Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Konsep Nasionalisme dalam Pemikiran Johannes Leimena: Perspektif Sejarah dan Politik Fricean Tutuarima; Fatimah Sialana; Rovi Muskitta
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.630

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep nasionalisme Johannes Leimena, dengan fokus pada bagaimanan pemikirannya relavan bagi generasi muda di Maluku. Melalui studi kepustakaan pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa Nasionalisme Johannes Leimena bersumber pada keadilan yang sama diperjuangkan bangsa-bangsa. Keberagaman budaya dan agama di Indonesia bukanlah penghalang untuk mencapai persatuan nasional. Sebaliknya, ia melihat keberagaman sebagai kekayaan yang dapat memperkuat dan memperkaya bangsa. Melalui pemikiran nasionalisme Johannes Leimena mencerminkan nilai-nilai yang tak ternilai dan relevan bagi pembentukan identitas bangsa Indonesia. Keberpihakannya terhadap Indonesia telah menciptakan jejak inspiratif, memberikan kontribusi nyata terhadap semangat kebangsaan. Terlebih, generasi muda memiliki kesempatan untuk mengadopsi sikap dan nilai-nilai tersebut, menggambarkan suatu kesinambungan antar generasi dalam mewujudkan rasa cinta tanah air. Pemikiran Johannes Leimena tentang nasionalisme dapat diperkuat melalui jejaring edukatif dengan langkah memperkenalkan atau mempromosikan ide atau pemikiran, karya, dan dedikasi Johannes Leimena melalui diskusi terbuka. Diperlukan peran pemerintah khususnya di Maluku agar dapat turut serta dalam menginisiasi forum-forum diskusi publik, seminar, dan konferensi yang memfasilitasi pertukaran gagasan nasionalisme Leimena.
Customary Sasi Law in Natural Resource Governance in Maluku: A Legal Pluralism Analysis Fricean Tutuarima; Louisa Marga Metekohy; Melki Moses Lumamuly; Deddy Nixon Rupilu; Sawaan Tualeka; Rovi Muskitta; La Aldin
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 4 September (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i4.1940

Abstract

Background: The existence of sasi in Maluku demonstrates that customary law plays an important role in regulating the utilization and protection of natural resources. However, the sustainability of these functions faces challenges concerning legal status, the boundaries of authority, and institutional relations with state law. Objective: This study aims to analyze the legal status and legitimacy of sasi, the sustainability of its regulatory and conservation functions, and the harmonization of customary law and state law without undermining the institutional characteristics of customary law communities. Methods: This study employs a normative juridical approach using statutory, conceptual, and case approaches. Legal materials were analyzed through content analysis and critical juridical interpretation from the perspectives of living law, legal pluralism, and responsive law. The literature search identified 60 records; after removing 6 duplicates, screening 8 irrelevant records, and excluding 4 sources after full-text assessment, 42 scholarly publications remained for analysis, alongside relevant primary legal materials. Results: Sasi possesses social legitimacy as living law, but has not yet received full formal recognition or adequate operational authority. Its regulatory and conservation functions are based on access restrictions, the regulation of closed and open seasons, customary monitoring, and community compliance. The principal gaps between sasi and state law concern the clarity of authority, institutional status, and interinstitutional coordination. Conclusion: The sustainability of sasi requires operational legal recognition, clearly defined spheres of authority, and institutional coordination through a coordinated legal pluralism model.