Nuraini Pulungan
Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Lokasi Bandar Udara Tebelian Terhadap Minat Pengunjung Wisata Bukit Kelam Sintang Kalimantan Barat Nuraini Pulungan; Annike Resty Putrie
HEMAT: Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol 1, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v1i2.2262

Abstract

Bukit Kelam adalah sebuah batu monolit terbesar didunia mengalahkan Zuma Rock Afrika Barat. Bukit Kelam menjadi tempat hidup bagi 14 spesies kantong semar dan telah menjadi jalur pendakian Via Ferrata, jalur besi yang telah diresmikan pada Desember 2019. Dengan ada nya wisata Bukit Kelam yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Sintang, Kalimantan Barat dalam hal ini memerlukan bantuan akses pendukung transportasi, dalam hal ini lokasi Bandar Udara yang dekat dengan tempat wisata sangat penting sebagai sarana pendukung para wisatawan untuk dapat menuju destinasi wisata yang dituju. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang melakukan penyebaran kuesioner secara Online dan Offline terhadap para pengunjung Bandar Udara Tebelian dan Pengunjung Wisata Bukit Kelam yang digunakan untuk menganalisis data statistik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan teknik analisis data menggunakan Uji Regresi Linear Sederhana, Uji T, Uji Koefisien Determinasi, dan Uji Deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh dari lokasi Bandar Udara terhadap minat pengunjung wisata Bukit Kelam Sintang, Kalimantan Barat. Dibuktikan dari hasil 1) Uji T hitung sebesar 10,218 dengan nilai signifikansi diperoleh 0,000 0,05. Hal ini menyatakan bahwa persentase yang didapatkan dari pengaruh lokasi Bandar Udara terhadap minat pengunjung wisata Bukit Kelam Sintang, Kalimantan Barat sebesar 51,6% sedangkan 49,4% dipengaruhi oleh moda transportasi darat seperti transportasi umum maupun transportasi pribadi.