Nixson Husin
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Conduct Disorder Perspektif Al-Qur’an dan Psikologi (Kajian Integrasi) Yunika Aprilia; Afrizal Nur; Usman Usman; Nixson Husin
An-Nida' Vol 44, No 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v44i2.12930

Abstract

Conduct disorder ataupun gangguan perilaku merupakan pola pikir yang kacau ditunjukkan dengan perilaku yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, gejala dari conduct disorder ini diantaranya sering mengintimidasi orang lain, memulai perkelahian yang mengakibatkan cedera fisik, menyakiti orang lain maupun hewan, serta tindakan yang melanggar aturan baik di institusi pendidikan, sosial, maupun hukum. Ada beberapa faktor penyebab conduct disorder ini yakni pengaruh lingkungan, pola asuh orang tua, pergaulan, faktor biologis dan lain-lain. Conduct disorder terbagi menjadi mild, moderate dan severe namun tentu saja seseorang tidak bisa langsung dikatakan mengalami conduct disorder ketika melakukan hal tersebut. Penelitian ini hendak menjawab pertanyaan bagaimana pandangan Al-Qur’an dan psikologi terhadap conduct disorder. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku ini berpotensi semakin memburuk seiring berjalannya waktu dan jika ditambah dengan agresi serta disfungsi keluarga maka keadaan ini menjadi peluang  timbulnya kenakalan remaja. Di dalam Al-Qur’an, term conduct disorder mengarah kepada beberapa perilaku seperti berbuat keji dan jahat, perbuatan buruk, dan berbuat zalim.
Istihza’ terhadap Rasul dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Maudhu’i) Itrayuni Itrayuni; Nixson Husin
Jurnal An-Nur Vol 10, No 2 (2021): Jurnal An-Nur Desember 2021
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v10i2.15461

Abstract

Penelitian ini membahas tentang “Istihza’ Terhadap Rasul Dalam al- Qur’an (Kajian Tafsir Maudhu’i)”. Hasil dari penelitian ini adalah Istihza’ terhadap rasul secara tekstual terjadi pada masa klasik seperti yang dilakukan oleh kaum munafiqin dan kaum musyrikin dalam QS. Ar-Ra’du: 32. Pada masa kontemporer misalnya kasus yang sangat menyudutkan hati ummat Islam, muncul dari lisan kaum munafiqin dan kaum kafirin. Sedangkan secara kontekstual pada masa klasik seperti muncul kelompok Khawarij sebagai benih atas protesnya terhadap Islam dan masa kontemporer seperti munculnya kelompok ingkar sunnah.
Akhlak Wanita dalam Perspektif Al-Quran (Studi Kasus Eksistensi Dalam Menggunakan Aplikasi Tiktok) Nurwidia Nurwidia; Nixson Husin; Muhammad Yasir; Edi Hermanto
Jurnal An-Nur Vol 11, No 1 (2022): Jurnal An-Nur Juni 2022
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v11i1.18413

