Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potret Sejarah Pendidikan Perempuan: Studi Tentang Pendidikan Perempuan di Indonesia Fitriani Fitriani; Anisah Fitri Melenia
Gunung Djati Conference Series Vol. 41 (2024): The 6th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potret sejarah pendidikan perempuan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi pustaka dengan metode sejarah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan di Indonesia perspektif para tokoh pejuang pendidikan perempuan di Indonesia memandang bahwa pendidikan adalah suatu hal yang sangat penting, menjadi salah satu jalan yang tepat untuk mengangkat derajat kaum perempuan, serta menjadi suatu alat yang digunakan untuk membuka pikiran masyarakat ke arah modernitas dan suatu langkah menuju peradaban yang maju. Bahkan perlahan mengubah pandangan bahwa kaum perempuan juga manusia yang memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan laki-laki, bahkan menjadi seseorang yang terhormat dan mulia.
Konsep Dasar Pengembangan Bahan Ajar : Lembar Kerja Peserta Didik Anisah Fitri Melenia
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v1i1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep dalam Lembar Kerja Peserta Didik, Penelitian ini menggunakan desain kajian literatur yang merupakan jenis dari penelitian kepustakaan, yang di gunakan untuk mendeskripsikan Lembar Kerja Peserta Didik melalui proses pengumpulan data secara serach literatur yang relevan terhadap sumber jurnal, artikel penelitian untuk menemukan kajian analitis, lalu di lakukan analisis data menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh pendidik sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran. LKPD yang disusun dapat dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kondisi dan situasi kegiatan pembelajaran yang akan dihadapi. Syarat LKPD ada 3, yakni Diktatik, konstruksi, dan teknis. Adapun Komponen LKPD, memuat judul, mata pelajaran, semester, dan tempat; petunjuk belajar; kompetensi yang akan dicapai; indikator; informasi pendukung; tugas-tugas dan langkah-langkah kerja;. Langkah-langkah menyusun LKPD melalui 4 tahap yakni: Analisis Kurikulum; menyusun peta kebutuhan; menentukan judul LKPD; Menyusun LKPD, adapun kelebihan LKPD yaitu presentasi dua arah karena bahan ajar ini interaktif, sehingga digunkaan dengan aktif. Sedangkan kelemahan LKPD yaitu LKPD kadang menjadi satu-satunya bahan ajar berlatih peserta didik. Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, LKPD
Relevansi Landasan-landasan dan Sumber Pendidikan Islam di Era Society 5.o Nur Muhammad Khoirul Umam; Anisah Fitri Melenia; Ahmad Hikam Mutha'aliin; Hasan Basri; Mauzifa
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v2i3.38

Abstract

This study aims to analyze the relevance of the foundations and sources of Islamic education in responding to the dynamics of the Society 5.0 era. This research employs a qualitative approach through library research by examining various scholarly works related to Islamic education, digital transformation, and twenty-first century educational frameworks. The findings reveal that the philosophical, sociological, cultural, and psychological foundations of Islamic education remain essential in shaping its direction, despite rapid technological and social changes. These foundations function as guiding principles to maintain the values, character formation, and core objectives of Islamic education in the digital age. Moreover, the Qur’an and Sunnah as the primary sources of Islamic education continue to serve as fundamental references for moral guidance and ethical use of technology. The integration of Islamic values with technological advancements enables more adaptive, effective, and meaningful learning processes. Overall, this study affirms that Islamic education possesses the flexibility to adapt to the demands of the Society 5.0 era without losing its essential identity, and it holds a strategic role in shaping digitally literate, ethical, and competent Muslim generations capable of navigating contemporary global challenges.