Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Manejemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran (Studi Diskriftif SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten) Hadi Supratikta; Imam Saefulloh; Saefulloh Saefulloh; Ibnu Ulinuha; Taufik Arsaf; Sri Astuti
Jurnal Manajemen & Pendidikan [JUMANDIK] Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Manajemen & Pendidikan [JUMANDIK]
Publisher : LAP4B

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58174/jmp.v2i1.42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap, menemukan, mendeskripsikan, dan menganalisis faktor dominan yang mewarnai melalui manajemen Pendidikan. sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMA Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Berdasarkan data Capaian Akreditasi SMA Kota Tangsel Tahun 2019, bahwa sarana dan prasarana memperoleh nilai sebesar 85,78% dan merupakan standar ketercapaian terendah sehingga perlu mendapat perhatian paling serius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan mengacu pada Visi, Misi, Tujuan dan Strategi. proses penetapan/perencanaan standar pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari penetapan/perencanaan standar, penerapan standar, evaluasi/pemantauan penerapan standar, pengendalian internal/audit penerapan standar, dan penyempurnaan/pelaporan standar melalui perumusan koreksi, peningkatan kualitas dan penetapan standar baru. pelaksanaan evaluasi dan pemantauan dilakukan melalui proses penyusunan rencana dan jadwal pelaksanaan, penetapan rencana dan jadwal pelaksanaan, mengirimkan rencana dan jadwal pelaksanaan kepada seluruh unit kerja terkait. Tindakan pengelolaan sarana dan prasarana secara keseluruhan menunjukkan arah yang tepat karena sekolah yakin ada atau tidaknya program pengelolaan sarana dan prasarana yang harus diselesaikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. kendala di antaranya pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan secara administratif, organisasional, dan psikologis. padahal solusinya sudah ditemukan oleh pihak sekolah.
Motivasi Lulusan SMK dalam Menentukan Pilihan Melanjutkan ke Perguruan Tinggi atau Berwiraswasta Sri Astuti; Fakhrana Elkhalisha Bahar; Taufik Arsaf; Ibnu Ulinuha; Ahmad Adi Nugroho; Hadi Supraptika; Sachro Sachro
Jurnal Pengabdian Tangerang Selatan [JURANTAS] Vol. 1 No. 2 (2023): [Juli-Oktober] Jurnal Pengabdian Tangerang Selatan: JURANTAS
Publisher : LAP4B

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58174/jrt.v1i2.23

Abstract

Secara makna motivasi merupakan hasrat atau dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu, Hasil penelitian (Hasibuan, 2016). G.R. Terry dalam Hasibuan (2016) mengemukakan bahwa motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan. motivasi merupakan proses psikologi yang mencerminkan interaksi sikap, kebutuhan, persepsi, dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang. Proses psikologi timbul akibat faktor dari dalam diri seseorang berupa kepribadian, sikap, pengalaman dan pendidikan, sedangkan dari luar diri seseorang berbagai faktor lain yang sangat kompleks.Setiap siswa yang akan menyelesaikan studinya di SMA/SMK akan diperhadapkan pada berbagai pilihan, yaitu apakah akan melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi mengikuti kursus, melanjutkan kuliah atau mencari pekerjaan atau berwirausaha atau (Berwiraswasta). Bagi siswa yang akan menetapkan pilihan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, tentu akan diperhadapkan lagi pada pilihan perguruan tinggi mana yang akan dimasuki dan jurusan apa yang akan dipilih,ataupun pilihan untuk mulai mencari pekerjaan atau juga memulai untuk menggeluti usaha baru.
Peningkatan Kinerja Guru SMK Melalui Kepemimpinan Partisipatif, Iklim Organisasi, Dan Motivasi Kerja Sri Astuti; Siti Zubaidah; Herdi Wisma Jaya
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan partisipatif kepala sekolah, iklim organisasi, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah guru SMK, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan partisipatif, iklim organisasi, dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Kepemimpinan partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan, iklim organisasi yang kondusif menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, serta motivasi kerja mendorong guru untuk bekerja lebih optimal. Dengan demikian, peningkatan kinerja guru dapat dicapai melalui penguatan kepemimpinan partisipatif kepala sekolah, penciptaan iklim organisasi yang positif, serta peningkatan motivasi kerja guru. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengelola pendidikan dalam merancang strategi peningkatan kinerja guru secara komprehensif.Kata kunci: kinerja guru, kepemimpinan partisipatif, iklim organisasi, motivasi kerja.
Manejemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran (Studi Diskriftif SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten) Hadi Supratikta; Imam Saefulloh; Saefulloh Saefulloh; Ibnu Ulinuha; Taufik Arsaf; Sri Astuti
Jurnal Manajemen & Pendidikan [JUMANDIK] Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Pendidikan
Publisher : LAP4B

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58174/jmp.v2i1.42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap, menemukan, mendeskripsikan, dan menganalisis faktor dominan yang mewarnai melalui manajemen Pendidikan. sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMA Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Berdasarkan data Capaian Akreditasi SMA Kota Tangsel Tahun 2019, bahwa sarana dan prasarana memperoleh nilai sebesar 85,78% dan merupakan standar ketercapaian terendah sehingga perlu mendapat perhatian paling serius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan mengacu pada Visi, Misi, Tujuan dan Strategi. proses penetapan/perencanaan standar pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari penetapan/perencanaan standar, penerapan standar, evaluasi/pemantauan penerapan standar, pengendalian internal/audit penerapan standar, dan penyempurnaan/pelaporan standar melalui perumusan koreksi, peningkatan kualitas dan penetapan standar baru. pelaksanaan evaluasi dan pemantauan dilakukan melalui proses penyusunan rencana dan jadwal pelaksanaan, penetapan rencana dan jadwal pelaksanaan, mengirimkan rencana dan jadwal pelaksanaan kepada seluruh unit kerja terkait. Tindakan pengelolaan sarana dan prasarana secara keseluruhan menunjukkan arah yang tepat karena sekolah yakin ada atau tidaknya program pengelolaan sarana dan prasarana yang harus diselesaikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. kendala di antaranya pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan secara administratif, organisasional, dan psikologis. padahal solusinya sudah ditemukan oleh pihak sekolah.