Abstract

Artikel ini berjudul Akhlaq Wanita dalam Perspektif Al-Quran” (Studi Kasus Eksistensi dalam Menggunakan Aplikasi Tiktok). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan penafsiran ulama tentang ayat yang berkenaan dengan Akhlaq Wanita dan untuk mengetahui analisis Tik Tok terkait dengan Akhlaq wanita yang ada di jelaskan dalam Al-Quran. Jenis penelitian ini adalah Library Research yakni penelitian mengadakan penelitian berbagai sumber melalui karya-karya di perpustakaan baik buku, jurnal dokumen, artikel, kamus. Al-Quran yang menjelaskan tentang hal ini terdapat dalam surah Al-Ahzab ayat 32-33. Banyak kaum hawa yang ikut trend dalam menggunakan tiktok ini, mereka dengan sengaja membentuk lekuk tubuh di depan khalayak ramai, mereka berfikiran itu hanya untuk hiburan semata, tetapi menurut pandangan Al-Quran ini sangat tidak diperbolehkan apalagi untuk kegiatan yang tidak bermanfaat, sesuatu yang tidak bermanfaat akan menghasilkan hal yang sia-sia. Hindari hal demikian karena setiap apa yang kita perbuat di dunia ini akan ada balasanya di akhirat maka berhati-hati lah dalam mengerjakan sesuatu.
Performativitas Al-Qur’an dalam Menggerakkan Praktik Sosial: Studi atas Tradisi Maaghak Suwek di Desa Pulau Birandang Ali Akbar; Nixson Husin; Safira Malia Hayati; Muhammad Raffin Althafullayya
Jurnal Semiotika Quran Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v6i1.34534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Maaghak Suwek di Desa Pulau Birandang sebagai manifestasi living Qur’an, dengan menekankan bagaimana Al-Qur’an berfungsi tidak hanya sebagai teks normatif, tetapi juga sebagai kekuatan performatif dalam kehidupan sosial masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi dua hal utama: pertama, bagaimana proses pelaksanaan tradisi Maaghak Suwek; kedua, bagaimana pemahaman dan resepsi masyarakat terhadap praktik tersebut. Penelitian ini berangkat dari hipotesis bahwa tradisi Maaghak Suwek merupakan bentuk konkret performativitas Al-Qur’an yang berfungsi sebagai motor penggerak tindakan sosial, serta membentuk makna kolektif yang mengintegrasikan dimensi religius dan agraris dalam kehidupan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-etnografis melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa Al-Qur’an dihadirkan secara aktif dalam ruang sosial melalui praktik arak-arakan, pembacaan shalawat, dan ritual kolektif lainnya. Dalam kerangka living Qur’an yang dikembangkan oleh Ahmad Rafiq, temuan ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an berfungsi secara performatif sebagai praktik yang “dilakukan” dalam kehidupan sosial. Analisis menggunakan perspektif Karl Mannheim memperlihatkan bahwa tradisi ini mengandung makna objektif, ekspresif, dan dokumenter yang merefleksikan sistem nilai masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tradisi Maaghak Suwek tidak hanya merepresentasikan warisan budaya, tetapi juga menjadi medium aktualisasi Al-Qur’an sebagai kekuatan sosial yang hidup, yang mampu membentuk solidaritas, memperkuat kohesi sosial, dan mengarahkan praktik kehidupan masyarakat secara kontekstual.
Transformasi Teologis Ratu Balqis: Tafsir QS. Al-Naml: 20-44 dengan Pendekatan Maqāṣid Al-Qur’ān Ibnu ‘Āshūr Syefika Septia Rahmah Ika; Hidayatullah Ismail; Jani Arni; Nixson Husin
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1196

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi teologis Ratu Balqis dalam surah al-Naml 20–44 dengan menggunakan pendekatan maqāṣid al-Qur’ān menurut Ibnu ‘Āshūr. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami proses perubahanmka keimanamika keimanan spiritual tokoh-tokoh Qur’ani, tidak hanya dari sisi naratif, tetapi juga dari tujuan-tujuan ilahi yang melandasi penyampaian kisah tersebut. Ratu Balqis merupakan figur pemimpin kerajaan Saba’ yang awalnya menganut praktik penyembahan matahari, namun melalui rangkaian dialog, pengamatan rasional, dan penyaksian mukjizat Nabi Sulaiman, ia mengalami perubahan keyakinan yang mendasar menuju pengakuan tauhid. Penelitian ini menelaah tahapan perubahan tersebut, mulai dari laporan burung hud-hud, respons diplomatis Balqis, sikap kritisnya terhadap informasi yang diterima, hingga puncak perubahan keyakinannya ketika ia menyaksikan singgasananya yang dipindahkan dengan kekuasaan Allah. Melalui analisis tafsir at-Taḥrīr wa at-Tanwīr, Ibnu ‘Āshūr menegaskan bahwa kisah Balqis bukan hanya narasi historis, melainkan cerminan maqāṣid al-Qur’ān, khususnya dalam aspek pelurusan akidah, penyucian jiwa, penguatan nilai ibrah, serta fungsi peringatan dan kabar gembira. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan keyakinan Balqis merupakan proses bertahap yang menggabungkan daya nalar, pertimbangan etis, serta pengalaman spiritual yang mendalam. Temuan ini memperlihatkan bahwa nilai-nilai maqāṣid berperan penting dalam memahami tujuan al-Qur’an menampilkan kisah tersebut, sekaligus memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi tafsir maqāṣidī dalam mengkaji dinamika perubahan keyakinan individu dalam al-Qur’an.