Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mediasi : Alternatif Penyelesaian Sengketa Hukum di Dalam dan di Luar Peradilan Joanita Jalianery; Ariani Yestati
Palangka Law Review Vol. 3 No. 1 (2023): VOLUME 3, ISSUE 1, MARET 2023
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/palarev.v3i1.9489

Abstract

Lamanya waktu penyelesaian perkara di persidangan, dan pemidanaan yang tidak menjamin pulihnya ketertiban menjadi latar belakang tulisan ini. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif analitis. Masalah yang dikaji adalah apa saja kelebihan dan kekurangan Mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa yang sekarang wajib dilakukan oleh para pihak, dan bagaimana mengatasi kekurangan mediasi dalam penyelesaian sengketa di peradilan. Kesimpulan dari tulisan ini adalah Kelebihan Mediasi antara lain : Jadwal fleksibel, Biaya ringan, Proses cepat, Tidak perlu pengacara, Hasil akhir berupa akta perdamaian yang menguntungkan kedua belah pihak, Hubungan baik tetap terjaga, Tidak dimungkinkan adanya upaya hukum; sedangkan Kekurangan dalam pelaksanaan mediasi, antara lain : Para pihak tidak menganggap mediasi penting, Para pihak tidak mau membayar biaya mediator non-hakim dan biaya mediasi, Para pihak memiliki hambatan komunikasi, Para pihak tidak beritikad baik untuk melakukan mediasi. Untuk mengatasi kekurangan Mediasi, maka hendaknya : Dilakukan sosialisasi bagi pihak yang tidak memahami mediasi, kesepakatan di awal sebelum mediasi dilakukan dapat menjadi solusi bagi para pihak yang keberatan dengan biaya mediasi dan biaya mediator, mediator bertugas mewujudkan keseimbangan posisi para pihak, serta sosialisasi kepada pihak yang tidak beritikad baik tentang konsekuensi hukum atas tindakannya
Pemberdayaan Demang Dan Mantir Adat Melalui Pelatihan Penyusunan Surat Kesepakatan Damai di Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah Joanita Jalianery; Ariani Yestati; Aliya Suci Maghfirli
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i4.8721

Abstract

This Community Service activity focuses on strengthening mediation training for Damang and Mantir Adat in the Sebangau District, aiming to enhance their knowledge, skills, and professionalism in resolving community conflicts. The program was implemented by a team of lecturers from the Faculty of Law, Palangka Raya University, involving the Damang Customary Head, Mantir as Assistant Damang, the Sebangau District Head, and local village officials. This training was considered essential in accordance with Supreme Court Regulation (Perma) No. 1 of 2016 concerning Mediation Procedures in Court, particularly Article 36, which allows mediation outside the court to be facilitated by community or customary leaders. The main issue identified was the limited understanding among Damang and Mantir Adat regarding the proper format and procedures for drafting a legally binding Peace Agreement, as well as the follow-up mechanisms to ensure its enforcement under both Customary and National Law. Therefore, the training aimed to provide participants with the necessary legal knowledge and practical skills to prepare and implement peace agreements in compliance with existing regulations. During the sessions, participants actively engaged in discussions and question-and-answer activities. They were also introduced to a standardized peace agreement format and practiced drafting agreements using the provided template. This initiative successfully improved the capacity of Damang and Mantir Adat as mediators, enabling them to conduct conflict resolution processes that are both culturally rooted and legally valid.