Fenomena bullying di sekolah menjadi permasalahan serius yang berdampak terhadap kondisi psikologis, sosial, dan akademik murid. Meningkatnya perundungan, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun cyberbullying, menunjukkan perlunya strategi preventif yang sistematis dalam dunia pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran murid dalam mencegah perilaku bullying serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi interaktif yang melibatkan 30 murid kelas VIII SMPN 23 Sinjai Selatan secara aktif dalam diskusi, tanya jawab, dan simulasi kasus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman murid mengenai jenis, dampak, dan strategi pencegahan bullying, di mana sebelum kegiatan sebagian besar murid menganggap ejekan dan pengucilan sebagai hal yang wajar, namun setelah kegiatan seluruh peserta mampu mengidentifikasi minimal tiga jenis bullying beserta dampaknya. Selain itu, terjadi perubahan sikap yang ditunjukkan dengan meningkatnya empati terhadap korban serta komitmen murid untuk tidak melakukan tindakan perundungan, sebagaimana terungkap dalam sesi refleksi dan wawancara. Dengan demikian, edukasi anti-bullying melalui pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, harmonis, dan bebas dari perilaku perundungan apabila diterapkan secara sistematis, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kebutuhan murid.