Ridwain Stepi Buniahe
Universitas Negeri Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN BOARD GAME DIGITAL DALAM PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS RENDAH Mersty E. Rindengan; Ridwain Stepi Buniahe; Susan Wanda Ticoalu; Trinny Meifira Kalalo; Aurike Aneke Novita Korua; Elfin Lahiang
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4422

Abstract

Pembelajaran kosakata merupakan fondasi penting dalam pemerolehan bahasa pada siswa sekolah dasar, khususnya pada kelas rendah yang berada pada tahap perkembangan literasi awal. Namun, hasil observasi di SD Inpres Tataaran 1 menunjukkan bahwa siswa kelas III masih mengalami kesulitan mengenali, memahami, dan menggunakan kosakata dalam kalimat sederhana akibat dominasi metode konvensional yang kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Indonesia melalui pemanfaatan board game digital Wordwall. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, angket/wawancara, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan penguasaan kosakata siswa dari pra-siklus, siklus I, hingga siklus II, disertai peningkatan aktivitas, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Pada siklus II, lebih dari 75% siswa mencapai KKM, sehingga indikator keberhasilan terpenuhi. Respon siswa terhadap Wordwall sangat positif; mereka merasa pembelajaran lebih menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami. Dengan demikian, Wordwall terbukti efektif sebagai media pembelajaran kosakata Bahasa Indonesia bagi siswa sekolah dasar dan layak diintegrasikan secara lebih luas dalam pembelajaran.
TEACHER MISCONCEPTIONS IN DEEP LEARNING ORIENTED INSTRUCTION AND THEIR REMEDIATION THROUGH INSTRUCTIONAL MODULES AND COLLABORATIVE MENTORING Ridwain Stepi Buniahe; Widdy H.F Rorimpandey; Norma Monigir
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7946

Abstract

This study is grounded in the persistent presence of pedagogical misconceptions among teachers in implementing deep learning–oriented instruction, which leads to inaccuracies in both instructional design and classroom practice. These misconceptions extend beyond technical issues and reflect deeper conceptual misunderstandings, particularly in relation to learning principles, learning experiences, instructional syntax, and the integration of digital technologies. This study aims to identify the forms of teachers’ pedagogical misconceptions and to examine how these can be addressed through instructional modules and collaborative mentoring. A qualitative approach was employed, with data collected through classroom observations, in-depth interviews, and document analysis. Data were analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers’ pedagogical misconceptions are structural in nature and manifest across multiple dimensions of instruction. Teachers tend to conflate learning principles with learning activities, interpret learning experiences merely as sequences of tasks, organize instructional syntax in a fragmented manner, and utilize digital technology in a predominantly instrumental way. The intervention, implemented through instructional modules and collaborative mentoring, demonstrates a gradual yet transformative improvement in teachers’ pedagogical understanding. This study concludes that addressing pedagogical misconceptions requires an integrated approach that combines conceptual reinforcement with reflective processes facilitated through collaborative mentoring.