Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Ekonomi Hijau Untuk Pertanian: Studi Komparatif Variabel, Metodologi, Dan Perangkat Lunak Susanto, Hendrik; Lauwinata, Lavenia; Phoek, Simon Ebel Maris
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i5.949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep ekonomi hijau dalam pembangunan sektor pertanian melalui kajian variabel yang digunakan, asal negara studi, perangkat lunak yang diterapkan, serta metodologi penelitian yang diadopsi. Dengan melakukan tinjauan literatur terhadap berbagai studi internasional, artikel ini memberikan gambaran komprehensif mengenai bagaimana prinsip-prinsip ekonomi hijau diintegrasikan dalam praktik pertanian. Variabel yang sering dianalisis meliputi tingkat emisi gas rumah kaca, efisiensi penggunaan air dan energi, biodiversitas, produktivitas pertanian, serta dampak sosial ekonomi terhadap komunitas petani. Studi ini mencakup penelitian dari berbagai negara dengan latar belakang ekonomi, sosial, dan ekologi yang beragam, seperti Brasil, India, Tiongkok, Jerman, dan Indonesia. Setiap negara memiliki pendekatan unik yang mencerminkan kondisi geografis dan kebijakan lokal mereka, sehingga memberikan wawasan berharga mengenai penerapan ekonomi hijau di berbagai konteks. Perangkat lunak yang digunakan dalam studi ini mencakup alat analisis data seperti R dan STATA, GIS (Geographic Information System) untuk pemetaan dan analisis spasial, serta perangkat simulasi pertanian seperti APSIM (Agricultural Production Systems sIMulator). Alat-alat ini memungkinkan peneliti untuk mengolah data kompleks dan menghasilkan model prediktif yang akurat. Metodologi penelitian yang diterapkan beragam, mulai dari studi kasus, analisis kuantitatif dan kualitatif, hingga model ekonomi dan ekologi. Pendekatan ini seringkali melibatkan analisis statistik, pemodelan matematika, serta evaluasi dampak lingkungan dan sosial ekonomi. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dan terintegrasi dalam menerapkan ekonomi hijau untuk mencapai pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Dengan mengeksplorasi keanekaragaman pendekatan dan alat analisis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan, peneliti, dan praktisi pertanian dalam mengembangkan strategi pertanian yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Partisipasi masyarakat dalam implementasi ISPO: Analisis keberlanjutan, sosio-ekonomi, dan konflik di Kabupaten Merauke Lauwinata, Lavenia; Susanto, Hendrik; Phoek, Simon Ebel Maris
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i6.969

Abstract

Tujuan penelitian mendalami sustainbility, konflik, dan sosio-ekonomi dalam implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Metode metode asosiatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya sustainbility, konflik, dan sosio-ekonomi terhadap implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan yang dianalisa secara korelasional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah petani / mitra perkebunan kelapa sawit yang berada di Merauke. Teknik sampling menggunakan simple random sampling yaitu sebanyak 100 orang. Temuan penelitian bahwa variabel keberlanjutan memiliki koefisien regresi sebesar 1.113, yang berarti setiap peningkatan satu satuan dalam keberlanjutan akan meningkatkan partisipasi ISPO sebesar 1.113. Dengan nilai t hitung 3.303 > t tabel, keberlanjutan memiliki pengaruh signifikan terhadap partisipasi ISPO. Artinya, semakin baik persepsi masyarakat terhadap ISPO yang menjaga keberlanjutan dan tradisi, semakin tinggi partisipasi petani. Variabel sosial ekonomi juga menunjukkan pengaruh signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0.317 dan nilai t hitung 2.168 > t tabel, yang berarti setiap peningkatan satu satuan dalam sosial ekonomi akan meningkatkan partisipasi ISPO sebesar 0.317. Semakin besar dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, semakin tinggi partisipasi petani. Namun, variabel rekonsiliasi konflik, dengan koefisien regresi 0.194 dan nilai thitung 0.900 < ttabel, tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap partisipasi ISPO. Meskipun pelaksanaan ISPO membaik, pengaruh rekonsiliasi konflik terhadap partisipasi petani tidak signifikan.
The Political Economy of Deforestation in Papua: Hegemony, Land Dispossession, and the Global Frontiers of Resource Extraction Inez Cara Alexander Phoek; Hendrik Susanto; Simon Ebel Maris Phoek; Eka Setiawati; Lavenia Lauwinata
Journal of Economics and Management Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Economics and Management, June 2026
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/ecoma.v4i2.668

Abstract

This study explores the political economy of deforestation in Papua, Indonesia, by assessing how state development strategies, transnational capital growth, and indigenous land governance interact within a fragile frontier ecosystem. Applying a qualitative method with a critical case study design, the research centers on Merauke Regency, especially areas influenced by large-scale agribusiness and food estate projects. Data were obtained through document review, semi-structured interviews, and field observations, then examined through thematic coding and analytic narrative guided by political ecology, neo-Gramscian international political economy (Cox, 1981; Gill, 1993), structural power theory (Strange, 1988), accumulation by dispossession, and global commodity chain perspectives. The findings show that deforestation in Papua results from the alignment of state-driven development programs, transnational capital interests, and global commodity networks operating through concession-based land governance that often weakens indigenous customary rights. The study also finds that plasma plantation schemes and corporate social responsibility (CSR) programs can serve as institutional tools to lessen socio-ecological inequality. However, their application remains inconsistent across local settings. Furthermore, agribusiness expansion and related infrastructure development have produced complex impacts, including environmental damage, social displacement, declining indigenous livelihoods, and stronger disputes over land and territorial claims. This study contributes to political ecology and critical international political economy by framing Papua as a geopolitical frontier where capitalist accumulation, state territorial control, and indigenous resistance shape contemporary forest governance.
CSR dan Profitabilitas Perkebunan Sawit: Studi Kasus di Kabupaten Merauke Simon Ebel Maris Phoek; Hendrik Susanto; Lavenia Lauwinata
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 3: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i3.16299

Abstract

Industri kelapa sawit menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menerapkan praktik keberlanjutan melalui Corporate Social Responsibility (CSR), sementara perusahaan tetap dituntut mempertahankan profitabilitas. Ketegangan antara tuntutan keberlanjutan dan kinerja ekonomi tersebut menimbulkan kebutuhan akan pendekatan strategis yang mampu mengintegrasikan keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Inovasi Manajemen Hijau sebagai mekanisme yang menjembatani praktik CSR dengan peningkatan profitabilitas pada perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Merauke, Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi pada dua perusahaan perkebunan kelapa sawit skala besar. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola inovasi dan mekanisme hubungan antara CSR dan kinerja perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori utama inovasi manajemen hijau, yaitu inovasi proses, inovasi sistem manajemen, dan inovasi produk. Inovasi tersebut memediasi hubungan CSR dan profitabilitas melalui tiga mekanisme utama: peningkatan efisiensi operasional, penciptaan keunggulan pasar melalui sertifikasi dan reputasi keberlanjutan, serta pengembangan produk dan unit bisnis baru berbasis ekonomi sirkular. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi CSR dengan inovasi manajemen hijau dapat mentransformasi CSR dari cost center menjadi strategic enabler yang memperkuat daya saing perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada perspektif RBV dan NRBV serta implikasi praktis bagi perusahaan dalam mengintegrasikan keberlanjutan dengan strategi bisnis.