Muhammad Raffin Althafullayya
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Smart Farming: Mengintegrasikan Teknologi Pemantauan Nutrisi untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Produktivitas Hewan Muhammad Raffin Althafullayya; Nila Puspita Aryani
Journal Agro-Livestock Vol. 2 No. 1 (2024): JAL - Januari
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/cqr40695

Abstract

The importance of integrating technology in farm to enhance efficiency, animal welfare, and operational sustainability. The research method employed is qualitative descriptive with a focus on literature review. The findings indicate that the concept of smart farming, involving process automation, sensor utilization and monitoring, and information system integration, can improve productivity and animal welfare. Nutrient monitoring technology, with nutrient sensors and integrated information systems, can ensure proper nutrient intake for livestock, enhancing their health and productivity. In conclusion, smart farming with nutrient monitoring technology brings significant benefits in supporting sustainable farm and improving animal welfare, while creating a positive environment for humans, animals, and the ecosystem.
Performativitas Al-Qur’an dalam Menggerakkan Praktik Sosial: Studi atas Tradisi Maaghak Suwek di Desa Pulau Birandang Ali Akbar; Nixson Husin; Safira Malia Hayati; Muhammad Raffin Althafullayya
Jurnal Semiotika Quran Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v6i1.34534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Maaghak Suwek di Desa Pulau Birandang sebagai manifestasi living Qur’an, dengan menekankan bagaimana Al-Qur’an berfungsi tidak hanya sebagai teks normatif, tetapi juga sebagai kekuatan performatif dalam kehidupan sosial masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi dua hal utama: pertama, bagaimana proses pelaksanaan tradisi Maaghak Suwek; kedua, bagaimana pemahaman dan resepsi masyarakat terhadap praktik tersebut. Penelitian ini berangkat dari hipotesis bahwa tradisi Maaghak Suwek merupakan bentuk konkret performativitas Al-Qur’an yang berfungsi sebagai motor penggerak tindakan sosial, serta membentuk makna kolektif yang mengintegrasikan dimensi religius dan agraris dalam kehidupan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-etnografis melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa Al-Qur’an dihadirkan secara aktif dalam ruang sosial melalui praktik arak-arakan, pembacaan shalawat, dan ritual kolektif lainnya. Dalam kerangka living Qur’an yang dikembangkan oleh Ahmad Rafiq, temuan ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an berfungsi secara performatif sebagai praktik yang “dilakukan” dalam kehidupan sosial. Analisis menggunakan perspektif Karl Mannheim memperlihatkan bahwa tradisi ini mengandung makna objektif, ekspresif, dan dokumenter yang merefleksikan sistem nilai masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tradisi Maaghak Suwek tidak hanya merepresentasikan warisan budaya, tetapi juga menjadi medium aktualisasi Al-Qur’an sebagai kekuatan sosial yang hidup, yang mampu membentuk solidaritas, memperkuat kohesi sosial, dan mengarahkan praktik kehidupan masyarakat secara kontekstual.