Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Kualitas Aplikasi Employee Self Service (EES) Terhadap Kepuasan Kerja Dan Efektivitas Kinerja Karyawan Dodi Setiawan Riatmaja; Dinda Sukmaningrum; Narwanto Nurcahyo; Lalu Supardin
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 5: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i5.4507

Abstract

During the Fourth Industrial Revolution, technological advancements are growing at an accelerating pace. In this new era, technology and personalization have become critical concerns for digital startups. This research aims to analyze the impact of Employee Self-Service (ESS) implementation quality on job satisfaction and employee productivity. A quantitative method is employed in this study. The primary source of information for this investigation is employees working at digital startups in Yogyakarta. A total of 130 participants are sampled for this research, and the analysis is conducted using Smart PLS software for Partial Least Squares analysis.The participants in this study are employees of digital startups in Yogyakarta. Based on the results of this research project, the quality of ESS implementation in digital startups in Yogyakarta has a significantly positive impact on both job satisfaction and employee productivity.
ANALISIS PENGARUH TECHNOLOGY-ORGANIZATION-ENVIRONMENT (TOE) TERHADAP MARKETING PERFORMANCE UMKM RITEL DIGITAL YOGYAKARTA Dinda Sukmaningrum; Irton; Arika Mimanda; Ummu savira maulida
Journal Competency of Business Vol. 10 No. 1 (2026): Journal Competency of Business
Publisher : Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/jcob.v10i1.3577

Abstract

Transformasi digital mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ritel untuk mengadopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai strategi peningkatan kinerja pemasaran. Namun, faktor-faktor yang menentukan keberhasilan adopsi AI dan dampaknya terhadap marketing performance UMKM ritel digital di Indonesia masih belum banyak diteliti secara empiris. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh dimensi teknologi (AI capability, biaya implementasi, keunggulan relatif, kompleksitas, dan kompatibilitas), dimensi organisasi (dukungan organisasi dan modal manusia berkelanjutan), serta dimensi lingkungan (permintaan pasar dan dukungan pemerintah) terhadap marketing performance UMKM ritel digital di Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan kerangka Technology-Organization-Environment (TOE). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional survey terhadap 150 responden dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa delapan dari sembilan hipotesis terdukung, dengan model menjelaskan 61,7% variansi marketing performance. AI capability dan permintaan pasar merupakan prediktor terkuat, sementara dukungan pemerintah tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dengan mengintegrasikan AI capability sebagai sub-dimensi inti dalam kerangka TOE dan mengkonseptualisasikan marketing performance secara multidimensional untuk konteks UMKM ritel digital di negara berkembang.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: TEKNOLOGI KREATIF SEBAGAI INFRASTRUKTUR SOSIAL DAN MODEL KEWIRAUSAHAAN UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Achmad Fauzan; Dinda Sukmaningrum; Dodi Setiawan Riatmaja
Journal Competency of Business Vol. 10 No. 1 (2026): Journal Competency of Business
Publisher : Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/jcob.v10i1.3613

Abstract

Penelitian ini menyajikan Systematic Literature Review (SLR) mengenai konvergensi antara teknologi kreatif, infrastruktur sosial, dan model kewirausahaan dalam konteks pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Menggunakan protokol PRISMA 2020, review ini menganalisis 131 artikel peer-reviewed yang dipublikasikan antara 2015-2025. Transformasi digital dalam industri kreatif memerlukan sepuluh komponen kunci, termasuk ekosistem kewirausahaan digital dan infrastruktur digital sebagai fondasi utama (Hosseini & Meybodi, 2023). Model kewirausahaan hijau terbukti menciptakan rata-rata 15.000 lapangan kerja per wilayah dan mengurangi emisi CO₂ sebesar 60.000 ton per tahun secara global (Prokopenko et al., 2024). Digital transformation skills, eco-innovation, dan dukungan pemerintah yang proaktif teridentifikasi sebagai enabler kunci dalam transisi menuju Industry 5.0 (Daoud et al., 2025). Studi ini mengusulkan Creative Technology, Social Infrastructure, dan Sustainable Entrepreneurship (CT-SI-SE) Framework sebagai kerangka analitis integratif dengan implikasi bagi pembuat kebijakan, wirausahawan, dan akademisi.