Kolesterol merupakan lemak yang terdapat dalam aliran darah atau sel tubuh yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Kolesterol yang normal harus dibawah 200 mg/dl, apabila diatas 240 mg/dl maka berisiko tinggi terkena penyakit serangan jantung atau stroke Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa terapi bekam mampu menunjukkan penurunan kadar kolesterol pada penelitian kali ini peneliti ingin fokus pada tanda gejala yang umum pada pasien kolesterol. Manifestasi yang umum pada pasien kolesterol adalah sakit di tengkuk dan rasa sering kesemutan. Tujuan penelitan ini adalah Menganalisis Pengaruh Bekam Terhadap Penurunan Tanda Dan Gejala nyeri dan kesemutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik, yaitu penelitian yang menjelaskan adanya pengaruh antara variabel melalui pengujian hipotesis. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen, dengan desain penelitian one group pre-test and post- test, dimana kegiatan penelitian yang memberikan tes awal (pretest) sebelum diberikan perlakuan, setelah diberikan perlakuan barulah memberikan tes akhir (posttest). Jumlah responden dalam penelitian adalah 30 responden penderita kolesterol. Bersarkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai ? = 0,000 < 0,05 menunjukkan ada pengaruh Bekam Terhadap Penurunan Tanda Dan Gejala Nyeri Dan Kesemutan. Bagi penelitian selanjutnya direkomendasi melakukan penelitian pada variabel yang sama terlebih dahulu dikarenakan sangat sedikit sekali referensi terkait bekam terhadap kesemutan. mengkaji alat ukur tingkat kesemutan dengan meningkatkan skala data ke skala rasio.