Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan remaja karena masa remaja merupakan periode transisi yang rentan mengalami berbagai masalah emosional, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program edukasi kesehatan terhadap kesehatan mental remaja di SMP 2 Tolangohula. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Instrumen penelitian menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan program edukasi kesehatan, terdapat 17 responden dalam kategori ambang dan 3 responden dalam kategori abnormal, sedangkan setelah diberikan program edukasi kesehatan terdapat 16 responden dalam kategori normal dan 4 responden dalam kategori ambang. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya perubahan skor kesehatan mental pada responden setelah diberikan program edukasi kesehatan. Hasil analisis diperoleh nilai Z = -4,359 dengan P-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor kesehatan mental sebelum dan sesudah diberikan program edukasi kesehatan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian edukasi kesehatan dapat membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja dalam mengenali serta menjaga kesehatan mental. Dengan demikian, program edukasi kesehatan berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja di SMP 2 Tolangohula. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam meningkatkan pengetahuan tentang pelaksanaan edukasi kesehatan mental remaja serta meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya menjaga kesehatan.