Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Biaya Lingkungan pada Limbah Kemasan Makanan Mahardika, Dewa Putra Krishna; Suzan, Leny; Mulki, Azam Fadhillah; Mulia, Teodora Winda
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 4 No. 3 (2025): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v4i3.42

Abstract

Isu sampah merupakan isu yang sering diabaikan oleh produsen saat melakukan produksi, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM). Pengabaian tersebut menyebabkan sampah menjadi produk akhir yang tidak direncanakan dan berakhir menumpuk pada tempat pembuangan akhir. UKM kuliner sebagai salah satu sektor yang berkontribusi terhadap perekonomian juga berkontribusi terhadap penumpukan sampah. Guna meningkatkan kesadaran akan dampak negatif dari kemasan makanan maka dijalankan sosialisasi terkait isu sampah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut berhasil meingkatkan kesadaran peserta yang diukur berdasarkan perbandingan antara nilai pada tahap pra edukasi dan tahap paska edukasi. Implikasi dari peningkatan kesadaran tersebut akan membuat para UKM akan mempertimbangkan isu kemasan dalam proses produksi. Abstract Waste management is often neglected by producers, including Small and Medium Enterprises (SMEs), during the production stage. This lack of initial consideration means waste is an unplanned final product of the design process, inevitably leading to its accumulation in landfills. SMEs in the food and beverages (F&B) sector, while significant economic contributors, are also major contributors to this waste problem. To address this, a workshop was held to enhance awareness among F&B SMEs regarding effective waste practices. The workshop successfully raised participant awareness, as evidenced by significantly improved scores in post-test assessments compared to pre-tests. A key implication of this increased awareness is the expectation that F&B SMEs will now prioritize and consider sustainable packaging options during their product design and production processes.
The Effect of Profitability, Leverage, and Company Size on Tax Aggressiveness Fachruddin, Muhammad; Mulia, Teodora Winda
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 9 No 1 (2026): Sharia Economics
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v9i1.9215

Abstract

The aim of this study was to examine the impact of earnings capability, capital structure, and company scale on tax aggressiveness within healthcare sub-sector firms registered on the Indonesia Stock Exchange (IDX) throughout the 2018–2024 timeframe. This investigation applied a numerical research design utilizing secondary information sourced from the corporations’ yearly financial statements. The sampling method adopted was purposive selection, producing 84 firm-year data points that satisfied the established requirements. Data evaluation employed panel regression analysis accompanied by a set of classical assumption examinations, including distribution normality, variable collinearity, variance inconsistency, and serial correlation checks, to guarantee the dependability and accuracy of the model. The findings indicated that earnings capability, capital structure, and company scale collectively exerted a positive and significant influence on tax aggressiveness, indicating that firms with higher profitability, greater leverage, and larger size tend to engage more in tax management strategies to minimize tax obligations. However, when tested partially, each variable demonstrated only a modest individual effect, suggesting that tax aggression behavior is influenced by a combination of financial and structural characteristics rather than a single factor. The outcomes of this research deliver perspectives for regulators and business executives to more comprehensively grasp the factors shaping fiscal conduct and to encourage more transparent and responsible tax compliance practices in the healthcare industry.
Paradigma Baru dalam Penelitian Kualitatif: Pergeseran dari Pengalaman Verbal menuju Cyberfenomenologi dalam Dunia Kehidupan Digital Rofiah, Chusnul; Winda Mulia, Teodora
Develop Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/dev.v10i1.11618

Abstract

Perkembangan pesat lingkungan yang dimediasi secara digital mendorong peninjauan kritis terhadap fondasi epistemik inkuiri kualitatif. Ketika pengalaman manusia semakin bersifat hibrid, terdistribusi, dan terstruktur oleh teknologi, kerangka interpretatif yang dibangun di atas asumsi kehadiran langsung dan ko-presensi menghadapi keterbatasan analitis yang semakin nyata. Artikel konseptual ini berupaya menjawab tiga pertanyaan utama: (1) bagaimana inkuiri kualitatif berevolusi sebagai respons terhadap perubahan kondisi realitas sosial; (2) ketegangan metodologis apa yang muncul ketika pengalaman hidup semakin dimediasi secara digital; dan (3) bagaimana tradisi fenomenologis dapat diperluas untuk mempertahankan kedalaman interpretatif dalam konteks pascadigital. Dengan bertumpu pada perdebatan kontemporer mengenai ketelitian kualitatif, pluralitas metodologis, visual turn, serta penelitian yang terbenam dalam lingkungan digital, artikel ini mengembangkan analisis konseptual integratif untuk menelusuri lintasan epistemik metode kualitatif. Analisis menunjukkan bahwa transformasi metodologis bukanlah inovasi yang terpisah, melainkan mencerminkan rekonfigurasi yang lebih luas dalam cara subjektivitas dibentuk dan ditafsirkan. Pendekatan yang ada semakin menghadapi tantangan dalam menangkap dunia-kehidupan yang dimediasi teknologi, di mana kehadiran bersifat hibrid dan makna muncul melalui lingkungan yang terhubung secara jejaring. Untuk menjembatani kesenjangan interpretatif tersebut, cyberfenomenologi diajukan sebagai perluasan fenomenologis yang mampu berinteraksi dengan pengalaman yang dimediasi secara digital sekaligus mempertahankan komitmen teoretis yang selama ini mendefinisikan keilmuan kualitatif. Alih-alih diposisikan sebagai disrupsi metodologis, cyberfenomenologi ditempatkan dalam gerakan yang lebih luas menuju paradigma interpretatif pascadigital. Artikel ini memberikan tiga kontribusi utama: mengonseptualisasikan evolusi inkuiri kualitatif sebagai transisi epistemik, memperluas analisis fenomenologis ke dalam realitas yang terstruktur teknologi, serta merumuskan implikasi bagi penelitian masa depan terkait kerja lapangan yang terdistribusi, refleksivitas yang diperluas, dan interpretasi multimodal. Secara keseluruhan, temuan konseptual ini menawarkan kerangka untuk memahami mengapa metode kualitatif perlu terus berevolusi seiring dengan transformasi cara manusia mengalami dunia sosial