This Author published in this journals
All Journal Frontier Agribisnis
Putri Nurma
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PEMBUAT SAGU (Metroxylon sagu) DI KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Putri Nurma; Mariani Mariani; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13056

Abstract

Indonesia, dengan iklim tropis dan kekayaan sumber daya pertanian, menghasilkan berbagai jenis karbohidrat, termasuk sagu sebagai produk pati-patian. Penelitian ini fokus pada kondisi sosial ekonomi masyarakat pembuat sagu di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode sensus, responden berupa masyarakat pembuat sagu sebagai mata pencaharian utama sebanyak 8 (delapan) orang. Variabel yang diamati meliputi kondisi sosial yaitu tingkat pendidikan dan kesehatan dan kondisi ekonomi yaitu pendapatan biaya usaha, luas dan status kepemilikan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pembuat sagu di Kecamatan Sungai Tabuk merupakan warga suku Banjar. Dimana tingkat pendidikan masyarakat pembuat sagu lebih banyak yang lulusan SD dan SMP. Masyarakat pembuat sagu di Kecamatan Sungai tidak memiliki perkumpulan atau organisasi yang menaungi, sehingga persaingan dalam usaha pembuatan sagu sangat tinggi. Pencarian dan pembelian batang pohon sagu berdampak pada produksi sagu tidak merata, serta penjualan sagu dengan harga yang telah disepakati kepada pembeli yang berbeda setiap usaha. Dari sisi kesehatan masyarakat pembuat sagu banyak menerita sakit ringan seperti flu, batuk, demam, sakit kepala, didukung oleh akses mudah terhadap pelayanan kesehatan. pendapatan rata-rata masyarakat pembuat sagu tidak menentu setiap bulannya yang disebabkan oleh faktor permintaan ataupun kesediaan bahan baku. Pada bulan April 2023, pendapatan masyarakat pembuat sagu sebesar Rp 9.024.265.