Widdy H.F Rorimpandey
universitas negeri manado

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Widdy H.F Rorimpandey; Mariyanti Toya Mascarinhas; Glendra Robot; Sagita Healthy Mongkol; Falda Freiti Kapahang
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V sekolah dasar pada materi proses dalam tubuh manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 40 siswa kelas V SD Inpres Tondano yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 20 siswa. Kelas eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan Project Based Learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Data dianalisis melalui uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen. Hasil uji t independen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (Sig.<0,05), yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis proyek berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V sekolah dasar pada materi proses dalam tubuh manusia.
ANALISIS PEMANFAATAN CHATGPT SEBAGAI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN LITERASI DI SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS DI SD N POPONTOLEN Mayske R. Liando Liando; Norma N. Monigir; Widdy H.F Rorimpandey; Ridwain S. Buniah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4617

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran literasi di sekolah dasar menjadi penting dalam mendukung pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif di era digital. Namun, kajian empiris mengenai pemanfaatan ChatGPT sebagai Artificial Intelligence dalam pembelajaran literasi pada jenjang sekolah dasar, khususnya dalam praktik pembelajaran nyata, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan ChatGPT sebagai Artificial Intelligence dalam pembelajaran literasi di SD N Popontolen, meliputi bentuk pemanfaatan, manfaat, serta faktor pendukung dan penghambat penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 1 guru kelas V, 17 siswa kelas V, dan 1 kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT dimanfaatkan sebagai alat bantu pedagogis dalam menyusun bahan bacaan, membuat pertanyaan pemahaman, dan membantu menjelaskan materi pembelajaran literasi. Pemanfaatan ChatGPT membantu meningkatkan efisiensi guru dalam menyediakan bahan ajar serta meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Faktor pendukung meliputi tersedianya perangkat teknologi, akses internet, dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan akses internet dan pemanfaatan yang masih terbatas pada guru. Dengan demikian, ChatGPT memiliki potensi sebagai alat bantu pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran literasi di sekolah dasar.
TEACHER MISCONCEPTIONS IN DEEP LEARNING ORIENTED INSTRUCTION AND THEIR REMEDIATION THROUGH INSTRUCTIONAL MODULES AND COLLABORATIVE MENTORING Ridwain Stepi Buniahe; Widdy H.F Rorimpandey; Norma Monigir
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7946

Abstract

This study is grounded in the persistent presence of pedagogical misconceptions among teachers in implementing deep learning–oriented instruction, which leads to inaccuracies in both instructional design and classroom practice. These misconceptions extend beyond technical issues and reflect deeper conceptual misunderstandings, particularly in relation to learning principles, learning experiences, instructional syntax, and the integration of digital technologies. This study aims to identify the forms of teachers’ pedagogical misconceptions and to examine how these can be addressed through instructional modules and collaborative mentoring. A qualitative approach was employed, with data collected through classroom observations, in-depth interviews, and document analysis. Data were analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers’ pedagogical misconceptions are structural in nature and manifest across multiple dimensions of instruction. Teachers tend to conflate learning principles with learning activities, interpret learning experiences merely as sequences of tasks, organize instructional syntax in a fragmented manner, and utilize digital technology in a predominantly instrumental way. The intervention, implemented through instructional modules and collaborative mentoring, demonstrates a gradual yet transformative improvement in teachers’ pedagogical understanding. This study concludes that addressing pedagogical misconceptions requires an integrated approach that combines conceptual reinforcement with reflective processes facilitated through collaborative mentoring.