Ervinarto Pawellangi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUNJUNGAN LANSIA DALAM MEMERIKSAKAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALLUNGLIPU TAHUN 2015 Ervinarto Pawellangi
AgroSainT Vol 6 No 3 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v6i3.328

Abstract

Masa tua dapat dikatakan masa emas, karena tidak semua orang dapat melaluinya. Indonesia saat ini termasuk lima besar negara dengan jumlah penduduk lanjut usia terbanyak di dunia yakni, pada tahun 2000 (17,2 juta) meningkat 3 kali lebih besar dari pada tahun 1970 dan mencapai 18,04 juta jiwa pada tahun 2010 atau 9,6 persen dari jumlah penduduk dan pada tahun 2011 penduduk lanjut usia mencapai 19,5 juta. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan Pengetahuan Keluarga dan Dukungan Keluarga dengan Kunjungan Lansia Dalam Memeriksakan Kesehatan DI Wilayah Kerja Puskesmas Tallunglipu Tahun 2015. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study, yaitu rancangan penelitian yang pengukuran atau pengamatannya dilakukan secara simultan atau secara bersamaan pada satu saat (sekali waktu) untuk mengetahui adanya hubungan Pengetahuan Keluarga dan Dukungan Keluarga dengan Kunjungan Lansia Dalam Memeriksakan Kesehatan DI Wilayah Kerja Puskesmas Tallunglipu Tahun 2015. Hasil penelitian dengan uji statistic Chi Square diperoleh nilai yaitu untuk pengetahuan keluarga diperoleh nilai p=0,032 dan nilai ?=0,05. Jadi p < ?, yang berarti ada hubungan pengetahuan keluarga dengan kunjungan lansia dalam memeriksakan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tallunglipu Tahun 2015. Untuk dukungan keluarga diperoleh nilai p = 0,009 dan nilai ?=0,05. Jadi p < ?, yang berarti ada hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan lansia dalam memeriksakan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tallunglipu Tahun 2015. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan terhadap kunjungan lansia untuk memeriksakan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tallunglipu. Saran-saran berdasarkan hasil penelitian ini adalah diharapkan kepada petugas kesehatan sehingga dapat meningkatkan promosi kesehatan mengenai pentingnya kunjungan ke puskesmas bagi lansia.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMPN 1 BALUSU TAHUN 2024 Pawellangi, Ervinarto; Almar, Junelty; Gayatri Sujadi, Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan salah satu komponen generasi muda yang mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan masa depan bangsa, yang menjadi salah satu sasaran dalam kesehatan reproduksi. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2021 rentang usia remaja antara 10-19 tahun total 44316,2 jiwa 16,25% dari total penduduk 272682,5 jiwa. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2021 rentang usia remaja antara 10-19 tahun total 44316,2 jiwa 16,25% dari total penduduk 272682,5 jiwa. Tujuan: untuk menggambarkan pengetahuan remaja putri tentang Kesehatan reproduksi. Metode: Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Balusu. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri di SMPN 1 Balusu kelas VII dan VIII yang berjumlah 64 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah semua remaja putri kelas VII dan VIII yang berjumlah 64 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri berusia 13 tahun yaitu 27 orang (42.2%) dan mayoritas responden kelas VIII sebanyak 33 orang (51.6%). Tingkat pengetahuan tinggi remaja putri SMPN 1 Balusu sebanyak 8 responden (12.5%) dan responden dengan pengetahuan rendah sebanyak 56 responden (87.5%). Kesimpulan: Data menunjukkan bahwa remaja yang memiliki pengetahuan baik masih sedikit sehingga remaja diharapkan untuk lebih proaktif lagi dalam mencari informasi yang akurat dan terpercaya tentang kesehatan reproduksi seperti dari media massa, internet dan juga melalui sumber informasi lain, seperti dari petugas kesehatan dan orang tua agar tidak terjerumus ke arah perilaku yang menyimpang.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALLUNGLIPU KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2025 Pawellangi, Ervinarto; Palamba, Agustina; Erianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi dasar meliputi beberapa vaksin utama seperti BCG, DPT, polio, dan hepatitis B. Setiap vaksin memiliki peran penting dalam melindungi balita dari penyakit spesifik. Misalnya, vaksin BCG diberikan untuk mencegah tuberkulosis, sementara vaksin DPT diberikan untuk melindungi dari difteri, pertusis, dan tetanus. Pemberian imunisasi dasar secara lengkap sesuai jadwal sangat penting untuk membangun kekebalan tubuh yang efektif pada anak-anak. Tujuan: Untuk menganalisa hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Tallunglipu Kabupaten Toraja Utara. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain cross sectional studi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang terdaftar dan berada di wilayah kerja Puskesmas Tallunglipu dengan jumlah sampel sebanyak 53 orang. Uji analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak di Puskesmas Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara. Hasil uji Chi Square menunjukkan nilai P sebesar 0,002 untuk pengetahuan dan 0,004 untuk sikap, yang menandakan bahwa kedua faktor tersebut berperan penting dalam memastikan anak-anak menerima imunisasi dasar lengkap. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak di Puskesmas Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara. Diharapkan pelaksanaan program edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya imunisasi dasar lengkap tetap dilaksanakan.