Nuphanudin Nuphanudin
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pemimpin dalam Pengembangan Budaya Organisasi di SMA Senopati Rofiqoh Mardhiana; Rania Damayanti2; Rif’atul Mas’udah; Syunu Trihantoyo; Nuphanudin Nuphanudin
JUPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 2 No 1 (2024): Edisi Maret
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Sindotech

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran seorang pemimpin dalam mengembangkan budaya yang pada organisasi. Organisasi disini dimaksudkan pada suatu lembaga pendidikan yang memiliki struktural organisasi yang terstruktur. Lembaga pendidikan yang kita teliti yakni di SMA Senopati. Tanpa seorang pemimpin organisasi atau lembaga pendidikan tidak berarti apa-apa. Pentingnya peran seorang pemimpin ini sangat mempengaruhi keberhasilan yang akan dicapai. Peran pemimpin juga tidak terlepas dari suatu budaya organisasi. Setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda, contohnya 5S, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, mematuhi peraturan yang ada, patuh terhadap perintah atasan, dan lain sebagainya. Budaya organisasi perlu dikembangkan karena disetiap periodenya pasti ada kemajuan yang harus di sesuaikan agar tidak tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemimpin dalam mengembangkan budaya organisasi yang ada di lingkungan nya.
Empowering rural communities through asset-based community development: evidence from east java’s desa berdaya program Ainun Ma’rifah; Nuphanudin Nuphanudin
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1196000

Abstract

This study examines the implementation and outcomes of East Java’s Desa Berdaya (Empowered Village) program through the lens of the Sustainable Development Goals (SDGs), with a focus on poverty alleviation (SDG 1). Employing a qualitative case study approach and grounded in Asset-Based Community Development (ABCD) theory, we analyze two villages—Ketapanrame (tourism) and Sidoharjo (maggot farming). Findings reveal that village economic branding successfully leverages local assets, enhances community welfare, and fosters independence. However, sustainability challenges such as fluctuating tourist visits and land constraints threaten long-term impact. The study contributes to the literature on community-driven development and offers policy insights for scaling locally-grounded SDG initiatives in emerging economies