Bukit Kelam adalah sebuah batu monolit terbesar didunia mengalahkan Zuma Rock Afrika Barat. Bukit Kelam menjadi tempat hidup bagi 14 spesies kantong semar dan telah menjadi jalur pendakian Via Ferrata, jalur besi yang telah diresmikan pada Desember 2019. Dengan ada nya wisata Bukit Kelam yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Sintang, Kalimantan Barat dalam hal ini memerlukan bantuan akses pendukung transportasi, dalam hal ini lokasi Bandar Udara yang dekat dengan tempat wisata sangat penting sebagai sarana pendukung para wisatawan untuk dapat menuju destinasi wisata yang dituju. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang melakukan penyebaran kuesioner secara Online dan Offline terhadap para pengunjung Bandar Udara Tebelian dan Pengunjung Wisata Bukit Kelam yang digunakan untuk menganalisis data statistik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan teknik analisis data menggunakan Uji Regresi Linear Sederhana, Uji T, Uji Koefisien Determinasi, dan Uji Deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh dari lokasi Bandar Udara terhadap minat pengunjung wisata Bukit Kelam Sintang, Kalimantan Barat. Dibuktikan dari hasil 1) Uji T hitung sebesar 10,218 dengan nilai signifikansi diperoleh 0,000 0,05. Hal ini menyatakan bahwa persentase yang didapatkan dari pengaruh lokasi Bandar Udara terhadap minat pengunjung wisata Bukit Kelam Sintang, Kalimantan Barat sebesar 51,6% sedangkan 49,4% dipengaruhi oleh moda transportasi darat seperti transportasi umum maupun transportasi pribadi.
Copyrights © 2024