Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tinjauan Kinerja Struktur Dinding Bata Berdasarkan SNI 1726-2019 Untuk Bangunan Bertingkat Rendah Menggunakan Pendekatan Diagonal Tekan Ekuivalen La Rahman; Mardis Darwis; Anafi Minmahddun; Muh. Handy Dwi Adityawan; Ezra Pasereng Rambak; Raja Agung H.S.
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 3 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i3.62

Abstract

Dalam analisis struktur, pengaruh dinding bata dalam menentukan kinerja seismik struktur seringkali diabaikan. Namun, beberapa penelitian memperlihatkan bahwa kinerja seismik struktur akan meningkat akibat adanya dinding bata, khususnya untuk dinding bata yang menggunakan tulangan. Berdasarkan SNI 1726-2019, dinding bata bertulang dapat digunakan sebagai sistem struktur alternatif untuk menggantikan struktur dengan sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) yang memiliki pendetailan yang rumit, khususnya untuk bangunan bertingkat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja bangunan bertingkat rendah yang menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus dengan sistem struktur dengan dinding bata. Dinding bata dimodelkan dengan menggunakan pendekatan diagonal tekan ekuivalen dari FEMA 356 dan metode Holmes dengan sistem rangkanya mengacu pada aturan penulangan sistem rangka pemikul momen menengah (SRPMM). Hasil analisis memperlihatkan bahwa meskipun menggunakan aturan penulangan SRPMM, sistem struktur dengan dinding bata memiliki kinerja seismik yang lebih baik dibandingkan dengan sistem struktur SRPMK. Sehingga, struktur bangunan bertingkat rendah yang berada pada lokasi seismik tinggi tidak mesti didesain menggunakan aturan SRPMK, tetapi dapat menggunakan aturan penulangan SRPMM dengan memasukkan pengaruh dinding bata pada proses analisis.
A SYSTEMATIC REVIEW OF MANUAL AND EQUIPMENT-BASED DEMOLITION TECHNIQUES FOR LOW-RISE BUILDINGS: TECHNICAL PERFORMANCE, SAFETY IMPLICATIONS, AND METHOD SELECTION CRITERIA Raja Agung Hasudungan Simanjuntak; Mardis Darwis; Risha Utami; Bahdin Ahad Badia; Fachrizal Cesar Putra
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v12i1.15217

Abstract

Low-rise buildings, broadly defined as structures of one to four storeys, represent the dominant residential and small commercial building typology in many countries, particularly across Southeast Asia, Sub-Saharan Africa, Latin America, and parts of the Middle East. Their demolition—whether for urban regeneration, post-disaster clearance, or individual redevelopment—spans a wide spectrum of approaches, from entirely manual hand-tool operations to fully mechanised excavator-based processes. This systematic review comprehensively examines the principal manual and equipment-based demolition techniques applicable to low-rise buildings, analysing each in terms of technical characteristics, operational requirements, safety implications, material recovery potential, and economic performance. The factors governing method selection—including structural typology, site access constraints, proximity to adjacent structures, project budget, and the presence of hazardous materials—are also critically examined. Two structured summary tables are presented: a comparative performance overview and a multi-criteria decision matrix to guide method selection in practice. The review concludes that no single demolition technique is universally optimal; the most appropriate approach is determined by a combination of site-specific, technical, economic, and regulatory factors. Key knowledge gaps are identified, with particular emphasis on developing-country contexts where low-rise demolition is most prevalent yet least formally regulated. Low-rise buildings, broadly defined as structures of one to four storeys, represent the dominant residential and small commercial building typology in many countries, particularly across Southeast Asia, Sub-Saharan Africa, Latin America, and parts of the Middle East. Their demolition—whether for urban regeneration, post-disaster clearance, or individual redevelopment—spans a wide spectrum of approaches, from entirely manual hand-tool operations to fully mechanised excavator-based processes. This systematic review comprehensively examines the principal manual and equipment-based demolition techniques applicable to low-rise buildings, analysing each in terms of technical characteristics, operational requirements, safety implications, material recovery potential, and economic performance. The factors governing method selection—including structural typology, site access constraints, proximity to adjacent structures, project budget, and the presence of hazardous materials—are also critically examined. Two structured summary tables are presented: a comparative performance overview and a multi-criteria decision matrix to guide method selection in practice. The review concludes that no single demolition technique is universally optimal; the most appropriate approach is determined by a combination of site-specific, technical, economic, and regulatory factors. Key knowledge gaps are identified, with particular emphasis on developing-country contexts where low-rise demolition is most prevalent yet least formally regulated.
Optimasi Parameter Pembubutan Baja AISI 1045 Menggunakan Metode Taguchi Angga Asteriasti Aji; Bahdin Ahad Badia; Muhammad Idris Putra; Fachrizal Cesar Putra; Wahyu Puji Sahputra; Mardis Darwis; Raja Agung Hasudungan Simanjuntak
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 11, No 2 (2025): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v11i2.13719

Abstract

AbstrakIndustri manufaktur mengalami pertumbuhan pesat, sehingga produk yang dihasilkan, terutama melalui proses permesinan seperti pembubutan, harus memiliki kualitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parameter pembubutan, seperti feed dan putaran spindle, terhadap kekasaran permukaan dan amplitudo getaran pada pembubutan baja AISI 1045 menggunakan pahat karbida. Pengukuran kekasaran permukaan dilakukan dengan Microscope OLS4100, sementara amplitudo getaran diukur menggunakan VibXpert II. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Minitab Statistical Software 22. Hasil analisis menunjukkan bahwa feed memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kekasaran permukaan dan amplitudo getaran. Parameter pembubutan yang paling optimal untuk menghasilkan kekasaran permukaan terbaik adalah feed 0,1 mm/put (lvl 1) dan kecepatan spindle 400 rpm (lvl 4), dengan nilai kekasaran permukaan sebesar 4,757 μm. Sementara itu, parameter yang paling optimal untuk mengurangi amplitudo getaran adalah feed 0,1 mm/put (lvl 1) dan kecepatan spindle 100 rpm (lvl 1), dengan nilai amplitudo getaran sebesar 0,11 m/s.
Penerapan teknologi energi surya dan sosialisasi energi hijau di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Abdul Jalil; Eka Suaib; Yuliadi Erdani; Muhamad Fathur Rachim; Fera Tri Susilawati; Raja Agung Hasudungan Simanjuntak; Bahdin Ahad Badia; Muhammad Yusuf; Feliks Eldad Larobu; Mardis Darwis
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.2981

Abstract

Inisiatif penerapan teknologi energi surya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (FISIP UHO) merupakan langkah strategis mendukung keberlanjutan lingkungan melalui energi hijau dan pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil. Kegiatan diawali dengan pemasangan lampu jalan tenaga surya di area kampus, yang menggunakan lampu ber-efikasi tinggi untuk pencahayaan optimal tanpa konsumsi listrik konvensional. Tahap selanjutnya adalah sosialisasi energi hijau kepada civitas akademika guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya energi terbarukan. Diskusi dalam sosialisasi menghasilkan pembentukan tim peneliti untuk menilai implementasi kebijakan energi hijau di Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini ditindaklanjuti dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara FISIP UHO dan Politeknik Tridaya Virtu Morosi (PTVM) tentang dukungan penelitian di bidang energi hijau. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berkontribusi terhadap penghematan energi dan peningkatan pemahaman masyarakat kampus, serta berpotensi menjadi model percontohan transformasi kebijakan energi hijau di tingkat lokal.