI students at SMAN 13 Padang. A qualitative approach with a phenomenological method was employed, with the researcher acting as the main instrument assisted by interview guides, observation sheets, and documentation formats. Data were collected through interviews with teachers, students, and the vice principal, classroom observations, and documentation of teaching materials and student evaluations. The data were analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing, while data credibility was ensured using source and technique triangulation. The findings reveal that differentiated learning implementation was carried out in three stages. First, in the planning stage, teachers conducted diagnostic assessments to map students’ readiness, interests, and learning profiles as the basis for developing learning modules and adaptive strategies. Second, in the implementation stage, teachers adjusted the content, process, and product of learning to suit students’ characteristics through creative techniques such as appreciation, ice breaking, MARSHA, crossword puzzles, and group discussions. Third, in the evaluation stage, authentic formative and summative assessments were applied, including oral and written tests as well as attitude assessments. The results emphasize contextual understanding, active student engagement, and the internalization of religious values. This study provides empirical evidence that differentiated learning can be effectively implemented in PAI, offering both theoretical implications for instructional design and practical recommendations for teachers in applying the Merdeka Curriculum.Keywords: Differentiated Larning; Merdeka curriculum; Islamic Religious Education