Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia) Sebagai Penyembuhan Luka Pada Tikus Wistar Jantan (Rattus norvegicus) Mardiana Siregar; Nurul Huda; Ariyati N Afika; Nur Aida; Siska Syahfitri; Rima Anglia; Irenia Putri Budyana
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no2p157-162

Abstract

The ethanol extract of binahong leaves contains alkaloids, flavonoids, steroids, tannins and saponins. The compounds contained in the extract have an important role in healing skin incision. The aim of this study was to develop a gel formula for binahong leaf extract (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) with various HPMC gelling agents at concentrations of 2%, 3% and 4%. This study is an experimental study by comparing the effectiveness of incision wound healing in rats in each test group, namely negative control given gel base, positive control given Bioplacenton gel, and the gel formulation of binahong leaf with best stability properties of the gel preparation. The best formula for binahong leaf extract gel is with a concentration of 2% HPMC with consideration of evaluating the physical properties of the gel and the fastest healing effect on burns.
Formulasi Krim Ekstrak Daun Petai Cina dan Aktivitas Antibakterinya Irenia Putri Budyana; Siska Syahfitri; Nur Aida; Nurul Huda; Rima Anglia; Irmawati Irmawati
SAINTIFIK Vol 12 No 2 (2026): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v12i2.674

Abstract

Jerawat merupakan peradangan kronis folikel pilosebasea yang salah satunya berkaitan dengan kolonisasi Propionibacterium acnes. Daun petai cina (Leucaena leucocephala Lam.) mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan menentukan formula terbaik krim ekstrak etanol daun petai cina dan mengevaluasi aktivitasnya terhadap P. acnes. Daun sebanyak 5 kg diolah menjadi simplisia, kemudian 500 g serbuk dimaserasi dengan etanol 70%. Ekstrak 20% diformulasikan dalam tiga krim dengan variasi adeps lanae 1%, 3%, dan 5%. Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, tipe emulsi, stabilitas dipercepat, dan iritasi. Formula terbaik diuji menggunakan difusi sumuran dengan klindamisin sebagai kontrol positif dan basis krim sebagai kontrol negatif. Rendemen ekstrak sebesar 17,71%. Formula III (adeps lanae 5%) menunjukkan pH 6,14, daya sebar 5,11 cm, daya lekat 7,79 detik, tipe minyak dalam air, stabil, homogen, dan tidak mengiritasi. Diameter zona hambat formula III mencapai 20,06 mm, lebih rendah daripada klindamisin 26,61 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menghasilkan hambatan. Formula III menjadi formula terbaik dan berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal antibakteri.